Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Gerhana Matahari Cincin Langka di Antartika dan Fenomena Langit Mendatang

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
astronomy-and-space-exploration (1mo ago) astronomy-and-space-exploration (1mo ago)
27 Feb 2026
205 dibaca
2 menit
Gerhana Matahari Cincin Langka di Antartika dan Fenomena Langit Mendatang

Rangkuman 15 Detik

Gerhana matahari annular pada 17 Februari hanya terlihat di Antartika.
Proba-2 berhasil menangkap gambar gerhana dari orbit, menunjukkan keunikan pengamatan luar angkasa.
Lunar eclipse total akan terjadi pada 3 Maret, menjadi kesempatan terakhir untuk melihat gerhana total hingga 2029 di Amerika Utara.
Pada 17 Februari, terjadi gerhana matahari cincin yang hanya terlihat dari bagian terpencil Antartika. Awalnya dianggap tidak ada yang menyaksikan, namun para ilmuwan di stasiun penelitian Concordia dan Mirny berhasil mengabadikan momen indah gerhana tersebut. Gerhana ini memperlihatkan bulan menutupi hampir seluruh permukaan matahari, menyisakan cincin api yang indah untuk selama beberapa menit. Gerhana matahari cincin terjadi ketika bulan berada sedikit lebih jauh dari bumi sehingga ukuran tampaknya lebih kecil dari matahari, menyebabkan munculnya cincin cahaya di sekitar bulan. Di Concordia, fenomena ini bertahan selama sekitar 2 menit, dengan 96% matahari tertutupi. Selain itu, stasiun Mirny yang berada di pesisir Antartika juga melihat gerhana serupa dengan durasi sedikit lebih pendek. Selain pengamatan dari Bumi, Badan Antariksa Eropa (ESA) berhasil merekam gerhana itu beberapa kali menggunakan satelit Proba-2 yang dilengkapi dengan kamera khusus untuk mengamati sinar ultraviolet ekstrim matahari. Foto-foto ini menjadi bukti penting yang mendokumentasikan gerhana dari sudut pandang luar angkasa. Setelah gerhana matahari ini, akan terjadi gerhana bulan total pada 3 Maret, yang dapat disaksikan dari Amerika Utara terutama di wilayah barat menjelang pagi hari. Pada gerhana bulan tersebut, Bulan akan berubah warna menjadi kemerahan yang disebut 'blood moon' dan berlangsung selama hampir satu jam. Ini menjadi kesempatan terakhir menyaksikan gerhana bulan total di wilayah tersebut sebelum beberapa tahun ke depan. Selain itu, beberapa peristiwa astronomi lain yang akan menarik perhatian termasuk peluncuran misi Artemis 2 oleh NASA pada bulan April dan kemungkinan munculnya komet Kreutz yang sangat langka bernama C/2026 A1 (MAPS). Peristiwa-peristiwa ini melanjutkan rangkaian penting dalam observasi dan eksplorasi luar angkasa yang sangat menarik bagi para pengamat langit.

Analisis Ahli

Graham Jones
Variasi jarak bulan ke bumi selalu menjadi faktor penting dalam menentukan jenis gerhana yang terlihat, memungkinkan kita melihat gerhana total atau cincin yang mempesona.
European Space Agency
Pengamatan berulang menggunakan instrumen tinggi seperti SWAP pada Proba-2 memungkinkan pemantauan rinci fenomena gerhana dari orbit, memberikan data berharga yang tidak dapat diperoleh dari Bumi.