TLDR
Presiden Trump mempertimbangkan opsi militer untuk mengamankan uranium Iran. Uranium yang hilang dapat digunakan untuk membuat senjata nuklir, meningkatkan kekhawatiran internasional. Perubahan kepemimpinan di Iran dapat mempengaruhi dinamika konflik dan program nuklir negara tersebut. Presiden Donald Trump mempertimbangkan kemungkinan pengerahan pasukan khusus AS untuk mengamankan uranium near bomb grade yang hilang di Iran. Konflik antara Israel dan Iran serta pemberhentian inspeksi IAEA menimbulkan ketidakpastian lokasi material nuklir tersebut. Drum uranium bernilai strategis dan kecil kemungkinannya telah diamankan oleh catuan atau dipindahkan dalam situasi perang.Material uranium ini sebelumnya disimpan di dekat kota Isfahan dengan sekitar 441 kilogram yang cukup untuk sekitar 11 senjata nuklir. IAEA kehilangan akses dan mencatat aktivitas mencurigakan di sekitar fasilitas Isfahan setelah serangan udara yang merusak pabrik nuklir Fordow dan Natanz. Ops militer Amerika dan Israel tengah melakukan penyisiran dengan dua opsi jika uranium ditemukan yaitu peluruhan di tempat atau pengangkutan ke lokasi aman.Perubahan kepemimpinan di Iran dengan Mojtaba Khamenei sebagai calon pemimpin baru menambah kompleksitas situasi. Jika uranium tidak diamankan, risiko proliferasi nuklir meningkat signifikan yang mengancam stabilitas regional dan global. Operasi militer sangat berisiko dan dapat memicu konflik lebih luas, namun tetap dipertimbangkan sebagai cara mencegah Iran membangun senjata nuklir.