Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Spotify Dan Revolusi AI: Pengembang Terbaiknya Tidak Menulis Kode Lagi

Teknologi
Kecerdasan Buatan
News Publisher
13 Feb 2026
1059 dibaca
1 menit
Spotify Dan Revolusi AI: Pengembang Terbaiknya Tidak Menulis Kode Lagi

TLDR

Spotify menggunakan AI untuk mempercepat pengembangan fitur dan pengiriman produk.
Sistem 'Honk' memungkinkan pengembang untuk melakukan perubahan kode secara efisien dari perangkat mobile.
Spotify membangun dataset unik yang berhubungan dengan preferensi musik yang dapat meningkatkan model AI mereka.
Spotify telah memanfaatkan kecerdasan buatan secara luas untuk mengubah cara mereka mengembangkan aplikasi streaming musik. Menurut co-CEO mereka, Gustav Söderström, para pengembang terbaik di perusahaan tidak menulis kode sama sekali sejak Desember 2024 karena bantuan AI.Sistem internal bernama 'Honk' memungkinkan pengembangan kode secara real-time dan remote dengan bantuan AI bernama Claude Code. Hal ini mempercepat proses pembuatan fitur baru dan perbaikan aplikasi secara signifikan, sehingga insinyur dapat bekerja bahkan saat dalam perjalanan.Sepanjang tahun 2025, Spotify telah meluncurkan lebih dari 50 fitur baru, termasuk fitur yang dibantu AI seperti Prompted Playlists, Page Match untuk audiobook, dan About This Song, yang sangat meningkatkan pengalaman pengguna.Spotify juga menciptakan dataset khusus yang unik terkait musik, tidak seperti data umum seperti Wikipedia, karena konteks musik dapat sangat subjektif dan bervariasi berdasarkan budaya dan geografi. Dataset ini penting untuk melatih model AI mereka supaya semakin akurat dan relevan.Selain itu, Spotify mengizinkan artis menandai metadata soal pembuatan musik yang melibatkan AI dan terus mengawasi adanya spam di platform mereka. Ini menunjukkan pendekatan yang hati-hati dalam menggabungkan teknologi baru di industri musik.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.