Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus

Gejolak Bumi Nusantara

Share

Kumpulan artikel ini mengulas beragam fenomena geologi dan kegempaan di Indonesia, mulai dari potensi megathrust hingga kemunculan lubang raksasa dan gunung baru. Para ilmuwan dan pakar geologi menjelaskan fakta di balik zona merah gempa, ledakan bawah tanah, serta aktivitas patahan. Informasi ini penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di seluruh nusantara.

01 Mar 2026, 13.25 WIB

Gempa Tektonik M 6,3 Guncang Fiji, BMKG Tegaskan Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Tektonik M 6,3 Guncang Fiji, BMKG Tegaskan Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa tektonik berkekuatan M 6,3 terjadi di wilayah Fiji pada 1 Maret 2026 pukul 12:44:43 WIB. Gempa ini tercatat oleh BMKG dengan episenter di laut sekitar 394 km selatan Tubou, Fiji dan kedalaman 596 km. Menurut analisis BMKG, gempa ini disebabkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Pasifik yang menyusup ke bawah Lempeng Australia dan memiliki mekanisme sesar geser naik (oblique Thrust-Fault). Meski kuat, gempa ini merupakan gempa dalam. BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia dan belum ada laporan kerusakan bangunan akibat gempa tersebut. Masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada terhadap situasi selanjutnya.
01 Mar 2026, 08.30 WIB

Peningkatan Risiko Gempa Besar Indonesia, Zona Megathrust Bertambah 14

Peningkatan Risiko Gempa Besar Indonesia, Zona Megathrust Bertambah 14
Indonesia menghadapi peningkatan risiko gempa besar karena bertambahnya zona megathrust dari 13 menjadi 14 pada Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024. Peta terbaru ini juga mencatat magnitudo maksimum gempa besar hingga 9,2 di beberapa zona seperti Aceh-Andaman dan Jawa. Anggota AIPI dan Guru Besar ITB, Iswandi Imran, menyoroti rapatan kontur bahaya gempa yang makin rapat pada peta 2024, menandakan peningkatan risiko di sejumlah wilayah. BMKG menyebut dua zona megathrust, yakni Selat Sunda dan Mentawai-Siberut, berada dalam kondisi seismic gap yang menunjukkan potensi besar energi yang tersimpan. BMKG menegaskan bahwa istilah 'tinggal menunggu waktu' bukan ramalan gempa dalam waktu dekat, melainkan informasi kesiapsiagaan berbasis data sejarah dan geologi. Hal ini penting untuk kewaspadaan publik tanpa menimbulkan kepanikan dan mendukung peningkatan mitigasi risiko bencana gempa dan tsunami di Indonesia.
01 Mar 2026, 06.30 WIB

Mengungkap Misteri Suara Langit: Fenomena Atmosfer vs Gempa Bumi

Mengungkap Misteri Suara Langit: Fenomena Atmosfer vs Gempa Bumi
Suara misterius dari langit telah terdengar sejak abad ke-19, dengan laporan-laporan terbaru muncul pada 2020 dan 2023 di Amerika Serikat. Fenomena ini memunculkan pertanyaan apakah suara tersebut berasal dari aktivitas geologis atau atmosfer. Peneliti menggunakan data seismik dan seismo akuistik dari EarthScope Transportable Array serta laporan berita untuk menganalisa asal suara. Hasil penelitian menunjukkan suara itu tidak terkait gempa bumi dan lebih mungkin berasal dari fenomena atmosfer seperti ledakan pesawat sonik atau meteorit. Penemuan ini penting untuk memahami cara suara menyebar di atmosfer serta memberikan dasar bagi penelitian mendatang untuk menjelaskan fenomena langit secara ilmiah. Dengan pemahaman ini, publik dan ilmuwan dapat lebih waspada terhadap dampak fenomena tersebut.
28 Feb 2026, 15.00 WIB

Pemetaan Patahan Aktif di Karawang untuk Mitigasi Risiko Gempa dan Bencana

Pemetaan Patahan Aktif di Karawang untuk Mitigasi Risiko Gempa dan Bencana
Badan Geologi Kementerian ESDM melakukan survei dan monitoring patahan aktif di Kabupaten Karawang untuk mengevaluasi potensi deformasi tektonik bawah tanah. Survei menggunakan gabungan data geologi permukaan, Ground Penetrating Radar, dan data seismik untuk mengidentifikasi keberadaan patahan aktif dan pola gempa di wilayah tersebut. Hasil survei diharapkan menjadi dasar dalam mitigasi bencana dan perencanaan pembangunan yang memperhatikan risiko geologi, khususnya di kawasan industri dan permukiman Karawang.
28 Feb 2026, 11.15 WIB

Fenomena Lubang Besar Aceh Tengah Bukan Sinkhole, Tetapi Longsoran Lereng

Fenomena Lubang Besar Aceh Tengah Bukan Sinkhole, Tetapi Longsoran Lereng
Fenomena lubang besar di Desa Pondok Balek, Aceh Tengah, bukanlah sinkhole melainkan longsoran lereng yang terjadi secara bertahap. Longsoran disebabkan oleh batu tufa yang rapuh, gempa bumi tahun 2013, hujan lebat, dan air permukaan dari saluran irigasi yang meningkatkan kelembaban tanah. BRIN dan Badan Geologi menekankan pentingnya mitigasi dengan pengendalian air dan sistem peringatan dini untuk mencegah risiko bencana lebih lanjut.
19 Feb 2026, 12.35 WIB

Fenomena Gunung Lumpur Grobogan: Penyebab, Dampak, dan Peluang Bisnis

Di wilayah Grobogan, Jawa Tengah, muncul sebuah gunung lumpur yang menimbulkan kegemparan masyarakat pada Maret 2024. Gunung lumpur tersebut tingginya mencapai 25 meter dan mengeluarkan semburan lumpur panas yang menyerupai letusan gunung api. Fenomena ini terjadi setelah gempa bumi berkekuatan 6,5 yang memicu aktivitas gas dan lumpur naik ke permukaan tanah. Para ahli dari Badan Geologi Kementerian ESDM dan EGSA UGM menjelaskan bahwa gunung lumpur ini terbentuk karena gas alam yang naik melalui sesar mendatar yang mudah dilalui. Semburan lumpur membawa material seperti lumpur, gas, batuan, belerang, dan garam sehingga membentuk kerucut yang khas dari mud volcano. Fenomena ini bukan hal yang luar biasa di daerah tersebut dan memang sering terjadi. Meskipun semburan lumpur panas ini tidak terlalu eksplosif seperti letusan gunung api, dampaknya tetap membahayakan lingkungan sekitar. Lahan pertanian yang berada di sekitar gunung lumpur rusak dan masyarakat kehilangan penghasilan dari pertanian. Selain itu, gas beracun seperti hidrogen sulfida dan karbon dioksida yang dikeluarkan semburan lumpur bisa berbahaya jika terhirup dalam jumlah besar. Namun, fenomena ini juga membuka peluang baru bagi warga sekitar. Contohnya adalah pengembangan sektor pariwisata dan industri kreatif yang memanfaatkan daya tarik alam mud volcano. Lumpur yang keluar juga mengandung mineral berharga seperti litium, kaolinit, dan kalsit, serta mikroorganisme unik yang menjanjikan potensi untuk aplikasi dalam industri dan konservasi lingkungan. Seiring dengan itu, mud volcano juga menjadi objek penelitian menarik bagi para ilmuwan geologi, biologi, dan lingkungan. Studi komposisi kimia lumpur panas ini membantu memahami proses kerak bumi, potensi sumber daya alam, dan dampaknya terhadap lingkungan. Pemerintah diharapkan memberikan solusi bagi masyarakat yang terdampak, serta mengoptimalkan potensi mud volcano dengan pendekatan berkelanjutan.

Baca Juga

  • Flagship & Keanehan Smartphone

  • Dinamika Industri AI

  • Gejolak Bumi Nusantara

  • Dominasi Kuantum & Transistor Tiongkok

  • Arena Dominasi Digital & Geopolitik

  • Revolusi Material Energi China

  • Guncangan Harga Gadget 2026

  • Lompatan Nuklir AS

  • Panduan Harian NYT Pips (26–28 Feb)

  • Revolusi 3D Futuristik