
Indeks Hang Seng Tech yang mencakup 30 perusahaan teknologi besar seperti Tencent, Alibaba, dan Meituan tercatat mengalami penurunan sebesar 5,5 persen tahun ini hingga akhir minggu lalu. Ini menjadi tantangan tersendiri sebab tahun sebelumnya indeks ini justru sukses mencetak kenaikan sebesar 23,5 persen, menunjukkan gejolak yang dialami pasar teknologi Hong Kong.
Sementara itu, indeks saham utama Hong Kong yaitu Hang Seng Index hanya naik tipis sebesar 0,3 persen sepanjang tahun ini. Bahkan, jika dibandingkan dengan indeks teknologi utama di Amerika Serikat, Nasdaq 100, indeks teknologi Hong Kong masih tertinggal karena Nasdaq hanya turun 0,8 persen selama periode yang sama.
Berbeda dengan kinerja indeks teknologi yang melemah, perusahaan-perusahaan AI baru yang baru terdaftar di Hong Kong justru mencatatkan lonjakan harga saham yang luar biasa. Misalnya, Zhipu AI yang harganya naik 523 persen menjadi HK$ 725, MiniMax naik 488 persen menjadi HK$ 970, dan Beijing Haizhi Technology Group naik 469 persen menjadi HK$ 154,10 dalam waktu kurang dari enam minggu setelah IPO.
Selain perusahaan AI, produsen robot seperti Shenzhen Dobot juga mendapatkan perhatian setelah robot humanoid mereka ditampilkan dalam Gala Festival Musim Semi yang disiarkan oleh CCTV, acara TV paling banyak ditonton di Tiongkok daratan. Hal ini turut meningkatkan nilai saham mereka di pasar.
Kondisi ini menunjukan bahwa meskipun indeks teknologi utama Hong Kong sedang berjuang, sektor AI dan robotika mendapatkan minat besar dari investor dan berpotensi menjadi pendorong utama pertumbuhan pasar teknologi di masa depan. Namun, tantangan tetap ada dalam memilih pemimpin industri yang tepat untuk mengembalikan performa indeks utama.