AI Diprediksi Otomatisasi Pekerjaan Kantoran dalam 12-18 Bulan Mendatang
Courtesy of CNBCIndonesia

AI Diprediksi Otomatisasi Pekerjaan Kantoran dalam 12-18 Bulan Mendatang

Memberikan peringatan dan informasi tentang transformasi besar yang akan terjadi di dunia kerja akibat adopsi kecerdasan buatan, terutama otomatisasi pekerjaan kantoran, serta menggambarkan kekhawatiran sekaligus peluang bagi para profesional dan investor.

19 Feb 2026, 08.25 WIB
211 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Otomatisasi pekerjaan white collar oleh AI diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat.
  • Kualitas output AI masih perlu diverifikasi oleh manusia untuk memastikan akurasi.
  • Transformasi pasar kerja akibat AI sedang berlangsung dan akan berdampak signifikan pada jutaan pekerja.
Jakarta, Indonesia - Dalam dunia kerja saat ini, penggunaan kecerdasan buatan (AI) berkembang dengan sangat cepat, sampai-sampai para pemimpin teknologi memperingatkan pekerjaan kantoran bisa segera diotomatisasi. CEO Microsoft AI, Mustafa Suleyman, mengatakan bahwa dalam 12 hingga 18 bulan ke depan, sebagian besar pekerjaan yang biasanya dilakukan manusia di kantor akan dikerjakan oleh AI.
Tidak hanya Suleyman, CEO dari perusahaan-perusahaan teknologi lain seperti Dario Amodei dari Anthropic dan Sam Altman dari OpenAI juga mengungkapkan kekhawatiran tentang pengaruh AI terhadap pekerjaan. Mereka memprediksi bahwa pekerjaan entry-level bisa banyak yang hilang karena digantikan teknologi AI yang makin pintar dan mampu melakukan tugas profesional.
Microsoft bahkan mengklaim bahwa lebih dari seperempat kode perangkat lunak yang dibuat oleh programmer saat ini dibuat dengan bantuan AI. Hal ini menunjukkan bahwa otomatisasi sudah mulai terjadi, khususnya di bidang pengembangan perangkat lunak. Namun, walaupun AI dapat membantu, kualitas hasilnya belum selalu sempurna karena masih perlu dilakukan pengecekan ulang oleh manusia.
Di sisi lain, ada kekhawatiran bahwa beberapa perusahaan mungkin menggunakan alasan transformasi AI untuk mengurangi jumlah pegawai lewat pemutusan hubungan kerja agar biaya operasi bisa ditekan. Praktek ini dikenal dengan istilah 'AI washing' dan menimbulkan kekhawatiran baru di dunia kerja.
Secara keseluruhan, perubahan yang dibawa oleh AI saat ini bukanlah hal yang akan terjadi di masa depan jauh, tapi sudah mulai berlangsung sekarang. Oleh karena itu, kita harus siap menghadapi bagaimana cepat dan besar dampak AI terhadap pekerjaan di seluruh dunia, terutama pekerjaan profesional di kantor.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260219080004-37-711987/bos-microsoft-bilang-waktu-pegawai-kantoran-tinggal-18-bulan-lagi

Analisis Ahli

Mustafa Suleyman
"AI akan mengotomatisasi sebagian besar pekerjaan white collar dalam waktu dekat, sehingga peran manusia harus bertransformasi."
Dario Amodei
"Hingga 50% pekerjaan entry-level bisa dihilangkan oleh AI, yang berarti transformasi pasar kerja yang besar."
Sam Altman
"AI bisa menghancurkan beberapa kategori pekerjaan tertentu, menuntut adaptasi tingkat global."

Analisis Kami

"Meskipun otomatisasi AI membawa potensi efisiensi besar, risiko hilangnya banyak pekerjaan entry-level harus diantisipasi dengan langkah strategi pelatihan ulang tenaga kerja dan kebijakan perlindungan sosial. Di sisi lain, peran manusia akan semakin bergeser ke fungsi kreatif dan pengawasan, sehingga adaptasi cepat menjadi kunci keberhasilan dalam era AI ini."

Prediksi Kami

Dalam 1-2 tahun ke depan, akan terjadi percepatan otomatisasi pekerjaan kantor yang menyebabkan perubahan besar di pasar tenaga kerja, termasuk pengurangan besar tenaga kerja entry-level dan pergeseran peran menuju tugas yang lebih strategis dan pengawasan teknologi.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang diprediksi oleh Mustafa Suleyman tentang pekerjaan white collar?
A
Mustafa Suleyman memprediksi bahwa sebagian besar pekerjaan white collar akan terotomatisasi dalam 12 hingga 18 bulan ke depan.
Q
Apa dampak dari peluncuran agen AI oleh Anthropic?
A
Peluncuran agen AI oleh Anthropic memicu kekhawatiran di pasar saham tentang dampak yang dapat ditimbulkan oleh AI terhadap pekerjaan.
Q
Mengapa ada kekhawatiran mengenai otomatisasi pekerjaan akibat AI?
A
Kekhawatiran muncul karena banyak pekerjaan manusia, terutama di sektor perkantoran, berpotensi diambil alih oleh AI.
Q
Apa yang dimaksud dengan 'AI washing'?
A
'AI washing' adalah praktik perusahaan yang menggunakan narasi transformasi AI untuk justifikasi pemutusan hubungan kerja demi efisiensi biaya.
Q
Bagaimana peran engineer berubah dengan adanya AI?
A
Peran engineer bergeser menjadi lebih strategis, berfokus pada debugging, arsitektur sistem, dan implementasi produksi dengan adanya AI.