
The Lego Group memperkenalkan Lego Smart Bricks sebagai evolusi besar yang membawa teknologi komputer mini dalam bentuk batu bata Lego. Itu menawarkan berbagai sensor, suara sintetis, dan kemampuan NFC untuk menghadirkan interaksi baru dalam set Lego. Namun, dalam praktiknya, fitur-fitur ini kurang dimanfaatkan secara maksimal dalam set pertama yang dirilis.
Meskipun Smart Bricks menawarkan fitur canggih seperti sensor warna, gerak, dan komunikasi Bluetooth, banyak fungsi yang tidak digunakan sampai sekarang. Set awal juga memiliki masa pakai baterai kurang dari satu jam dan harga yang relatif mahal buat konsumen Lego. Interaksi antar minifigure pintar juga terbatas dan tidak menciptakan pengalaman bermain yang dinamis atau mengasyikkan bagi anak-anak reviewer.
Akibatnya, produk ini kurang mampu menjaga perhatian atau minat anak untuk bermain dalam waktu lama, sehingga Lego harus fokus mengembangkan software dan konten yang lebih menarik di masa depan. Meski begitu, beberapa set tanpa Smart Brick seperti Mos Eisley Cantina justru lebih disukai karena penggunaan Smart Tags yang imajinatif. Kesuksesan Lego Smart Bricks akan bergantung pada peningkatan teknologi dan nilai hiburan ke depannya.