Para peneliti dari India, Australia, dan Inggris berhasil menciptakan katoda inovatif untuk baterai sodium-ion menggunakan campuran besi-fosfat-pirofosfat dengan struktur terowongan tiga dimensi. Tim memperkenalkan indium sebagai substitusi sebagian besi untuk meningkatkan konduktivitas material katoda sehingga ion sodium dapat bergerak lebih cepat dan lancar melalui katoda.
Mereka menggunakan efek Leidenfrost yang diadaptasi dari fenomena fisika lama untuk memproses material katoda, menghasilkan partikel berpori yang mampu menyerap elektrolit secara efisien tanpa merusak struktur kristal selama ribuan siklus pengisian. Metode ini menghindari penggunaan furnace dan menjadikan proses manufaktur lebih ramah lingkungan dan hemat energi.
Hasilnya, katoda tersebut menunjukkan energi tinggi sekitar 359 Wh/kg dan daya tahan luar biasa mampu melewati 10.000 siklus pengisian-pengosongan, bertahan jauh lebih lama dibandingkan baterai lithium-ion standar. Pencapaian ini membuka peluang besar untuk memanfaatkan baterai sodium sebagai solusi penyimpanan energi murah, efisien, dan ramah lingkungan dalam skala besar.