Inovasi AI IsoDDE dari Isomorphic Labs Mempercepat Penemuan Obat dengan Akurasi Tinggi
Courtesy of NatureMagazine

Inovasi AI IsoDDE dari Isomorphic Labs Mempercepat Penemuan Obat dengan Akurasi Tinggi

Menginformasikan tentang inovasi model AI IsoDDE dalam penemuan obat yang lebih akurat dalam memprediksi interaksi protein dan obat, sekaligus menyoroti tantangan keterbukaan teknologi dalam riset ilmiah.

19 Feb 2026, 07.00 WIB
172 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Isomorphic Labs telah mengembangkan model AI baru yang lebih canggih untuk penemuan obat.
  • IsoDDE mampu memprediksi interaksi protein dengan akurasi tinggi, membantu pengembangan obat yang lebih efektif.
  • Model ini bersifat proprietary, sehingga informasi teknisnya tidak tersedia untuk umum.
London, Inggris - Setelah Google DeepMind meluncurkan AlphaFold3 yang revolusioner dalam memprediksi struktur protein, spin-off mereka, Isomorphic Labs, menciptakan model AI baru bernama IsoDDE. Model ini dikembangkan untuk memudahkan dan mempercepat penemuan obat dengan memprediksi bagaimana protein berinteraksi dengan obat-obatan secara lebih tepat.
Keunikan dari IsoDDE adalah kemampuannya dalam memprediksi interaksi protein dengan molekul yang sangat berbeda dari data yang sudah pernah dipelajari model itu sebelumnya. Ini merupakan sebuah terobosan karena tantangan utama dalam penggunaan AI adalah tetap akurat saat menjumpai data baru yang belum dikenal.
Berbeda dengan AlphaFold yang dibuka untuk umum, IsoDDE bersifat rahasia dan dimiliki secara eksklusif oleh Isomorphic Labs. Hal ini membuat para ilmuwan di luar perusahaan sulit mengikuti atau memanfaatkan teknologi tersebut, meski potensi manfaatnya sangat besar untuk pengembangan terapi baru.
Model ini juga mampu mengungguli model open-source seperti Boltz-2 dan metode fisika tradisional dalam mengukur afinitas pengikatan, sebuah parameter penting untuk memilih kandidat obat yang efektif. Kemampuannya juga tampak sangat baik dalam memprediksi interaksi antibodi dengan targetnya, yang sangat penting dalam pengembangan terapi biologis.
Secara keseluruhan, IsoDDE adalah langkah besar berikutnya dalam penggunaan AI untuk penemuan obat, namun sifatnya yang tertutup dapat menimbulkan tantangan tersendiri bagi kolaborasi dan pengembangan ilmu pengetahuan yang umumnya mengandalkan akses terbuka.
Referensi:
[1] https://nature.com/articles/d41586-026-00365-7

Analisis Ahli

Mohammed AlQuraishi
"IsoDDE menawarkan kemajuan signifikan karena mampu memprediksi interaksi protein dan obat secara akurat, terutama pada molekul yang sangat berbeda dari dataset pelatihan, yang merupakan tantangan besar dalam bidang ini."

Analisis Kami

"IsoDDE menunjukkan bahwa perusahaan besar kini memprioritaskan perlindungan teknologi AI mereka daripada keterbukaan demi keunggulan kompetitif. Ini bisa menjadi penghalang inovasi kolaboratif di bidang penemuan obat yang sangat memerlukan transparansi dan akses luas."

Prediksi Kami

Karena IsoDDE bersifat rahasia dan eksklusif, kemungkinan besar industri farmasi akan lebih banyak mengembangkan model AI proprietary untuk riset obat, yang bisa memperlambat akses publik terhadap inovasi teknologi ini.