
NASA kembali menunda peluncuran misi Artemis II yang direncanakan membawa empat astronot mengelilingi bulan. Penundaan terjadi akibat gangguan aliran helium pada roket Space Launch System (SLS) tahap atas, yang sangat penting untuk pengendalian bahan bakar dan kondisi lingkungan mesin roket tersebut.
Masalah aliran helium ini ditemukan setelah uji wet dress rehearsal yang berhasil pada hari Kamis, 19 Februari, yang menunjukkan sistem roket bekerja dengan baik saat pengisian bahan bakar. Namun, pada hari berikutnya ditemukan ketidakmampuan mengalirkan helium yang memaksa NASA untuk menunda peluncuran.
Untuk memperbaiki masalah ini, roket SLS dan pesawat Orion akan dipindahkan kembali dari tempat peluncuran ke Vehicle Assembly Building di Kennedy Space Center, Florida, tempat di mana mereka akan diperiksa dan diperbaiki. Rollback ini diharapkan tidak memakan waktu lama agar jendela peluncuran pada bulan April tetap terbuka.
Misi Artemis II sangat penting karena akan menjadi penerbangan manusia pertama NASA mengelilingi bulan dalam lebih dari 50 tahun, dan akan menampilkan kru dengan wanita dan pria kulit hitam, menandai kemajuan dalam keberagaman kru antariksa. Misi ini juga berfungsi sebagai uji coba penting sebelum misi pendaratan Artemis III pada tahun 2028.
NASA terus menyelidiki penyebab masalah helium, termasuk mengevaluasi data dari misi Artemis I sebelumnya, yang juga mengalami masalah terkait pressurisasi helium. NASA berharap perbaikan cepat agar peluncuran April bisa terlaksana, walaupun ketidakpastian tetap ada karena kompleksitas teknis misi ini.