Horse Powertrain, sebuah perusahaan yang dibentuk dari gabungan unit mesin Geely dan Renault, baru-baru ini merilis konsep powertrain hibrida yang dapat menggunakan bensin 100% terbarukan. Perusahaan yang juga didukung oleh Aramco ini berambisi meluncurkan kendaraan demonstrator di awal 2026 sebagai bagian dari upaya mempercepat pengujian jalan.
Konsep mesin yang diberi nama H12 dikembangkan bersama Repsol, perusahaan energi besar dari Spanyol. Mesin ini mampu mencapai efisiensi termal hingga 44,2%, yang merupakan angka tinggi jika dibandingkan dengan mesin hibrida produksi saat ini. Hal ini menunjukkan fokus utama pada efisiensi maksimum dari bahan bakar berbasis sumber terbarukan.
Sistem yang diuji dengan standar WLTP menunjukkan konsumsi bahan bakar sekitar 114.26 km (71 mil) per galon. Angka ini lebih baik 40% dari rata-rata konsumsi bahan bakar kendaraan penumpang baru di Eropa pada tahun 2023. Teknologi ini memanfaatkan rasio kompresi tinggi, sistem gas buang yang direvisi, turbocharger yang dioptimalkan, dan kalibrasi transmisi khusus untuk operasi hibrida.
Bensin yang digunakan berasal dari bahan bakar terbarukan yang disuplai oleh Repsol, menjadikan penggunaan kendaraan ini lebih ramah lingkungan dengan potensi pengurangan emisi karbon sebesar hampir 2 ton per tahun dibanding kendaraan bensin konvensional, dengan asumsi jarak tempuh 7.1287.47 km (800 mil) per tahun.
Meski kendaraan listrik berkembang pesat, proyek hybrid ini tetap penting sebagai pilihan transisi, terutama untuk pasar dengan infrastruktur listrik yang belum sempurna. Berbagai produsen otomotif kini fokus mengembangkan berbagai macam solusi hibrida dan elektrifikasi untuk menghadapi dinamika energi dan regulasi di berbagai wilayah.