Aktivitas peretasan oleh kelompok hacker Iran MuddyWater telah berlangsung sejak awal Februari 2026 dengan menyusup ke jaringan berbagai organisasi di Amerika Serikat, Israel, dan Kanada. Kedatangan mereka memanfaatkan ketegangan geopolitik yang melibatkan serangan militer AS dan Israel pada 28 Februari 2026.
Peneliti menemukan dua backdoor baru bernama Dindoor dan Fakeset yang digunakan untuk mengendalikan sistem korban secara remote. Malware ini ditemukan di bank, perusahaan teknologi, bandara, dan organisasi non-profit, memperlihatkan rentang target yang luas dan beragam.
Walaupun hingga kini belum ada serangan siber dengan efek merusak besar, posisi hacker yang sudah menancapkan akses sejak lama menunjukkan potensi ancaman besar di masa depan. Organisasi harus meningkatkan keamanan siber untuk mencegah serangan yang lebih serius seiring peningkatan ketegangan regional.