
Bitcoin akhirnya menembus harga tertinggi sejak Februari dengan melampaui angka Rp 1.20 juta ($72.000) setelah melewati resistensi berat di level Rp 1.17 juta ($70.000) yang sebelumnya menolaknya beberapa kali. Kenaikan ini dipicu oleh perbaikan sentimen risiko global yang terjadi akibat meredanya ketegangan perang di Timur Tengah dan aliran dana yang kuat ke ETF crypto.
Pergerakan pasar juga diikuti oleh kenaikan aset kripto lainnya seperti Ether, Dogecoin, Solana, dan XRP dengan lonjakan signifikan dalam perdagangan di kawasan Asia, khususnya Korea Selatan. Pasar saham Asia menunjukkan rebound tajam setelah minggu-minggu penuh tekanan dari eskalasi konflik yang sebelumnya memicu penurunan besar.
Meskipun konflik di Timur Tengah belum usai, pasar mulai memposisikan harga dengan asumsi eskalasi lebih lanjut menjadi kurang mungkin, terutama dengan stabilisasi wilayah Selat Hormuz dan pengawalan tanker AS. Hal ini penting karena memperkecil risiko gangguan pasokan minyak, sehingga menambah kepercayaan investor dalam terus mendorong aset berisiko seperti cryptocurrency.