TLDR
Penelitian ini berhasil mengamati dan mengendalikan prethermalisation dalam sistem kuantum. Chuang tzu 2.0 sebagai komputer kuantum memainkan peran penting dalam memahami dinamika kompleks di sistem kuantum. Memahami proses dekoherensi kuantum dapat membantu dalam pengembangan operasi kuantum yang lebih efisien dan meningkatkan waktu koherensi. Para ilmuwan di Institute of Physics, Chinese Academy of Sciences, berhasil mengamati dan mengendalikan tahap prethermalisation dalam sistem kuantum menggunakan prosesor kuantum Chaung tzu 2.0 dengan 78 qubit. Tahap ini adalah fase sementara di mana sistem kuantum mempertahankan informasinya sebelum terjadinya decoherence secara penuh.Dalam komputasi kuantum, decoherence menjadi masalah utama karena menyebabkan qubit kehilangan data penting sehingga hasil komputasi tidak bisa disimpan atau diakses. Komputer klasik belum mampu menghitung atau memodelkan proses ini secara efisien karena kompleksitas ruang keadaan sistem kuantum yang sangat besar.Penelitian menggunakan Chaung tzu 2.0 menunjukkan bahwa selama prethermalisation, sistem kuantum bertahan dalam keadaan relatif stabil dan informasi yang tersimpan tidak langsung tersebar. Tahap ini mirip dengan ketika es mulai mencair tetapi suhu tetap stabil sebelum air berubah kondisi.Para peneliti juga berhasil mengatur durasi dan pola fase prethermalisation melalui kontrol khusus yang membuat mereka bisa memperpanjang atau mempersingkat periode ini sesuai kebutuhan. Pengendalian ini penting untuk menjaga informasi kuantum agar tetap utuh lebih lama.Penemuan ini membuka peluang besar dalam mengembangkan teknologi komputasi kuantum yang lebih andal, dengan potensi peningkatan masa koherensi qubit dan pengembangan metode koreksi kesalahan yang lebih efektif. Ini juga memperlihatkan kemampuan komputer kuantum mengatasi masalah yang tidak dapat diselesaikan komputer klasik.