
Robot skala serangga ini dapat melompat hingga 188 kali berturut-turut tanpa menghentikan gerakannya. Robot ini tidak menggunakan komponen elektronik seperti baterai atau prosesor, melainkan sepenuhnya mengandalkan respons material dan struktur geometrisnya. Penemuan ini membuktikan bahwa mekanisme sederhana dapat menghasilkan gerakan otomatis yang tahan lama.
Robot terbuat dari liquid crystal elastomers, material elastis yang berubah bentuk saat terkena cahaya. Material ini menyimpan energi elastik hingga mencapai titik kritis di mana ia melepaskan energi tersebut dalam bentuk lompatan. Mekanisme self-shadowing membantu material untuk mengatur siklus pendinginan dan mengembalikan bentuk awal secara otomatis tanpa sistem kontrol elektronik.
Inovasi ini membuka peluang aplikasi di bidang pemantauan kebakaran hutan, operasi di zona berbahaya, serta pengembangan pakaian adaptif yang bisa mengubah kekakuan. Teknologi ini menandai langkah penting dalam mewujudkan robotika lunak yang tahan lama, efisien energi, dan mampu beroperasi dalam kondisi ekstrem tanpa bantuan elektronik.