Fokus

Gelombang Kritikan Ring

Share

Artikel-artikel ini mengeksplorasi kontroversi seputar Ring, perangkat pengawasan pintar milik Amazon. Mulai dari kekhawatiran privasi, reaksi negatif terhadap iklan Super Bowl, hingga masalah fitur AI pada Search Party.

28 Feb 2026, 09.55 WIB

Mengapa Konsumen Mudah Lupa Backlash Privasi Ring dan WhatsApp?

Mengapa Konsumen Mudah Lupa Backlash Privasi Ring dan WhatsApp?
Iklan Ring saat Super Bowl mengangkat kontroversi tentang pengawasan yang aktif terus-menerus, yang memicu reaksi negatif dari konsumen. Iklan itu menggunakan kisah tentang anjing hilang untuk menarik simpati, tapi banyak yang mengkritik bahwa ini mendorong pengawasan berlebihan dan kebiasaan pengawasan permanen. Sebelumnya, Ring pernah menghadapi masalah privasi serius antara 2019 hingga 2022 yang membuat mereka harus menyelesaikan kasus dengan FTC, termasuk membatalkan portal akses untuk penegak hukum. Rencana kerja sama Ring dengan Flock Safety yang serupa memicu dugaan Ring ingin menghidupkan kembali akses tersebut, sehingga memperparah backlash yang muncul. Kasus ini mirip dengan kontroversi kebijakan privasi WhatsApp pada 2021, yang memaksa pengguna menerima syarat baru dengan dugaan berbagi data ke Facebook. Meski ada peningkatan besar pada pengunduhan aplikasi alternatif seperti Signal dan Telegram, penggunaan WhatsApp sendiri hampir tidak berkurang dalam jangka panjang. Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun ada reaksi keras dari konsumen terhadap isu privasi dan pengawasan, biasanya hanya berlangsung sementara. Konsumen cenderung kembali menggunakan produk yang bermasalah tanpa tekanan berkelanjutan untuk perubahan atau reformasi. Untuk menghentikan pola berulang ini, masyarakat perlu mengubah sikapnya secara mendalam terhadap pengawasan dan dampaknya bagi kebebasan serta privasi. Tanpa kesadaran dan tindakan nyata yang konsisten, praktik pengawasan berlebihan akan terus terjadi tanpa perubahan berarti.
20 Feb 2026, 02.40 WIB

Kontroversi Kamera Ring dan Bahaya Pengawasan Massal Berbasis AI

Kontroversi Kamera Ring dan Bahaya Pengawasan Massal Berbasis AI
Ring, perusahaan kamera keamanan rumah, baru-baru ini menghadapi kritik setelah meluncurkan fitur Search Party yang menggunakan teknologi AI untuk membantu menemukan barang hilang lewat rekaman kamera yang diaktifkan secara default. Iklan mereka juga mendapat reaksi negatif karena menggambarkan peta dengan cincin biru yang memicu kekhawatiran pengawasan. CEO Ring, Jamie Siminoff, berusaha menjelaskan bahwa kamera mereka tidak digunakan sebagai alat pengawasan massal dan bahwa pengguna memiliki kontrol penuh atas rekaman yang mereka bagikan, terutama dengan adanya fitur Community Requests yang memungkinkan berbagi rekaman kepada polisi secara sukarela. Namun, kekhawatiran publik tetap ada, terutama terkait bagaimana rekaman itu dapat diakses oleh pihak berwenang dan potensi penggunaan AI yang dapat menimbulkan kesalahan dan masalah keandalan. Pengguna yang terekam oleh kamera tentu tidak memiliki kontrol atas rekaman tersebut. Selain itu, kerjasama Ring dengan beberapa perusahaan teknologi penegak hukum seperti Axon dan sebelumnya Flock Safety juga menimbulkan perdebatan terkait potensi penyalahgunaan data oleh lembaga seperti ICE, meski Ring sudah membatalkan kemitraan dengan Flock Safety. Siminoff menyatakan bahwa mereka akan terus mengembangkan fitur Search Party, termasuk menambahkan kemampuan mengikuti hewan seperti kucing, tapi hal ini mengangkat pertanyaan baru tentang batasan teknologi tersebut dan risiko mengarah ke sistem pengawasan yang terlalu invasif.