Raytheon StormBreaker: Senjata Pintar yang Menembus Cuaca Buruk di Angkatan Laut AS
Courtesy of InterestingEngineering

Raytheon StormBreaker: Senjata Pintar yang Menembus Cuaca Buruk di Angkatan Laut AS

Memperkenalkan StormBreaker, senjata pintar yang mampu menyerang target bergerak di cuaca buruk dan kondisi visibilitas rendah, meningkatkan efektivitas tempur dan keselamatan pilot pesawat tempur U.S. Navy.

22 Feb 2026, 12.46 WIB
243 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • StormBreaker adalah senjata pintar yang dirancang untuk beroperasi dalam kondisi cuaca buruk.
  • Senjata ini meningkatkan kemampuan serangan pesawat tempur Angkatan Laut AS yang dapat menyelesaikan misi dengan lebih aman.
  • Ukuran kecil StormBreaker memungkinkan efisiensi lebih dalam operasi militer dengan mengurangi jumlah pesawat yang dibutuhkan.
Amerika Serikat - Raytheon telah mengembangkan sebuah senjata pintar bernama StormBreaker yang mampu menyerang target bergerak bahkan dalam kondisi cuaca buruk, gelap, asap, dan debu yang biasanya mengganggu penglihatan. Senjata ini telah disetujui untuk digunakan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat pada pesawat tempur F/A-18-E/F Super Hornet.
Sistem tri-mode seeker pada StormBreaker memungkinkan senjata ini mendeteksi target dengan menggunakan radar gelombang milimeter, pencitraan inframerah, dan laser semi-aktif. Hal ini memberi fleksibilitas tinggi dalam berbagai kondisi medan dan cuaca yang sulit.
StormBreaker bukan hanya meningkatkan kemampuan pengenalan target, tetapi juga mengurangi risiko bagi pilot dengan dapat meluncur sejauh lebih dari 45 mil. Ukurannya yang kecil juga memungkinkan pengurangan jumlah pesawat yang diperlukan untuk menumpas sejumlah target.
Senjata ini telah membuktikan performa luar biasa dalam operasi tempur dan kini sedang diintegrasikan ke dalam berbagai pesawat tempur canggih lainnya seperti F-15E dan F-35A/B/C. Hal ini menunjukkan potensi besar StormBreaker untuk meningkatkan kemampuan serangan presisi Angkatan Laut AS.
Kehadiran StormBreaker menjawab kebutuhan krusial dalam menghadapi medan perang modern yang penuh gangguan cuaca dan medan. Dengan teknologi ini, misi militer dapat dilaksanakan lebih efektif, aman, dan bisa mengubah paradigma pertempuran di masa depan.
Referensi:
[1] https://www.interestingengineering.com/military/smart-weapon-hits-moving-targets-us-navy

Analisis Ahli

Sam Deneke
"StormBreaker meningkatkan efektivitas tempur dan keselamatan pilot dengan memungkinkan serangan presisi di semua kondisi cuaca, memberikan keuntungan strategis yang jelas bagi operator militer."

Analisis Kami

"StormBreaker merupakan terobosan signifikan dalam teknologi amunisi presisi yang cocok dengan kebutuhan pertempuran modern yang kompleks dan dinamis. Namun, tantangan integrasi dan adaptasi terhadap berbagai platform pesawat serta biaya produksi menjadi faktor kunci yang harus diperhatikan agar senjata ini dapat diadopsi secara luas."

Prediksi Kami

Dalam beberapa tahun ke depan, StormBreaker akan menjadi senjata utama dalam armada udara berbagai pesawat tempur AS, meningkatkan kemampuan serangan presisi di medan perang modern meski dalam kondisi cuaca buruk atau medan yang penuh gangguan.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa itu StormBreaker?
A
StormBreaker adalah senjata pintar yang dapat mendeteksi dan mengklasifikasikan target bergerak secara otonom dalam berbagai kondisi visibilitas.
Q
Apa peran StormBreaker dalam Angkatan Laut AS?
A
StormBreaker meningkatkan daya lethality pesawat tempur seperti F/A-18-E/F Super Hornet, memungkinkan serangan presisi dalam semua kondisi cuaca.
Q
Bagaimana StormBreaker dapat berfungsi dalam kondisi cuaca buruk?
A
StormBreaker dapat berfungsi dalam kondisi cuaca buruk dengan menggunakan pencari tri-modenya yang dapat mendeteksi target melalui radar, inframerah, dan laser.
Q
Pada pesawat apa saja StormBreaker telah disetujui untuk digunakan?
A
StormBreaker telah disetujui untuk digunakan pada F-15E dan F/A-18-E/F Super Hornet, dan sedang diintegrasikan pada F-35A/B/C.
Q
Apa keuntungan dari ukuran kecil StormBreaker?
A
Ukuran kecil StormBreaker memungkinkan lebih sedikit pesawat yang digunakan untuk menghancurkan jumlah target yang sama, serta mengurangi waktu yang dihabiskan awak pesawat dalam bahaya.