TLDR
Sel bahan bakar mikroba dapat menghasilkan listrik dari urin manusia. Konsentrasi urin yang lebih tinggi meningkatkan produksi energi dan pengurangan polutan. MFC dapat digunakan dalam aplikasi praktis di daerah terpencil atau setelah bencana. Para peneliti dari McGill University di Kanada menemukan cara meningkatkan produksi listrik dari urin manusia menggunakan teknologi Microbial Fuel Cells (MFCs). MFC adalah alat yang memanfaatkan mikroorganisme untuk mengubah limbah organik menjadi listrik sambil mengolah limbah tersebut.Dalam penelitian ini, mereka mencampurkan urin manusia dengan limbah sintetis pada konsentrasi 20%, 50%, dan 70%, kemudian mengamati efek campuran ini terhadap efisiensi pengolahan air limbah dan produksi listrik selama dua minggu.Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi urin, semakin baik produksi listrik karena kandungan ion dan bahan organik urin yang mendukung aktivitas mikroorganisme di dalam MFC, terutama bakteri Sediminibacterium dan Comamonas.Bakteri Sediminibacterium dominan pada konsentrasi urin sampai 50%, sedangkan Comamonas mendominasi pada konsentrasi lebih tinggi. Peran bakteri ini penting untuk memahami bagaimana listrik dan pengolahan limbah dilakukan oleh sistem MFC.Teknologi ini berpotensi diaplikasikan di daerah pedesaan atau lokasi bencana untuk menyediakan listrik sekaligus mengolah limbah secara murah dan ramah lingkungan, serta dapat dikembangkan menjadi biosensor sederhana tanpa perlu alat kompleks.