Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

MindsEye 2026: Dari Kegagalan Besar Menuju Kesempatan Kedua yang Penuh Tantangan

Teknologi
Permainan Console, PC, Mobile dan VR
gaming-pc-console-mobile (1mo ago) gaming-pc-console-mobile (1mo ago)
28 Feb 2026
231 dibaca
2 menit
MindsEye 2026: Dari Kegagalan Besar Menuju Kesempatan Kedua yang Penuh Tantangan

Rangkuman 15 Detik

MindsEye mengalami banyak masalah pada peluncurannya, namun masih berusaha untuk memperbaiki diri melalui pembaruan.
Karakter dalam permainan memiliki potensi yang baik, tetapi sering kali terhambat oleh skrip dan penyampaian cerita yang kurang efektif.
Meskipun permainan ini memiliki ide yang menarik, banyak elemen yang terasa kurang dimanfaatkan dan tidak mencapai potensi penuhnya.
MindsEye diluncurkan sebagai game dengan harapan besar pada Juni 2025, namun peluncuran tersebut berakhir buruk dan membuat banyak orang putus asa. Meski demikian, pengembang Build a Rocket Boy tak menyerah dan terus mengerjakan pembaruan yang cukup besar sepanjang tahun 2026 untuk memperbaiki pengalaman bermain, dengan pembaruan terbesar diumumkan pada awal Februari sebagai usaha 'reset' merek dan game. Cerita MindsEye berpusat pada karakter Jacob Diaz, seorang mantan tentara dengan augmentasi teknologi yang menyelidiki mengapa robot masa depan yang diproduksi oleh Silva Corp tiba-tiba berperilaku aneh. Latar tempatnya adalah Redrock City, sebuah kota futuristik seperti Las Vegas yang terasa kurang hidup dan agak steril, membuat pemain sulit merasa benar-benar tenggelam dalam dunia game. Gameplay MindsEye menggabungkan elemen open-world dengan berbagai mode tambahan seperti tantangan ala Spec Ops MW2. Mekanisme mengemudi cukup memuaskan dengan kontrol yang solid dan fitur keren seperti belokan handbrake, namun tulisan dan pacing cerita seringkali terasa dipaksakan selama perjalanan dan dunia permainan tampak kosong dan kurang insentif eksplorasi. Walaupun sudah mendapatkan banyak pembaruan, game masih dipenuhi oleh berbagai gangguan teknis seperti kecacatan AI, glitch visual dan suara, serta keseimbangan audio yang buruk. Cerita pun mendapat kritik karena kurang mendalam dan klimaks yang terasa tiba-tiba, membuat beberapa adegan terbaik tidak tereksploitasi dengan baik sehingga kesan berakhirnya cerita terasa menggantung. Penulis menyimpulkan bahwa MindsEye tidak terlalu buruk untuk dimainkan setelah pembaruan, namun masih jauh dari kata sempurna. Game ini layak dicoba hanya oleh mereka yang sangat penasaran dan jika dapat diperoleh dengan harga diskon. Potensi untuk perbaikan di masa depan tetap ada, namun kemungkinan MindsEye berkembang menjadi game besar seperti No Man's Sky sangat kecil.