Cina mengumumkan rencana untuk meningkatkan belanja penelitian dan pengembangan (R&D) sebesar minimal 7% per tahun selama lima tahun ke depan, sebagai bagian dari rencana lima tahun ke-15 yang sedang direview. Pemerintah juga menaikkan anggaran sains dan teknologi tahunan hingga 426 miliar yuan, meningkat 10% dari tahun sebelumnya.
Sejak dua dekade terakhir, pengeluaran R&D Cina melonjak pesat, melebihi 3,9 triliun yuan (sekitar Rp 9.47 quadriliun (US$567 miliar) ) tahun lalu. Meskipun selama ini R&D didominasi perusahaan milik negara dan laboratorium pemerintah, kini pemerintah ingin mendorong dominasi perusahaan swasta dalam riset dan pengembangan untuk mempercepat inovasi.
Dengan investasi konsisten yang besar, Cina berharap dapat menarik talenta global dan memperkuat posisinya sebagai pemimpin teknologi dunia, khususnya di bidang kecerdasan buatan yang ditargetkan sebagai kekuatan utama pada tahun 2030. Langkah ini menegaskan peran sentral ilmu pengetahuan dan teknologi dalam strategi pembangunan ekonomi dan geopolitik negara.