Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

SpaceX Dan XAI Ikut Kompetisi Pentagon Kembangkan Drone Swarm Otonom

Teknologi
Kecerdasan Buatan
News Publisher
17 Feb 2026
1408 dibaca
2 menit
SpaceX Dan XAI Ikut Kompetisi Pentagon Kembangkan Drone Swarm Otonom

TLDR

Kompetisi Pentagon bertujuan untuk mengembangkan sistem drone otonom yang dapat dikendalikan dengan suara.
Partisipasi SpaceX menandai langkah penting dalam kolaborasi antara industri teknologi dan militer.
Perhatian terhadap keamanan publik meningkat seiring dengan penggunaan drone dalam acara besar.
SpaceX bersama anak perusahaannya yang bergerak di bidang kecerdasan buatan, xAI, ikut serta dalam kompetisi rahasia yang diadakan oleh Pentagon. Kompetisi ini bertujuan untuk menciptakan sistem drone swarm otonom yang dapat dikendalikan melalui perintah suara. Hadiahnya mencapai sekitar 100 juta dolar AS dan berlangsung selama enam bulan.Kompetisi ini diselenggarakan oleh Defense Innovation Unit Pentagon dan ingin menemukan perangkat lunak yang mampu mengubah perintah suara menjadi instruksi digital untuk menggerakkan banyak drone secara bersamaan. Tujuannya agar personel militer tanpa pelatihan pilot khusus bisa mengendalikan sistem drone dengan mudah dalam situasi tempur atau darurat.Fokus Pentagon pada sistem otonom didorong oleh meningkatnya penggunaan drone yang murah dan mudah diakses dalam berbagai konflik global. Selain itu, drone juga mulai menjadi masalah keamanan domestik seperti mengganggu bandara dan kerumunan besar, terutama saat acara global seperti Piala Dunia FIFA dan perayaan 250 tahun kemerdekaan AS.Selain SpaceX, banyak perusahaan teknologi besar seperti OpenAI, Google, dan Anthropic juga sudah bekerja sama dengan Pentagon dalam mengembangkan sistem AI untuk program pertahanan. Ini menandakan tren yang semakin kuat antara industri teknologi dan militer di Amerika Serikat.Keterlibatan SpaceX dalam kompetisi ini bisa menambah posisi perusahaan sebagai kontraktor pertahanan sekaligus memperkuat integrasi teknologi satelit, peluncuran roket, dan AI untuk berbagai keperluan militer. Ini juga menimbulkan perdebatan mengingat pernyataan awal Elon Musk yang menentang senjata otonom kini berbalik aktif mengembangkan teknologi tersebut.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.