
Courtesy of InterestingEngineering
Elektronik Atom-Tipis Tahan Radiasi, Revolusi Komunikasi Satelit Masa Depan
Mengembangkan sistem elektronik berbasis bahan sangat tipis dan tahan radiasi, khususnya untuk komunikasi satelit di luar angkasa, sehingga mengurangi kebutuhan pelindung berat dan memperpanjang usia perangkat elektronik di luar angkasa.
21 Feb 2026, 17.04 WIB
241 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Sistem komunikasi berbasis MoS₂ menunjukkan ketahanan yang luar biasa terhadap radiasi luar angkasa.
- Desain elektronik yang lebih ringan dapat mengurangi biaya peluncuran dan meningkatkan masa pakai satelit.
- Pengembangan teknologi atom-tipis membuka kemungkinan baru dalam desain dan aplikasi elektronik luar angkasa.
Shanghai, China - Lingkungan luar angkasa sangat berbahaya bagi perangkat elektronik karena radiasi yang kuat dapat merusak sirkuit dan mempersingkat umur satelit. Selama ini, pelindung berat digunakan untuk melindungi elektronik, tapi hal ini membuat peluncuran jadi mahal dan terbatas.
Peneliti dari Fudan University menemukan solusi dengan menggunakan molybdenum disulfide (MoS₂), bahan setebal satu lapisan atom yang sangat tahan radiasi. Karena sangat tipis, partikel energi tinggi bisa melewati tanpa merusak struktur elektroniknya.
Mereka berhasil membuat transistor dan sistem komunikasi radio frekuensi lengkap menggunakan MoS₂ pada wafer 4 inci, lalu menguji perangkat ini di laboratorium dengan radiasi gamma intens. Hasilnya, perangkat tetap stabil tanpa kerusakan.
Langkah terbesar adalah mengujinya langsung di orbit rendah Bumi selama 9 bulan. Sistem mampu mengirim dan menerima data dengan sangat baik, menunjukkan ketahanan yang luar biasa terhadap radiasi luar angkasa.
Berdasarkan data, perangkat ini diperkirakan bisa bertahan hingga 271 tahun di orbit geosinron. Jika dikembangkan lebih jauh, teknologi ini dapat merubah cara satelit diproduksi dan diluncurkan dengan biaya lebih rendah dan umur pakai lebih lama.
Referensi:
[1] https://www.interestingengineering.com/innovation/atom-thin-electronics-for-harsh-space-conditions
[1] https://www.interestingengineering.com/innovation/atom-thin-electronics-for-harsh-space-conditions
Analisis Ahli
Dr. Aulia Prasetya, Pakar Material Nano
"Penemuan ini memperlihatkan bagaimana material ultrathin dapat secara fundamental mengubah desain electronics untuk aplikasi luar angkasa, dan saya melihat masa depan pengembangan teknologi satelit akan sangat bergantung pada inovasi semacam ini."
Analisis Kami
"Terobosan ini sangat menarik karena menunjukkan potensi material 2D melampaui batas teknologi konvensional dalam lingkungan ekstrem seperti luar angkasa. Namun, tantangan integrasi dan produksi massal harus segera diatasi untuk merealisasikan aplikasi luas dalam industri antariksa."
Prediksi Kami
Di masa depan, elektronik berbahan atom-tipis seperti MoS₂ akan menggantikan chip silikon konvensional dalam satelit dan pesawat ruang angkasa, memungkinkan perangkat lebih ringan, tahan lama, dan biaya peluncuran lebih murah.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa tantangan utama yang dihadapi elektronik di luar angkasa?A
Tantangan utama adalah radiasi yang merusak sirkuit elektronik dan memperpendek umur satelit.Q
Bagaimana penelitian dari Fudan University membantu mengatasi tantangan ini?A
Penelitian ini menciptakan sirkuit dari molybdenum disulfide (MoS₂) yang sangat tipis dan tahan terhadap radiasi.Q
Apa yang menjadi bahan dasar dari sistem komunikasi atom-tipis yang dikembangkan?A
Bahan dasar dari sistem komunikasi adalah molybdenum disulfide (MoS₂) yang setipis satu lapisan atom.Q
Berapa lama sistem MoS₂ dapat bertahan di orbit geosinkron?A
Sistem MoS₂ diperkirakan dapat bertahan hingga 271 tahun di orbit geosinkron.Q
Apa hasil dari pengujian sistem dalam lingkungan radiasi luar angkasa?A
Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu beroperasi tanpa kerusakan signifikan setelah sembilan bulan di orbit.




