Rahasia Jalur Unik Sungai Green Membelah Pegunungan Uinta Terungkap
Courtesy of CNBCIndonesia

Rahasia Jalur Unik Sungai Green Membelah Pegunungan Uinta Terungkap

Mengungkap penyebab jalur unik Sungai Green yang membelah Pegunungan Uinta dengan menggunakan studi geologi canggih, sekaligus menjelaskan fenomena lithospheric dripping yang memengaruhi pembentukan lanskap dan sejarah alam kawasan tersebut.

26 Feb 2026, 19.00 WIB
200 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Fenomena geologi dapat mempengaruhi aliran sungai dan pembentukan lanskap.
  • Sungai Green menunjukkan pentingnya proses lithospheric dripping dalam geologi.
  • Penelitian ini memberikan pemahaman baru mengenai sejarah geologi Amerika Utara.
Utah, Amerika Serikat - Sungai biasanya mengalir mengitari pegunungan, namun Sungai Green di Utah, Amerika Serikat, justru membelah langsung Pegunungan Uinta. Fenomena ini membingungkan para ahli selama lebih dari satu abad dan menimbulkan pertanyaan mengenai asal-usul jalur sungai yang aneh ini.
Tim ahli geologi dari University of Glasgow melakukan studi untuk mencari tahu penyebab jalur unik tersebut. Mereka menggunakan pencitraan seismik dan pemodelan geologi canggih untuk mengamati struktur di bawah Pegunungan Uinta dan menemukan bahwa kerak Bumi di sana lebih tipis beberapa kilometer dibandingkan area sekitarnya.
Menurut penelitian, Sungai Green mulai membentuk jalurnya antara 8 juta hingga 1,5 juta tahun yang lalu, jauh setelah Pegunungan Uinta terbentuk sekitar 50 juta tahun lalu. Proses lithospheric dripping yang membuat kerak Bumi melengkung dan menurunkan elevasi sekitar 400 meter memungkinkan sungai ini mengalir melalui pegunungan.
Ketika daratan kembali terangkat, sungai tetap mengalir di jalur yang sama dan secara perlahan mengikis batuan, membentuk ngarai sedalam 700 meter antara puncak pegunungan setinggi 4 kilometer. Perubahan ini juga memengaruhi garis pemisah benua serta habitat satwa di daerah tersebut.
Penemuan ini memberikan jawaban atas perdebatan panjang soal jalur Sungai Green dan memperkuat pemahaman tentang fenomena lithospheric dripping dalam pembentukan lanskap Bumi. Studi ini juga membuka peluang penelitian lebih lanjut mengenai dampak proses geologi terhadap perubahan alam dan lingkungan.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260226151457-37-714224/fenomena-sungai-belah-pegunungan-bikin-heboh-ini-kata-ahli-geologi

Analisis Ahli

Dr. Adam Smith
"Fenomena ini tidak hanya membentuk lanskap unik tetapi juga berperan penting dalam menentukan sejarah alam dan batas habitat di Amerika Utara, memperlihatkan signifikansi lithospheric dripping dalam pembentukan wajah Bumi."

Analisis Kami

"Fenomena lithospheric dripping yang memengaruhi jalur Sungai Green membuka wawasan baru tentang dinamika kerak Bumi yang selama ini kurang diperhatikan dalam studi geomorfologi. Pencitraan seismik dan pemodelan canggih menjadi kunci memahami perubahan elevasi yang memungkinkan sungai mempertahankan jalur uniknya, yang sebelumnya tampak mustahil."

Prediksi Kami

Penelitian ini akan mendorong studi lebih lanjut mengenai pengaruh proses geologi seperti lithospheric dripping terhadap pembentukan lanskap di wilayah lain, serta dampaknya terhadap ekosistem dan perubahan geografi di masa depan.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang membuat aliran Sungai Green berbeda dari sungai lainnya?
A
Aliran Sungai Green membelah langsung Pegunungan Uinta, bukan mengitari seperti sungai pada umumnya.
Q
Siapa yang melakukan studi tentang fenomena geologis ini?
A
Studi ini dilakukan oleh ahli geologi dari University of Glasgow.
Q
Apa yang dimaksud dengan lithospheric dripping?
A
Lithospheric dripping adalah proses ketika kerak Bumi melengkung ke bawah dan kemudian terangkat kembali secara perlahan.
Q
Bagaimana Sungai Green dapat mempertahankan alurnya meskipun pegunungan terbentuk sebelumnya?
A
Sungai Green dapat mempertahankan alurnya karena daratan di bawah pegunungan mengalami penurunan elevasi yang memungkinkan aliran sungai.
Q
Apa dampak dari pertemuan Sungai Green dan Sungai Colorado?
A
Dampak dari pertemuan ini mengubah garis pemisah benua dan menciptakan batas habitat baru bagi satwa liar.