Sam Altman: Pusat Data Luar Angkasa Tidak Realistis untuk Dekade Ini
Courtesy of CNBCIndonesia

Sam Altman: Pusat Data Luar Angkasa Tidak Realistis untuk Dekade Ini

Menginformasikan pandangan Sam Altman tentang ide pembangunan pusat data di luar angkasa yang dianggap tidak realistis untuk dekade ini, serta menyoroti ketegangan antara Altman dan Elon Musk terkait masa depan teknologi komputasi AI dan infrastruktur pusat data orbital.

23 Feb 2026, 13.00 WIB
128 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Sam Altman skeptis terhadap gagasan pembangunan pusat data di luar angkasa.
  • Perbedaan pandangan antara Altman dan Musk mencerminkan ketegangan dalam industri AI.
  • Lonjakan dalam kemampuan AI memerlukan infrastruktur komputasi yang lebih besar dan lebih kompleks.
Jakarta, Indonesia - Sam Altman, CEO OpenAI, menyatakan bahwa gagasan membangun pusat data di luar angkasa saat ini adalah tidak realistis dan konyol karena biaya peluncuran yang sangat tinggi serta kesulitan teknis memperbaiki perangkat di orbit.
Pandangan ini berbeda dengan Elon Musk, pendiri SpaceX, yang mendorong penggunaan satelit dan energi surya di luar angkasa untuk menunjang komputasi AI, ide yang menurutnya bisa merevolusi teknologi.
Ketegangan antara Altman dan Musk sudah berlangsung sejak lama, terutama setelah Musk keluar dari OpenAI pada 2018 karena konflik kepentingan, dan kini mereka memiliki visi serta jalur yang berbeda dalam pengembangan teknologi AI.
Kebutuhan komputasi AI yang terus meningkat juga membawa tantangan baru terkait konsumsi energi, dan meskipun tenaga terbarukan mulai digunakan, solusi stabil dan siap pakai untuk skala besar masih belum tersedia.
Altman mengakui kehebatan teknis Musk, namun menganggap kemungkinan mereka kembali akur kecil, sementara diskusi tentang pusat data orbital masih penuh tantangan regulasi dan teknis yang besar.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260223113337-37-712984/elon-musk-ditendang-dari-perusahaan-sendiri-sekarang-dibilang-konyol

Analisis Ahli

Andrew Ng
"Membangun pusat data di orbit memang memberikan potensi energi surya yang berkelanjutan, tapi fokus utama sekarang harus pada efisiensi pusat data yang ada di bumi dan pengembangan teknologi penyimpanan energi terbarukan."
Fei-Fei Li
"Inovasi teknologi komputasi harus memperhatikan aspek biaya dan pemeliharaan yang realistis agar solusi dapat diadopsi secara luas dan efektif di masa dekat."

Analisis Kami

"Penolakan Altman terhadap pusat data orbital menunjukkan bahwa teknologi saat ini belum siap untuk skala besar dan perlu fokus pada solusi yang lebih praktis. Sementara itu, gagasan Musk meskipun ambisius, membuka peluang bagi inovasi di masa depan jika teknologi peluncuran dan perbaikan di luar angkasa bisa berkembang pesat."

Prediksi Kami

Dalam dekade ini, pusat data orbital kemungkinan besar tidak akan berkembang pesat karena tantangan biaya dan teknis, sementara persaingan antara tokoh teknologi besar seperti Altman dan Musk akan terus memengaruhi arah inovasi di bidang AI dan komputasi global.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa pendapat Sam Altman tentang pusat data luar angkasa?
A
Sam Altman menilai bahwa membangun pusat data luar angkasa adalah gagasan yang tidak realistis untuk dekade ini.
Q
Mengapa Altman menganggap ide pusat data luar angkasa konyol?
A
Altman menganggap ide tersebut konyol karena tingginya biaya peluncuran dan tantangan teknis untuk memperbaiki perangkat di luar angkasa.
Q
Apa yang menjadi perbedaan pandangan antara Altman dan Musk?
A
Altman dan Musk memiliki pandangan yang berbeda, di mana Musk mendorong pemindahan komputasi AI ke orbit, sementara Altman skeptis terhadapnya.
Q
Apa dampak lonjakan kemampuan AI terhadap infrastruktur komputasi?
A
Lonjakan kemampuan AI meningkatkan kebutuhan komputasi dan menjadi proyek yang paling mahal serta kompleks dalam sejarah modern.
Q
Siapa yang mendirikan xAI dan apa model unggulannya?
A
xAI didirikan oleh Elon Musk, dan model unggulannya adalah Grok.