
Pada Januari 2025, perusahaan kontraktor pemerintah besar bernama Conduent mengalami serangan siber dengan metode ransomware yang menyebabkan data pribadi lebih dari 25 juta orang di Amerika Serikat dicuri. Data tersebut meliputi informasi sensitif seperti nama, tanggal lahir, alamat, nomor Jaminan Sosial, serta data kesehatan dan asuransi yang sangat penting untuk privasi individu.
Conduent adalah penyedia layanan cetak, pengolahan dokumen, dan pembayaran yang melayani operasi bantuan pemerintah dan tunjangan pengangguran di berbagai negara bagian AS. Karena layanannya sangat luas, data yang bocor memengaruhi populasi yang sangat besar, dengan laporan menunjukkan bahwa layanan mereka menjangkau lebih dari 100 juta orang.
Perusahaan kurang transparan dalam memberi informasi terkait penyebab dan skala kebocoran data ini. Bahkan, halaman pemberitahuan insiden mereka sengaja disembunyikan dari hasil pencarian di internet, sehingga masyarakat yang ingin tahu akan kesulitan mendapatkan informasi yang benar dari perusahaan mengenai kejadian ini.
Negara bagian Oregon dan Texas menjadi yang paling terdampak dengan jutaan data warga yang terpapar akibat pelanggaran ini. Selain itu, beberapa negara bagian lain seperti Massachusetts, New Hampshire, dan Washington juga terpengaruh dalam skala lebih kecil. Informasi pribadi yang bocor dapat memungkinkan penyalahgunaan data, seperti pencurian identitas dan penipuan.
Kasus Conduent ini menjadi salah satu dari pelanggaran data terbesar di Amerika Serikat, meskipun masih kalah besar dibanding serangan ransomware pada Change Healthcare yang memengaruhi 190 juta orang. Insiden ini menekankan pentingnya perusahaan-perusahaan besar untuk meningkatkan keamanan siber dan transparansi kepada publik terkait insiden serangan yang terjadi.