Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus

Jejak Teknologi Masa Depan

Share

Kumpulan berita teranyar yang mengulas langkah besar di industri teknologi—mulai dari penerapan sistem nuklir untuk pangkalan bulan, solusi pertahanan antidrone, personalisasi AI suara, hingga kemitraan fintech, peluncuran gadget, acara tech terkemuka, serta penawaran spesial konsumen.

19 Feb 2026, 23.15 WIB

Rahasia Membuat Tim Pendiri Hebat dengan Struktur Ekuitas dan Gaji Startup yang Tepat

Rahasia Membuat Tim Pendiri Hebat dengan Struktur Ekuitas dan Gaji Startup yang Tepat
Pada episode Build Mode ini, pembahasan diawali tentang pentingnya memberikan equity lebih banyak kepada karyawan pertama startup. Hal ini bertujuan untuk menjaga motivasi dan komitmen mereka dalam masa-masa awal yang penuh risiko. Yuri Sagalov, sosok penting dalam investasi dan pendampingan startup, berbagi wawasan tentang bagaimana mengelola cap table sebagai bagian vital dari tim. Cap table bukan sekadar daftar pemegang saham, tetapi mencerminkan struktur insentif dan kepemilikan. Selain itu, Yuri mengklasifikasikan tiga tipe investor dan mengingatkan startup agar menghindari salah satu tipe yang berpotensi merugikan perkembangan bisnis. Ia juga mengulas cara adil membagi saham antara para pendiri dan karyawan awal. Diskusi berlanjut pada cara memberikan kompensasi yang fleksibel, menggabungkan risiko dan potensi penghasilan sehingga semua pihak merasa adil dan termotivasi. Red flags dokumen pendirian dan pentingnya vesting juga menjadi sorotan untuk mencegah masalah di kemudian hari. Episode diakhiri dengan rekomendasi agar startup tidak terburu-buru melakukan scaling sebelum menemukan product-market fit. Pesan utama adalah mulai dari sekarang, memilih co-founder dengan cermat, dan menyiapkan struktur ekuitas yang solid dari awal.
19 Feb 2026, 20.49 WIB

Snapseed Hadirkan Kamera Manual dan Efek Film Retro di iPhone

Snapseed Hadirkan Kamera Manual dan Efek Film Retro di iPhone
Snapseed, aplikasi pengedit foto yang dulunya sempat jarang diperbarui, kini mendapatkan pembaruan besar di versi iPhone-nya. Google menambahkan fitur kamera bawaan dengan kontrol manual seperti ISO, kecepatan rana, dan fokus, yang memudahkan pengguna mengambil foto dengan hasil yang lebih profesional. Fitur kamera ini juga mendukung penggunaan berbagai preset efek film retro yang terinspirasi dari kamera klasik seperti Kodak dan Fujifilm, sehingga pengguna bisa memberikan sentuhan klasik pada foto mereka secara langsung saat pengambilan gambar atau setelahnya. Sebelumnya, fitur kamera ini muncul secara diam-diam pada bulan Desember 2025 dan hanya bisa diakses melalui widget atau pengaturan khusus. Baru dengan pembaruan terakhir, fitur kamera dihadirkan langsung dalam aplikasi utama agar lebih mudah diakses oleh pengguna. Pada Juni 2025, Snapseed mendapatkan pembaruan besar ke versi 3.0 yang membawa desain dan fitur baru, menjadi pembaruan signifikan pertama sejak dark mode hadir pada tahun 2021. Namun, pembaruan ini saat ini hanya tersedia untuk iPhone dan belum masuk ke versi Android. Pengembang Snapseed mengonfirmasi di Reddit bahwa versi Android yang setara masih dalam proses dan akan hadir dalam beberapa bulan ke depan. Hal ini memberikan harapan bagi pengguna Android agar segera menikmati fitur baru Snapseed.
19 Feb 2026, 10.30 WIB

OpenAI dan Pine Labs Kolaborasi Percepat Otomatisasi Pembayaran Berbasis AI di India

OpenAI dan Pine Labs Kolaborasi Percepat Otomatisasi Pembayaran Berbasis AI di India
India berambisi menjadi pusat utama untuk kecerdasan buatan terapan, dan OpenAI mengambil langkah besar dengan bermitra bersama perusahaan fintech Pine Labs. Kolaborasi ini fokus pada integrasi teknologi AI untuk mengotomatisasi proses penyelesaian dan pengelolaan faktur dalam sistem pembayaran, yang diharapkan meningkatkan kecepatan dan efisiensi berbagai transaksi bisnis. Pine Labs sebelumnya mengandalkan proses manual yang rumit untuk mengelola dana dari berbagai bank, memerlukan banyak waktu dan tenaga kerja. Berkat AI, kini proses penyelesaian dana yang memakan waktu berjam-jam dapat diselesaikan hanya dalam hitungan menit, menandai peningkatan signifikan dalam operasional perusahaan dan memberikan pengalaman lebih baik bagi pelanggan. Fokus utama penggunaan AI dalam kolaborasi ini adalah pada bisnis ke bisnis (B2B), di mana tugas-tugas berulang seperti pengelolaan faktur dan penyelesaian pembayaran dapat sepenuhnya diotomatisasi dengan aturan yang sudah ditetapkan. Pendekatan ini membuat adopsi AI dalam sektor pembayaran menjadi lebih cepat dan efisien dibandingkan dengan layanan konsumen langsung. Walaupun regulasi di India mengharuskan kontrol ketat terhadap transaksi pembayaran, Pine Labs dan OpenAI terus mengembangkan prototipe pembayaran yang dikendalikan oleh agen AI di beberapa pasar lain seperti Timur Tengah dan Asia Tenggara. Di India, penggunaan AI lebih menekankan pada asistensi daripada inisiasi penuh transaksi oleh AI untuk menjaga keamanan dan kepatuhan regulasi. Pine Labs melayani hampir satu juta pedagang di lebih dari 20 negara dan telah memproses transaksi dengan nilai miliaran dolar. Melalui kerja sama ini, OpenAI berharap dapat memperluas penggunaan teknologi AI-nya di sektor pendidikan, perusahaan, dan infrastruktur di India, memperkuat posisi pasar dan mendorong transformasi digital di sektor fintech.
19 Feb 2026, 08.25 WIB

AI Diprediksi Otomatisasi Pekerjaan Kantoran dalam 12-18 Bulan Mendatang

AI Diprediksi Otomatisasi Pekerjaan Kantoran dalam 12-18 Bulan Mendatang
Dalam dunia kerja saat ini, penggunaan kecerdasan buatan (AI) berkembang dengan sangat cepat, sampai-sampai para pemimpin teknologi memperingatkan pekerjaan kantoran bisa segera diotomatisasi. CEO Microsoft AI, Mustafa Suleyman, mengatakan bahwa dalam 12 hingga 18 bulan ke depan, sebagian besar pekerjaan yang biasanya dilakukan manusia di kantor akan dikerjakan oleh AI. Tidak hanya Suleyman, CEO dari perusahaan-perusahaan teknologi lain seperti Dario Amodei dari Anthropic dan Sam Altman dari OpenAI juga mengungkapkan kekhawatiran tentang pengaruh AI terhadap pekerjaan. Mereka memprediksi bahwa pekerjaan entry-level bisa banyak yang hilang karena digantikan teknologi AI yang makin pintar dan mampu melakukan tugas profesional. Microsoft bahkan mengklaim bahwa lebih dari seperempat kode perangkat lunak yang dibuat oleh programmer saat ini dibuat dengan bantuan AI. Hal ini menunjukkan bahwa otomatisasi sudah mulai terjadi, khususnya di bidang pengembangan perangkat lunak. Namun, walaupun AI dapat membantu, kualitas hasilnya belum selalu sempurna karena masih perlu dilakukan pengecekan ulang oleh manusia. Di sisi lain, ada kekhawatiran bahwa beberapa perusahaan mungkin menggunakan alasan transformasi AI untuk mengurangi jumlah pegawai lewat pemutusan hubungan kerja agar biaya operasi bisa ditekan. Praktek ini dikenal dengan istilah 'AI washing' dan menimbulkan kekhawatiran baru di dunia kerja. Secara keseluruhan, perubahan yang dibawa oleh AI saat ini bukanlah hal yang akan terjadi di masa depan jauh, tapi sudah mulai berlangsung sekarang. Oleh karena itu, kita harus siap menghadapi bagaimana cepat dan besar dampak AI terhadap pekerjaan di seluruh dunia, terutama pekerjaan profesional di kantor.
19 Feb 2026, 07.00 WIB

Inovasi AI IsoDDE dari Isomorphic Labs Mempercepat Penemuan Obat dengan Akurasi Tinggi

Inovasi AI IsoDDE dari Isomorphic Labs Mempercepat Penemuan Obat dengan Akurasi Tinggi
Setelah Google DeepMind meluncurkan AlphaFold3 yang revolusioner dalam memprediksi struktur protein, spin-off mereka, Isomorphic Labs, menciptakan model AI baru bernama IsoDDE. Model ini dikembangkan untuk memudahkan dan mempercepat penemuan obat dengan memprediksi bagaimana protein berinteraksi dengan obat-obatan secara lebih tepat. Keunikan dari IsoDDE adalah kemampuannya dalam memprediksi interaksi protein dengan molekul yang sangat berbeda dari data yang sudah pernah dipelajari model itu sebelumnya. Ini merupakan sebuah terobosan karena tantangan utama dalam penggunaan AI adalah tetap akurat saat menjumpai data baru yang belum dikenal. Berbeda dengan AlphaFold yang dibuka untuk umum, IsoDDE bersifat rahasia dan dimiliki secara eksklusif oleh Isomorphic Labs. Hal ini membuat para ilmuwan di luar perusahaan sulit mengikuti atau memanfaatkan teknologi tersebut, meski potensi manfaatnya sangat besar untuk pengembangan terapi baru. Model ini juga mampu mengungguli model open-source seperti Boltz-2 dan metode fisika tradisional dalam mengukur afinitas pengikatan, sebuah parameter penting untuk memilih kandidat obat yang efektif. Kemampuannya juga tampak sangat baik dalam memprediksi interaksi antibodi dengan targetnya, yang sangat penting dalam pengembangan terapi biologis. Secara keseluruhan, IsoDDE adalah langkah besar berikutnya dalam penggunaan AI untuk penemuan obat, namun sifatnya yang tertutup dapat menimbulkan tantangan tersendiri bagi kolaborasi dan pengembangan ilmu pengetahuan yang umumnya mengandalkan akses terbuka.
19 Feb 2026, 03.22 WIB

Strategi Penting untuk Startup AI di Tengah Tantangan Pendanaan dan Infrastruktur

Pendiri startup saat ini menghadapi tekanan besar untuk bergerak lebih cepat dalam menerapkan kecerdasan buatan (AI) sambil menghadapi pembiayaan yang semakin sulit dan biaya infrastruktur yang terus meningkat. Meskipun tersedia kredit cloud gratis dan akses ke teknologi canggih seperti GPU, tantangan sebenarnya muncul ketika mereka mulai masuk ke fase penggunaan berbayar dan harus mengelola anggaran dengan ketat. Dalam podcast Equity, Rebecca Bellan berbicara dengan Darren Mowry dari Google Cloud yang memiliki wawasan mendalam tentang ekosistem startup saat ini. Mereka membahas bagaimana banyak startup terjebak dalam keputusan infrastruktur awal yang kini berdampak pada biaya dan performa saat mereka tumbuh. Google Cloud juga bersaing ketat dalam menyediakan solusi yang paling cocok bagi startup AI yang ingin berkembang cepat dan hemat biaya. Mowry memberikan perspektif mengenai pentingnya pendiri startup untuk memahami dan merencanakan penggunaan komputasi awan dan AI dengan matang. Pilihan infrastruktur awal bukan hanya soal mudah mendapatkan akses, tapi juga harus memperhitungkan daya tahan bisnis dalam jangka panjang. Kesalahan dalam memilih dapat menyebabkan biaya tak terduga yang memberatkan startup. Diskusi tersebut juga menyoroti keterbatasan pendanaan yang memaksa startup untuk menunjukkan hasil nyata lebih cepat dari sebelumnya. Hal ini membuat pendiri harus pintar-pintar mengatur sumber daya yang ada, memanfaatkan kredit cloud secara efisien, serta memikirkan strategi pemanfaatan AI yang dapat memberikan keunggulan kompetitif dengan biaya yang terkontrol. Podcast ini menjadi sumber insight berharga bagi komunitas startup dan mereka yang tertarik pada teknologi AI. Pendengar bisa mendapatkan gambaran bagaimana tren terbaru, tantangan, dan peluang di dunia startup teknologi akan berjalan ke depan, terutama dalam menghadapi tekanan biaya dan kebutuhan akan inovasi yang cepat.
18 Feb 2026, 05.32 WIB

Diskon Headphone Sony WH-1000XM6 Bikin Fitur Noise Canceling Makin Menarik

Sony WH-1000XM6 adalah headphone noise-canceling terbaru yang mendapat perhatian karena kualitas dan fitur unggulannya. Kini, headphone ini sedang mendapat diskon besar menjadi Rp 6.15 juta ($368) di Amazon, membuatnya lebih terjangkau daripada biasanya. Kelebihan utama WH-1000XM6 adalah teknologi chipset terbaru yang memberikan noise cancellation paling kuat dari Sony, membuat suara bising di sekitar dapat diredam lebih efektif. Selain itu, ada peningkatan kualitas suara berkat driver baru dan kemampuan menyesuaikan EQ sesuai selera. Dari sisi desain, headphone ini tetap foldable seperti model sebelumnya sehingga mudah dibawa jalan-jalan. Sony juga memperbaiki kenyamanan dengan headband yang lebih lebar dan ear cup yang dapat dilepas, cocok untuk penggunaan lama tanpa merasa lelah. Soal baterai, WH-1000XM6 mampu bertahan hingga 30 jam dengan ANC aktif, dan bisa diisi daya sambil digunakan melalui kabel dan port USB-C terpisah. Fitur ini berguna bagi pengguna yang sering memakai headphone dalam jangka waktu lama. Dengan penawaran harga saat ini, WH-1000XM6 menjadi pilihan yang layak dibandingkan model terdahulu, terutama bagi mereka yang mengutamakan kualitas suara, kenyamanan, dan teknologi noise cancellation paling mutakhir.
16 Feb 2026, 18.29 WIB

ByteDance Didesak Tangani Pelanggaran Hak Cipta AI Video Generator Seedance 2.0

ByteDance mengembangkan sebuah alat video AI bernama Seedance 2.0 yang mampu membuat video dengan wajah dan karakter sangat mirip dengan aktor dan tokoh terkenal. Namun muncul masalah besar karena banyak video ini menampilkan tokoh seperti Tom Cruise, Brad Pitt, dan karakter dari Dragon Ball Z maupun Pokémon tanpa izin. Disney dan Paramount, dua studio film besar, mengirim surat peringatan hukum kepada ByteDance karena mereka menuduh bahwa alat ini melanggar hak cipta dengan menggunakan karakter milik mereka secara tidak sah. Mereka meminta ByteDance untuk menghentikan produksi dan penyebaran video tersebut. Selain studio, organisasi seperti Motion Picture Association dan serikat pekerja aktor SAG-AFTRA juga mengecam keras penggunaan wajah dan suara aktor tanpa izin. Mereka menilai ini merugikan aktor secara ekonomi dan melanggar prinsip etika serta hukum yang berlaku. Menanggapi hal ini, ByteDance menyatakan bahwa mereka menghormati hak cipta dan sudah mulai meningkatkan pengamanan sistem agar tidak terjadi penyalahgunaan. Mereka tengah berupaya mengatur agar pengguna tidak dapat membuat video tidak sah memakai karakter atau wajah yang dilindungi hak cipta. Kasus ini menunjukkan bagaimana kemajuan teknologi AI harus diimbangi dengan aturan etika dan hukum yang jelas agar tidak merugikan pihak lain, terutama di industri hiburan yang bergantung pada perlindungan hak karya dan penciptaan konten asli.
15 Feb 2026, 23.40 WIB

Diskon Teknologi Terbesar Februari: Manfaatkan Penawaran Hari Presiden Sekarang!

Setelah periode liburan yang biasanya membuat penawaran diskon menjadi lesu, bulan Februari kembali menghadirkan berbagai penawaran menarik berkat momen seperti Hari Valentine, Super Bowl, dan Hari Presiden. Retailer besar mulai menawarkan diskon menarik untuk produk-produk teknologi dalam berbagai kategori, sehingga ini menjadi waktu yang tepat bagi pembeli yang telah menunggu untuk membeli gadget dan perangkat elektronik hi-tech. Beberapa produk populer yang sedang mendapat harga spesial antara lain Apple Watch Series 11, berbagai tipe headphone premium seperti Sony WH-1000XM6 dan AirPods Max, serta soundbar dan speaker dari merek Sonos dan JBL. Diskon ini memungkinkan pembeli mendapatkan teknologi terbaru dengan harga lebih terjangkau, membantu meningkatkan pengalaman penggunaan gadget harian mereka. Penawaran juga meluas ke perangkat streaming seperti Amazon Fire TV Stick 4K Plus, headphone tahan air dan nyaman untuk olahraga seperti Beats Powerbeats Pro 2, hingga smart home device seperti Echo Dot Max dan kamera pengawas Blink Mini. Berbagai opsi dari entry-level hingga high-end tersedia dengan potongan harga signifikan yang sayang untuk dilewatkan. Selain itu, terdapat promo untuk robot pembersih dari Eufy dengan harga yang sangat menarik, serta produk unik lain seperti Mill Food Recycler yang membantu mengelola limbah makanan secara efisien. Diskon pada perangkat pintar dan elektronik ini menunjukkan trend peningkatan pemanfaatan teknologi rumah tangga yang semakin modern dan praktis. Para konsumen disarankan untuk menggunakan kesempatan ini dengan bijak, memilih perangkat yang benar-benar diperlukan, dan membandingkan harga di beberapa marketplace seperti Amazon, Best Buy, Walmart, dan toko resmi lainnya. Dengan demikian, mereka dapat memaksimalkan manfaat dari penawaran selama Hari Presiden dan meningkatkan kualitas teknologi yang dimiliki.
14 Feb 2026, 15.00 WIB

Celah Keamanan Robot Vacuum DJI Romo Buka Akses Ribuan Perangkat Global

Sammy Azdoufal berusaha mengendalikan robot vacuum DJI Romo miliknya dengan menggunakan gamepad PS5, tapi menemukan bahwa server DJI yang digunakan ternyata mengizinkan akses ke ribuan robot selain miliknya. Hal ini membuatnya bisa melihat video langsung, lokasi, dan peta ruangan tempat robot-robot itu beroperasi. DJI menggunakan sistem komunikasi MQTT untuk robot vacuum mereka, yang secara rutin mengirimkan data ke server pusat. Namun, sistem ini memiliki masalah besar dalam validasi akses sehingga seseorang yang sudah memiliki token akses sendiri bisa melihat data dari ribuan perangkat lain tanpa izin. Setelah Azdoufal melaporkan masalah ini, DJI mengaku telah melakukan perbaikan sejak bulan Februari. Namun, perbaikan awal tidak diterapkan ke semua server sehingga celah masih bisa dimanfaatkan. DJI baru benar-benar menutup celah ini setelah pengujian dan pelaporan ulang. Meskipun data komunikasi enkripsi menggunakan TLS, metode ini hanya mengamankan jalur data, bukan isi data di server yang bisa diakses oleh klien yang sudah terautentikasi. Hal ini menjadi kelemahan serius yang membuka risiko penyalahgunaan data, khususnya privasi pengguna yang memiliki robot dengan kamera dan mikrofon di rumah. Kasus ini menimbulkan pertanyaan besar tentang keamanan data perangkat IoT khususnya robot vacuum dengan kamera, dan perlunya perusahaan seperti DJI meningkatkan protokol keamanan mereka serta transparansi dalam menangani laporan kerentanan agar kepercayaan pengguna tetap terjaga.
Sebelumnya
Setelahnya

Baca Juga

  • Lompatan Teknologi Global

  • Dari Reaktor ke Ramadan

  • Jejak Teknologi Masa Depan

  • Robot humanoid tampilkan kung fu mabuk dengan nunchaku di Gala Musim Semi China

  • Gelombang Teknologi Pintar

  • Dinamika AI Global 2026

  • Humanoids go mainstream as China’s robotics champions appear at CCTV spectacle

  • Sorotan Inovasi Global: Sains & Teknologi

  • Frontier Otomasi & AI

  • AI menciptakan hewan buatan yang seiring waktu mengembangkan penglihatan yang berfungsi tanpa instruksi