Benarkah Kentut Berbulu dan Tidak Berbau? Ini Faktanya Dari Ilmuwan
Courtesy of CNBCIndonesia

Benarkah Kentut Berbulu dan Tidak Berbau? Ini Faktanya Dari Ilmuwan

Menyampaikan fakta ilmiah bahwa suara keras dan bau kentut tidak memiliki hubungan langsung, melainkan dipengaruhi oleh jenis gas yang dihasilkan dalam proses pencernaan, sehingga memperbaiki pemahaman masyarakat terkait mitos kentut.

18 Feb 2026, 16.55 WIB
84 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Suara dan bau kentut tidak saling berhubungan secara langsung.
  • Bau kentut dipengaruhi oleh konsumsi makanan yang mengandung protein kaya sulfur.
  • Kentut dapat mengandung berbagai jenis gas tergantung pada jenis makanan yang dikonsumsi.
Jakarta, Indonesia - Masyarakat sering menganggap kentut yang tidak bersuara pasti berbau busuk, dan kentut yang bersuara keras tidak berbau. Mitos ini sebenarnya tidak berdasar menurut penelitian yang dilakukan oleh Hong Kong University of Science and Technology.
Suara kentut yang keras dipicu oleh jumlah gas yang dihasilkan dari fermentasi karbohidrat yang belum tercerna dengan baik oleh tubuh. Gas ini, seperti karbon dioksida dan nitrogen, tidak berbau dan menyebabkan perut terasa kembung.
Sementara bau busuk pada kentut datang dari hidrogen sulfida, gas yang terbentuk dari pengolahan protein yang mengandung sulfur, seperti pada makanan olahan susu dan daging. Gas ini memiliki bau seperti telur busuk tetapi jumlahnya jauh lebih sedikit.
Karena gas belerang yang menyebabkan bau sangat sedikit, gas ini tidak bisa menghasilkan suara keras. Namun, ketika seseorang mengonsumsi karbohidrat dan protein secara bersamaan, kedua jenis gas bisa terbentuk dan keluar bersamaan.
Dengan penjelasan ini, mitos yang mengaitkan suara kentut dan bau dianggap tidak tepat. Informasi ini membantu kita memahami bahwa keduanya dipengaruhi oleh jenis gas dan proses pencernaan, bukan karena bunyi kentutnya sendiri.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260218112252-37-711738/alasan-kentut-bunyi-keras-tidak-bau-busuk-menurut-sains

Analisis Ahli

Ahli Gastroenterologi
"Penjelasan tentang fermentasi karbohidrat dan protein dalam saluran pencernaan sangat tepat dan membantu pasien memahami gejala kembung dan bau tidak sedap dengan lebih baik."

Analisis Kami

"Penelitian ini menegaskan bahwa persepsi sosial tentang kentut lebih didasarkan pada asumsi daripada fakta ilmiah yang nyata. Memahami mekanisme produksi gas dalam tubuh dapat membantu masyarakat membuka diskusi yang lebih sehat dan mengurangi stigma negatif terkait kondisi pencernaan alami."

Prediksi Kami

Masyarakat di masa depan akan lebih memahami proses pencernaan dan menghilangkan mitos tentang hubungan antara suara dan bau kentut, sehingga lebih terbuka dalam membicarakan dan mengelola kesehatan pencernaan.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang menjadi mitos umum tentang kentut?
A
Mitos umum menyebutkan bahwa kentut yang tidak berbunyi biasanya berbau busuk, sedangkan yang bersuara keras tidak berbau.
Q
Apa yang menentukan suara dan bau kentut?
A
Suara dan bau kentut ditentukan oleh volume gas yang diproduksi di sistem pencernaan.
Q
Dari mana bau tidak sedap pada kentut berasal?
A
Bau tidak sedap pada kentut berasal dari hidrogen sulfida, yang dihasilkan dari pemrosesan protein yang kaya sulfur.
Q
Apa yang menyebabkan suara keras pada kentut?
A
Suara keras pada kentut disebabkan oleh gas yang terkumpul yang menghasilkan tekanan udara tinggi.
Q
Apa yang terjadi jika seseorang mengonsumsi makanan mengandung karbohidrat dan protein secara bersamaan?
A
Jika seseorang mengonsumsi makanan mengandung karbohidrat dan protein secara bersamaan, kedua jenis gas dapat terkumpul dan dilepaskan bersamaan.