
Nissan sedang mengembangkan sebuah teknologi baru yang memungkinkan paket baterai pada mobil listrik dapat digerakkan secara otomatis. Teknologi ini disebut 'active mount', di mana baterai bisa bergeser ke kiri, kanan, depan, atau belakang sesuai kebutuhan pengendalian kendaraan.
Tujuan utama dari teknologi ini adalah menggunakan bobot baterai yang berat sebagai keuntungan untuk meningkatkan traksi dan stabilitas mobil secara real-time saat berkendara. Ini sangat berbeda dengan cara lama yang hanya memasang baterai secara kaku di rangka mobil.
Sebuah komputer pusat akan mengontrol pergerakan baterai menggunakan data dari berbagai sensor, seperti sensor kecepatan, gyro, dan sensor jarak. Dengan begitu, mobil bisa menyesuaikan posisi baterai berdasarkan kondisi jalan, kecepatan, atau bahkan saat terjadi kecelakaan.
Contohnya, saat mobil perlu akselerasi cepat atau menikung dengan kecepatan tinggi, paket baterai bisa digeser ke posisi yang membantu mengurangi risiko selip atau understeer. Selain itu, saat mobil menarik beban naik bukit, baterai dapat digeser ke depan untuk menjaga traksi.
Namun, teknologi ini menghadapi tantangan dalam hal biaya, ruang di dalam mobil, dan konsumsi energi. Mungkin teknologi ini baru akan diterapkan pada mobil premium terlebih dahulu sebelum bisa menjangkau pasar lebih luas.