AI Diprediksi Otomatisasi Mayoritas Pekerjaan Kantoran dalam 18 Bulan
Courtesy of CNBCIndonesia

AI Diprediksi Otomatisasi Mayoritas Pekerjaan Kantoran dalam 18 Bulan

Menginformasikan tentang prediksi otomatisasi besar di pekerjaan kantoran melalui AI dalam 12-18 bulan ke depan dan dampaknya terhadap pasar kerja serta kekhawatiran yang muncul.

16 Feb 2026, 06.42 WIB
48 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Otomatisasi melalui AI diprediksi akan mengubah banyak pekerjaan white collar dalam waktu dekat.
  • Kualitas output AI masih perlu diverifikasi oleh manusia untuk memastikan akurasi.
  • Transformasi pasar kerja akibat AI sudah berlangsung dan akan berdampak besar pada pekerja profesional.
Jakarta, Indonesia - Kecerdasan buatan atau AI kini semakin berkembang dengan cepat dan mengancam pekerjaan kantoran di berbagai bidang seperti pengacara, akuntan, dan manajer proyek. CEO Microsoft AI, Mustafa Suleyman, memprediksi bahwa dalam waktu 12 sampai 18 bulan, sebagian besar pekerjaan tersebut akan terotomatisasi oleh AI.
Prediksi ini menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan pekerja dan investor karena otomatisasi AI dianggap mampu mengerjakan tugas profesional yang rumit. Selain Microsoft, perusahaan teknologi lain seperti Anthropic dan OpenAI juga mengingatkan tentang dampak besar AI terhadap dunia kerja.
Dalam dunia rekayasa perangkat lunak, misalnya, teknologi AI sudah digunakan untuk membantu menulis kode, mengubah peran programmer menjadi lebih strategis. Namun, kualitas output AI masih memerlukan pengecekan ulang oleh manusia agar hasilnya akurat dan aman.
Meskipun AI dijanjikan sebagai alat efisiensi, riset melewati menunjukkan bahwa di beberapa bidang, AI belum secara signifikan meningkatkan produktivitas dan bahkan dapat memperlambat pekerjaan karena perlu verifikasi berulang. Selain itu, ada kekhawatiran praktik 'AI washing' yang digunakan perusahaan untuk membenarkan PHK.
Dengan adopsi AI yang masih baru, perubahan besar di dunia kerja jadi nyata dan tetap menjadi perdebatan tentang seberapa cepat dan besar dampaknya. Namun, satu hal pasti bahwa dunia kerja profesional akan mengalami transformasi signifikan dalam waktu dekat.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260216003632-37-711344/bos-microsoft-ramal-ai-gantikan-karyawan-kantoran-dalam-18-bulan

Analisis Ahli

Mustafa Suleyman
"AI akan mengotomatisasi sebagian besar tugas profesional dalam waktu kurang dari dua tahun."
Dario Amodei
"AI berpotensi menghapus hingga 50% pekerjaan white collar tingkat entry-level."
Sam Altman
"AI bisa menghancurkan beberapa kategori pekerjaan secara signifikan."

Analisis Kami

"Transformasi ini memang tak terelakkan dan harus dipandang sebagai kesempatan sekaligus tantangan besar bagi tenaga kerja masa depan. Namun, sangat penting untuk mengembangkan regulasi dan program pelatihan ulang agar dampak negatifnya bisa diminimalkan dan manfaat AI bisa dioptimalkan secara adil."

Prediksi Kami

Dalam waktu dekat, jutaan pekerjaan profesional kantoran akan terotomatisasi, memicu perubahan besar di pasar kerja global dengan tugas-tugas repetitif digantikan AI, yang akan menuntut adaptasi dan peran baru bagi manusia.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang diprediksi oleh Mustafa Suleyman tentang pekerjaan white collar?
A
Mustafa Suleyman memprediksi bahwa sebagian besar pekerjaan white collar akan terotomatisasi dalam 12 hingga 18 bulan ke depan.
Q
Apa dampak dari peluncuran agen AI terbaru oleh Anthropic?
A
Peluncuran agen AI terbaru oleh Anthropic memicu kekhawatiran di pasar tenaga kerja dan aksi jual di pasar saham teknologi.
Q
Bagaimana Microsoft menggunakan AI dalam pengembangan kode?
A
Microsoft mengklaim bahwa lebih dari seperempat kode perusahaan kini ditulis dengan bantuan AI, mengubah peran engineer menjadi lebih strategis.
Q
Apa yang dimaksud dengan 'AI washing'?
A
'AI washing' adalah praktik perusahaan yang menggunakan narasi transformasi AI sebagai justifikasi pemutusan hubungan kerja demi efisiensi biaya.
Q
Mengapa ada kekhawatiran tentang otomatisasi pekerjaan akibat AI?
A
Kekhawatiran muncul karena potensi AI untuk menghapus banyak pekerjaan, terutama di sektor white collar.