Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus

Arsenal Militer Generasi Baru

Share

Kumpulan artikel ini membahas persaingan global dalam pengembangan dan penerapan teknologi militer generasi terbaru, termasuk rudal hipersonik, pesawat tempur adaptif, kapal selam nuklir, serta drone dan kapal perang otonom. Liputan mencakup uji coba senjata jarak jauh, upgrade sistem kontrol nuklir, inovasi mesin roket dan scramjet, hingga pembangunan kapal selam stealth berdaya jangkau jauh.

09 Mar 2026, 16.24 WIB

Rocket Factory Augsburg Siap Luncurkan Roket RFA ONE Pertama Tahun 2026

Rocket Factory Augsburg Siap Luncurkan Roket RFA ONE Pertama Tahun 2026
Rocket Factory Augsburg berhasil mengirim tahap pertama dan kedua roket RFA ONE ke SaxaVord Spaceport di Skotlandia sebagai bagian dari persiapan peluncuran uji orbital pertama yang dijadwalkan pada musim panas 2026. Penundaan terjadi setelah kecelakaan uji hot fire pada tahun 2024 yang merusak kendaraan peluncur awal. Setelah insiden tersebut, RFA melakukan perombakan teknis selama 18 bulan, memperbaiki mesin Helix, sistem pressurisasi tangki, dan prosedur operasi darat untuk meningkatkan keandalan roket. Mesin Helix kini sedang menjalani pengujian akhir di Kiruna, Swedia, sementara struktur roket sudah disiapkan di lokasi peluncuran. Keberhasilan peluncuran ini akan menjadikan RFA ONE sebagai solusi peluncur satelit Eropa yang mandiri dengan kapasitas pengangkutan 1.300 kg ke orbit Sun-Synchronous. Hal ini sangat penting untuk mengurangi ketergantungan Eropa pada peluncur luar negeri serta memacu persaingan antar startup peluncur dalam kawasan.
07 Mar 2026, 23.01 WIB

Kontraktor AS Setuju Tingkatkan Produksi Rudal 4 Kali Lipat Demi Kesiapan Militer

Kontraktor AS Setuju Tingkatkan Produksi Rudal 4 Kali Lipat Demi Kesiapan Militer
Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan bahwa para kontraktor pertahanan utama sepakat untuk meningkatkan produksi rudal hingga empat kali lipat setelah tekanan dari Gedung Putih. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa upaya ini sudah dimulai tiga bulan sebelum pertemuan resmi dengan para eksekutif perusahaan. Tujuan utama adalah memastikan persediaan amunisi yang cukup untuk menghadapi ketegangan global dan operasi militer yang sedang berlangsung. Beberapa perusahaan besar seperti Lockheed Martin, RTX Corporation, dan lainnya berkomitmen untuk meningkatkan produksi sistem rudal penting, termasuk THAAD, Patriot, AIM-120 AMRAAM, dan Tomahawk. Produksi berbagai jenis amunisi kelas menengah hingga atas sudah berjalan dan diperluas sesuai target pemerintah. Peningkatan ini dianggap sebagai respons langsung terhadap kekhawatiran atas penurunan kesiapan persenjataan militer AS. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan militer AS dan sekutunya di tengah situasi keamanan global yang makin tidak stabil. Dibuatnya kapasitas produksi lebih besar juga akan menjaga keseimbangan pasokan persenjataan selama operasi militer yang intensif. Komitmen dari para kontraktor menunjukkan koordinasi erat antara pemerintah dan industri pertahanan untuk menghadapi tantangan keamanan yang terus berkembang.
07 Mar 2026, 17.27 WIB

Simulasi Rudal Canggih GENESIS: Revolusi Pengujian Pertahanan Udara AS

Simulasi Rudal Canggih GENESIS: Revolusi Pengujian Pertahanan Udara AS
AeroVironment mendapat kontrak sebesar 97 juta dolar AS untuk mengembangkan simulator pengujian rudal virtual di Redstone Arsenal, Alabama. Simulator ini memungkinkan pengujian sensor dan sistem pemandu rudal dalam lingkungan virtual yang sangat realistis. Tujuannya adalah mengurangi kebutuhan peluncuran rudal asli dan mempercepat inovasi teknologi pertahanan. Simulator GENESIS menggunakan teknologi proyeksi multi-spektral yang mampu mereplikasi berbagai gelombang elektromagnetik sekaligus dengan frame rate sangat tinggi. Sistem ini juga memiliki chamber kriogenik untuk mensimulasikan kondisi ruang angkasa dan ketinggian tinggi. Metode Hardware-in-the-Loop (HWIL) membuat perangkat keras pemandu rudal merasakan situasi seperti misi nyata. GENESIS akan memperkuat kemampuan Angkatan Darat AS dalam mengembangkan dan menguji teknologi sensor rudal, sekaligus menghemat biaya dan risiko pengujian nyata yang mahal. Sistem ini juga mendukung integrasi Pertahanan Udara dan Rudal Terpadu (IAMD) yang menggabungkan berbagai elemen pertahanan. Kontrak ini menandai kemajuan besar dalam pengujian teknologi militer yang lebih canggih dan efisien.
06 Mar 2026, 18.53 WIB

Blackbeard: Rudal Hipersonik Baru AS untuk Jet Tempur F/A-18 dengan Kecepatan Super

Blackbeard: Rudal Hipersonik Baru AS untuk Jet Tempur F/A-18 dengan Kecepatan Super
Amerika Serikat mengembangkan rudal hipersonik Blackbeard yang akan diuji coba diluncurkan dari jet tempur F/A-18 Hornet untuk meningkatkan kemampuan serangan udara. Kontrak pengembangan senilai 49,9 juta dolar AS sudah diberikan untuk mendukung prototipe dan uji coba rudal ini. Rudal ini mampu terbang dengan kecepatan Mach 5 lebih dan menempuh jarak hingga 497 mil. Uji coba awal telah mencapai kecepatan sekitar Mach 4, disertai upaya produksi besar-besaran di fasilitas produksi di Rio Rancho, New Mexico. Integrasi rudal di F/A-18 akan memperluas jangkauan serang jet ini dan secara signifikan mengurangi waktu reaksi lawan. Hal ini diyakini akan mengubah taktik dan strategi militer dengan menawarkan senjata presisi dan cepat yang kompatibel dengan sistem kendali tembakan saat ini.
06 Mar 2026, 16.59 WIB

Modernisasi Sistem Kontrol Trident II Amankan Kapal Selam Nuklir AS Masa Depan

Modernisasi Sistem Kontrol Trident II Amankan Kapal Selam Nuklir AS Masa Depan
Angkatan Laut AS menugaskan General Dynamics Mission Systems dengan kontrak 255 juta dolar AS untuk modernisasi sistem kontrol tembak rudal Trident II. Sistem ini vital untuk menjaga kompatibilitas antara kapal selam Ohio dan Columbia agar tetap mampu mengoperasikan rudal balistik secara presisi. Modernisasi juga meliputi dukungan penuh hingga 2032 untuk menjaga kesiapan kapal selam nuklir generasi mendatang. Sistem kontrol tembak mengintegrasikan navigasi, komputer misi, dan peluncuran rudal, mengelola hingga 24 rudal Trident II per kapal selam Ohio. Rudal Trident II D5 adalah misil balistik laut dengan jangkauan lebih dari 7.000 km dan menggunakan teknologi Multiple Independently Targetable Reentry Vehicles (MIRV). Upgrade juga mendukung program perpanjangan umur rudal D5LE2 untuk memastikan keandalan hingga pertengahan abad ini. Program ini penting dalam menjaga kesinambungan pencegah nuklir laut AS selama transisi armada dari Ohio ke Columbia. Dengan modernisasi, AS memastikan kesiapan teknologi dan operasional kapal selam strategis dalam menghadapi tantangan keamanan global. Hasilnya, armada kapal selam nuklir akan tetap mampu menjalankan perannya sebagai pilar utama pencegah nuklir nasional di masa depan.
05 Mar 2026, 22.26 WIB

Mesin Roket Hadley H13: Terobosan Murah dan Tahan Lama untuk Peluncuran dan Hipersonik

Ursa Major mengumumkan keberhasilan uji bakar pertama mesin roket cair Hadley H13 yang telah ditingkatkan dengan performa dan ketahanan lebih baik. Mesin ini dirancang untuk aplikasi hipersonik dan peluncur kecil dengan daya dorong 5.000 lbs di permukaan laut dan 6.500 lbs di ruang vakum. Hadley H13 dibuat dengan teknologi manufaktur aditif 3D-printing sekitar 80% dan menggunakan bahan bakar oksigen cair dan kerosen dalam siklus pembakaran staged combustion. Mesin ini berhasil menggerakkan uji penerbangan hypersonic Talon Stratolaunch dengan kecepatan mendekati Mach 5. Peningkatan ini menghasilkan mesin yang lebih dapat digunakan ulang lebih dari dua kali lipat dibanding versi sebelumnya, dengan biaya per penerbangan yang lebih murah dan fleksibilitas integrasi tinggi. Keberhasilan ini membuka peluang besar untuk pengembangan sistem peluncuran ringan dan kemampuan hipersonik di masa mendatang.
05 Mar 2026, 18.08 WIB

Hermeus Terbangkan Prototipe Quarterhorse Mk 2.1 untuk Pesawat Hipersonik Masa Depan

Hermeus berhasil menerbangkan prototipe Quarterhorse Mk 2.1, pesawat tanpa awak yang dirancang untuk menguji teknologi supersonik dan hipersonik. Pesawat ini lebih besar dan lebih berat dibanding versi sebelumnya dan menggunakan mesin Pratt & Whitney F100 yang dimodifikasi untuk hasil optimal. Penerbangan pertama berlangsung di Spaceport America pada 2 Maret 2026 dengan kecepatan subsonik sebagai tahap awal pengujian. Prototipe ini memiliki desain delta-wing dan sistem variable air inlet untuk menjaga kestabilan aliran udara saat kecepatan meningkat. Hermeus mengadopsi pendekatan pengembangan iteratif dengan menguji kemampuan dan sistem secara bertahap agar dapat melanjutkan ke kecepatan supersonik. Perusahaan berharap pendekatan ini mempercepat ketersediaan teknologi hipersonik tanpa melalui proses bertahun-tahun yang biasanya lama. Keberhasilan penerbangan ini menunjukan kemajuan signifikan dalam pengembangan pesawat hipersonik di AS. Hermeus akan melanjutkan pengujian dengan versi Mk 2.2 yang fokus pada penerbangan supersonik dan akhirnya mengembangkan pesawat reusable bernama Darkhorse untuk misi pertahanan. Program ini menandai langkah penting guna memenuhi kebutuhan militer dan keamanan nasional dengan teknologi kecepatan tinggi.
04 Mar 2026, 16.09 WIB

AS Gunakan Munisi Mengendap LUCAS Dalam Serangan Presisi ke Infrastruktur Militer Iran

Operasi Epic Fury melibatkan penggunaan sistem munisi mengendap buatan AS bernama LUCAS (FLM 136) dalam kampanye bersama Israel untuk melumpuhkan infrastruktur militer Iran. Sistem ini mengoperasikan misi serang-loiter flight secara presisi di wilayah pertahanan udara yang padat dan berbahaya. LUCAS memiliki panjang sekitar 9,8 kaki dengan bobot maksimum lepas landas 180 pon, dilengkapi kemampuan beroperasi hingga 6 jam dengan jangkauan 563.27 km (350 mil) nautikal. Drone ini dapat membawa hingga 40 pon muatan peledak modular untuk menyerang target bergerak seperti peluncur rudal dan radar, diluncurkan dari kapal perang maupun posisi darat. Penggunaan LUCAS memungkinkan tekanan berkelanjutan terhadap target bernilai tinggi sambil mengurangi risiko bagi pilot dan menghemat biaya misi. Pendekatan ini menggambarkan perubahan strategi militer AS menuju penggunaan drone murah dan tahan lama sebagai pelengkap serangan presisi dalam konflik terkini.
04 Mar 2026, 07.56 WIB

Pentagon Gunakan Roket Komersial dan Cetak 3D untuk Uji Coba Senjata Hipersonik

Pentagon melalui Defense Innovation Unit meluncurkan misi Cassowary Vex yang melibatkan uji terbang demonstrator hipersonik DART AE menggunakan roket komersial HASTE dari Rocket Lab. Misi ini merupakan langkah pertama DIU mengoperasikan testbed hipersonik komersial di bawah program HyCAT. Hypersonix menyediakan kendaraan uji bermesin scramjet berbahan bakar hidrogen yang dibuat dengan teknologi cetak 3D menggunakan paduan logam tahan suhu tinggi. Modifikasi roket HASTE mendukung peluncuran suborbital untuk pengujian mesin udara dengan memisahkan payload pada ketinggian rendah. Langkah ini bertujuan mengatasi keterbatasan fasilitas uji hipersonik pemerintah yang sedikit dan mahal. Dengan platform komersial dan manufaktur aditif, Pentagon berharap siklus pengujian jadi lebih cepat dan ekonomis sehingga pengembangan senjata hipersonik bisa dipercepat.
03 Mar 2026, 19.50 WIB

Rolls-Royce Sukses Uji Mesin Baru F130 untuk B-52J Stratofortress

Rolls-Royce telah menyelesaikan pengujian penting mesin F130 yang akan menggantikan mesin lawas Pratt & Whitney TF33 pada pesawat B-52J. Pengujian dilakukan di Arnold Engineering Development Complex dan mencakup uji ketinggian serta uji operabilitas mesin. Ujian ini menunjukkan mesin siap menghadapi misi jangka panjang dan kondisi penerbangan nyata. Boeing juga menguji Integrated Drive Generator untuk memastikan mesin dapat memberikan tenaga listrik yang stabil dan andal. Rolls-Royce menegaskan mesin F130 memiliki umur panjang dan perawatan rendah serta hadir dengan kemampuan pertukaran komponen dual-pod yang memudahkan logistik. Produksi akan dilakukan di fasilitas Indianapolis dengan investasi lebih dari 1,5 miliar dolar AS dalam sepuluh tahun terakhir. Setelah pengujian ini selesai, Rolls-Royce akan melanjutkan dengan tahap integrasi sistem dan uji coba dual-pod di NASA Stennis Space Center. Data uji yang terkumpul akan digunakan untuk memodelkan kinerja mesin dalam berbagai skenario misi, memperkuat keyakinan terhadap pilihan mesin ini untuk B-52J. Hal ini menjanjikan peningkatan efisiensi dan kemampuan operasional Angkatan Udara AS.
Setelahnya

Baca Juga

  • Bitcoin di Pusaran ETF & Ketegangan Iran

  • Transformasi Teknologi: Nano, Energi, dan Robotika

  • Revolusi Mobile AI Barcelona 2026

  • AI: Terobosan & Geliat Pasar

  • Invasi Zero-Day: Dari Cisco hingga Broker Rusia

  • Guncangan Harga Gadget 2026

  • Gejolak Bumi Nusantara

  • Gempuran Rudal dan Siber Iran

  • Waspada Penipuan Digital

  • Panen THR Ojol 2026