TLDR
Sayap robotik lunak dapat menetralkan turbulensi dengan efisiensi tinggi. Penggunaan e-skin dan proprioception memungkinkan robot untuk beradaptasi secara otomatis dengan lingkungan. Robot yang lebih lunak dan pintar dapat mengurangi konsumsi energi saat beroperasi di lingkungan laut yang dinamis. Para insinyur dari Southampton, Edinburgh, dan Delft mengembangkan sayap robot lunak yang dilengkapi dengan e-skin berbahan logam cair dan kemampuan proprioception untuk menyesuaikan bentuk secara otomatis dalam arus air yang bergolak. Sistem ini memungkinkan robot bawah laut beradaptasi sendiri agar tetap stabil dan efisien.Sayap itu mampu menetralkan hingga 87 persen turbulensi yang biasanya membuat kendaraan bawah laut konvensional kehilangan arah. E-skin berfungsi seperti saraf buatan yang merasakan dan mengontrol perubahan bentuk melalui pipa hidrolik internal, sehingga robot bisa merespons lebih cepat dan hemat energi.Teknologi ini dapat merevolusi eksplorasi bawah laut dengan robot yang lebih gesit dan hemat energi, meskipun masih ada tantangan dalam mengembangkan teknologi ini untuk kapal skala besar. Penelitian ini membuka jalan bagi perangkat lunak robotik adaptif yang dapat berjalan andal di kondisi laut nyata.