Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus

Kripto di Badai Global

Share

Kumpulan artikel ini mengeksplorasi dinamika pasar aset kripto, mulai dari arus masuk dana besar ke ETF Bitcoin dan pengaruhnya terhadap harga, hingga tekanan geopolitik di Timur Tengah serta kebijakan regulasi stablecoin di AS. Selain itu, dibahas juga dampak konflik Iran dan pergerakan pasar saham terhadap fluktuasi Bitcoin, serta strategi pelaku pasar dalam menghadapi debasement trade. Semua berita mencerminkan tantangan dan potensi jangka panjang aset digital di tengah ketidakpastian global.

05 Mar 2026, 14.49 WIB

Bitcoin Mendekati Level Kunci Rp 1.24 juta ($74.000) , Pertanda Awal Rally Baru atau Tren Bearish Berlanjut?

Bitcoin Mendekati Level Kunci Rp 1.24 juta ($74.000) , Pertanda Awal Rally Baru atau Tren Bearish Berlanjut?
Bitcoin kembali melonjak dengan harga yang naik lebih dari 10%, melewati Rp 1.20 juta ($72.000) dan mendekati zona penting antara Rp 1.23 juta ($73.750) hingga Rp 1.24 juta ($74.400) . Lonjakan harga ini didukung oleh arus masuk dana dari ETF yang memberikan optimisme baru bagi pasar kripto. Zona harga tersebut memiliki sejarah sebagai level support dan resistance yang sangat menentukan arah pergerakan harga Bitcoin selama dua tahun terakhir. Pada awal 2024, zona ini sempat menjadi puncak buyer fatigue dan pada tahun sebelumnya menjadi titik pembalikan tren dari downtrend ke uptrend. Hasil pergerakan harga di zona ini akan menentukan apakah Bitcoin akan memulai tren bullish yang kuat atau masih melanjutkan tren bearish. Trader dan investor harus memperhatikan aksi harga secara cermat dalam beberapa hari mendatang untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.
05 Mar 2026, 13.42 WIB

Strategi Opsi Bullish Bitcoin dari TDX Strategi untuk Minim Biaya dan Maksimalkan Keuntungan

Strategi Opsi Bullish Bitcoin dari TDX Strategi untuk Minim Biaya dan Maksimalkan Keuntungan
TDX Strategies mengusulkan strategi bearish Bitcoin yang disebut bullish risk reversal, yang menggabungkan penjualan opsi put dengan pembelian opsi call untuk mengubah profil risiko dengan biaya lebih rendah. Strategi ini memungkinkan trader mendapat eksposur terhadap potensi kenaikan harga tanpa perlu modal besar sebagai pembayaran awal. Strategi ini mengandalkan premi yang diperoleh dari penjualan opsi put out-of-the-money untuk membeli opsi call out-of-the-money, sehingga posisi menjadi hampir tanpa biaya awal. Namun, risiko berada pada kewajiban membeli Bitcoin dengan harga strike put jika harga jatuh di bawah strike tersebut, serta kemungkinan call habis tanpa nilai jika rally mengendur. Pendekatan opsi ini mencerminkan tren pemanfaatan instrumen derivatif canggih di pasar kripto dalam menghadapi volatilitas geopolitik, seperti risiko yang timbul dari konfirmasi Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi. Strategi ini dapat menarik investor yang paham opsi namun berisiko bagi pemula atau mereka yang tidak siap menghadapi potensi kerugian besar di sisi short put.
05 Mar 2026, 13.29 WIB

Bitcoin Capai Rekor Tertinggi Baru di Tengah Meredanya Ketegangan Perang Timur Tengah

Bitcoin Capai Rekor Tertinggi Baru di Tengah Meredanya Ketegangan Perang Timur Tengah
Bitcoin akhirnya menembus harga tertinggi sejak Februari dengan melampaui angka Rp 1.20 juta ($72.000) setelah melewati resistensi berat di level Rp 1.17 juta ($70.000) yang sebelumnya menolaknya beberapa kali. Kenaikan ini dipicu oleh perbaikan sentimen risiko global yang terjadi akibat meredanya ketegangan perang di Timur Tengah dan aliran dana yang kuat ke ETF crypto. Pergerakan pasar juga diikuti oleh kenaikan aset kripto lainnya seperti Ether, Dogecoin, Solana, dan XRP dengan lonjakan signifikan dalam perdagangan di kawasan Asia, khususnya Korea Selatan. Pasar saham Asia menunjukkan rebound tajam setelah minggu-minggu penuh tekanan dari eskalasi konflik yang sebelumnya memicu penurunan besar. Meskipun konflik di Timur Tengah belum usai, pasar mulai memposisikan harga dengan asumsi eskalasi lebih lanjut menjadi kurang mungkin, terutama dengan stabilisasi wilayah Selat Hormuz dan pengawalan tanker AS. Hal ini penting karena memperkecil risiko gangguan pasokan minyak, sehingga menambah kepercayaan investor dalam terus mendorong aset berisiko seperti cryptocurrency.
05 Mar 2026, 13.02 WIB

Permintaan ETF Spot Dorong Harga Bitcoin, Dinilai Sebagai Aset Lindung Geopolitik

Permintaan ETF Spot Dorong Harga Bitcoin, Dinilai Sebagai Aset Lindung Geopolitik
Bitcoin mengalami kenaikan harga dan diperdagangkan sekitar 72.500 dolar AS pada hari Kamis, didorong oleh inflow bersih dana ETF spot sebesar 155 juta dolar AS yang terjadi pada hari Rabu. Permintaan institusional terhadap ETF spot telah membuat harga Bitcoin bangkit setelah periode aktivitas lemah dan penarikan dana. Data menunjukkan total alokasi pada ETF spot Bitcoin mencapai sekitar 1,47 miliar dolar AS dalam dua minggu terakhir dan total investasi institusional sejak Februari mencapai sekitar 1,7 miliar dolar AS. Meski demikian, ada peringatan bahwa dana yang masuk ke ETF tidak selalu langsung memengaruhi harga Bitcoin di pasar spot karena adanya praktik short selling oleh authorized participants. Bitcoin semakin dilihat sebagai aset lindung nilai terhadap risiko geopolitik karena sifatnya yang bisa diperdagangkan secara nonstop dan lintas negara. Namun, analisis on-chain mengindikasikan permintaan mendasar masih lemah dan harga berpotensi mengalami tekanan karena pemegang jangka pendek kemungkinan akan menjual di kisaran harga 70.000 dolar AS.
05 Mar 2026, 06.12 WIB

Eric Trump Serang Bank Besar soal Penolakan Yield Stablecoin di Pasar Crypto

Eric Trump Serang Bank Besar soal Penolakan Yield Stablecoin di Pasar Crypto
Eric Trump, salah satu pendiri perusahaan crypto World Liberty Financial, mengkritik bank besar AS yang berusaha memblokir peluang mendapatkan yield tinggi dari stablecoin. Ia menyoroti bagaimana bank-bank seperti JPMorgan Chase dan Bank of America melobby pemerintah agar membatasi atau melarang hasil imbalan yang diberikan oleh platform crypto melalui undang-undang Clarity Act. Trump menyatakan bahwa bank hanya melindungi kepentingan mereka sendiri dengan alasan stabilitas dan keadilan. World Liberty Financial menerbitkan stablecoin bernama USD1 dan saat ini tengah mengajukan charter resmi kepada Office of the Comptroller of the Currency. Selain itu, Donald Trump dan CEO Coinbase Brian Armstrong juga terlibat dalam perdebatan terkait regulasi stablecoin, dengan Armstrong menarik dukungan atas beberapa bagian dari Clarity Act. Patrick Witt dari pemerintahan juga menanggapi kritik dari CEO JPMorgan Jamie Dimon mengenai perlakuan stablecoin seperti bank. Perdebatan ini menandakan ketegangan antara inovasi di pasar crypto dengan kepentingan bank tradisional dalam mempertahankan model bisnis mereka. Regulasi yang akan hadir nanti akan berpengaruh besar pada masa depan stablecoin di AS dan kesempatan bagi konsumen untuk mendapatkan yield lebih tinggi. Negosiasi dan tekanan dari berbagai pihak dipastikan akan terus berlangsung dengan dampak luas ke sektor keuangan.
05 Mar 2026, 05.57 WIB

Ray Dalio Kritisi Bitcoin, Ahli Jelaskan Kenapa Ini Jadi Kesempatan Investasi

Ray Dalio menyatakan skeptisisme terhadap Bitcoin karena dianggap kurang stabil sebagai penyimpan nilai dibanding emas dengan alasan ketiadaan dukungan bank sentral, masalah privasi, dan ancaman teknologi kuantum. Ia juga mengkhawatirkan transparansi transaksi di Bitcoin yang bisa dimonitor dan dikontrol. Para ahli kripto seperti Matt Hougan dan Alex Thorn menanggapi kritik tersebut dengan mengatakan bahwa isu tersebut sudah lama dibahas dan tercermin dalam nilai pasar Bitcoin yang jauh lebih kecil dari emas. Mereka yakin masalah-masalah tersebut dapat diatasi seiring perkembangan teknologi dan semakin banyaknya adopsi institusional. Matthew Sigel menambahkan bahwa Bitcoin dan emas memiliki peran berbeda dalam sistem moneter modern dan digitalisasi keuangan. Ancaman komputasi kuantum adalah tantangan seluruh industri, bukan hanya Bitcoin, dan pergeseran ke aset digital makin diminati terutama oleh generasi muda, menandakan perubahan paradigma moneter.
05 Mar 2026, 04.31 WIB

Kondisi Pasar Crypto Menuju Titik Balik dengan Potensi Bull Market Baru

Pasar cryptocurrency menghadapi penurunan 44% antara Oktober 2023 dan Februari 2024 yang diduga sebagai 'crypto winter'. Namun, sentimen pasar mulai bergeser positif akibat kemajuan regulasi dan adopsi institusional baru-baru ini. Beberapa faktor mendukung pemulihan ini seperti dukungan Presiden AS terhadap CLARITY Act, akses Kraken langsung ke Federal Reserve, serta kemajuan ETF bitcoin yang diajukan oleh Morgan Stanley dengan Coinbase sebagai co-custodian. Jika momentum ini berlanjut, pasar crypto bisa memasuki fase rally yang berkelanjutan dengan potensi kenaikan harga bitcoin mencapai level resistance sekitar 75,000 USD. Namun, ada juga pengingat bahwa potensi bull trap tetap harus diwaspadai.
05 Mar 2026, 04.11 WIB

Pasar Saham Korea Jatuh, Investor Ritel Geser Fokus ke Crypto

Pasar saham Korea Selatan, diwakili indeks KOSPI, anjlok sekitar 20% dalam dua hari setelah kenaikan luar biasa hampir 180% selama 10 bulan. Penurunan ini terkait dengan ketegangan geopolitik dan runtuhnya bubble spekulasi pada saham terkait kecerdasan buatan. Investor ritel di Korea sangat aktif di pasar saham dan cryptocurrency, sering berganti fokus ketika salah satu pasar melemah. Bitcoin dan beberapa aset kripto utama naik lebih dari 7% dalam 24 jam terakhir, didukung oleh peningkatan volume perdagangan walaupun belum setinggi lonjakan spekulatif sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa ketika pasar saham melemah, perhatian investor ritel bergeser ke pasar kripto dengan risiko yang tetap tinggi. Meskipun Kimchi Premium saat ini rendah, tren ini bisa berlanjut jika ketegangan geopolitik tidak mereda, memperkuat perputaran modal di antara aset-aset spekulatif.
05 Mar 2026, 03.14 WIB

Pasar Kripto Siap Bangkit Setelah Bulan-bulan Penurunan Tajam

Pasar kripto turun sekitar 44% antara Oktober hingga Februari tetapi ada indikasi titik balik akibat perubahan signifikan. Bitcoin naik 8% dalam 24 jam terakhir, menembus level di atas 73.000 dolar AS. Ini menunjukkan potensi dimulainya fase kenaikan harga baru. Perkembangan penting termasuk intervensi Donald Trump yang meningkatkan peluang pengesahan CLARITY Act. Kraken memperoleh akun utama di Federal Reserve, membuka akses langsung ke sistem pembayaran pusat. Morgan Stanley memperkuat hubungan institusional dengan menunjuk Coinbase Custody sebagai co-custodian ETF bitcoin. Bersama dengan meningkatnya ketegangan geopolitik, jaringan blockchain dianggap sebagai solusi pembayaran alternatif yang berguna. Hal ini membuka peluang baru untuk adopsi kripto di institusi keuangan dan industri. Proses ini dapat mendorong pasar kripto ke fase pertumbuhan yang lebih stabil dan berkelanjutan.
05 Mar 2026, 00.17 WIB

Bitcoin Tembus 73.000 Dolar: Rebound atau Bull Trap yang Berbahaya?

Bitcoin berhasil menembus level psikologis 73.000 dolar AS setelah stagnasi beberapa minggu, menandakan potensi kebangkitan pasar kripto. Namun, reaksi pasar terhadap kenaikan ini diwarnai skeptisisme dan kekhawatiran banyak trader akan terjadinya bull trap. Risiko bull trap didorong oleh posisi bearish yang dominan dan tekanan jual di kisaran 72.000 hingga 76.000 dolar AS, serta ketidakpastian makroekonomi seperti ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mempengaruhi pasar global. Analis juga mencatat bahwa breakout sebelumnya pada awal tahun berakhir dengan penurunan tajam dari 98.000 menjadi sekitar 60.000 dolar AS dalam waktu singkat. Konsekuensinya, harga Bitcoin menghadapi tekanan yang kuat dan volatilitas tinggi di masa depan. Keberhasilan pemulihan jangka panjang bergantung pada apakah harga dapat kembali menembus kisaran sekitar 98.000 dolar AS untuk mengkonfirmasi struktur bullish yang baru dan stabil.
Sebelumnya
Setelahnya

Baca Juga

  • Teluk Terbakar

  • AI: Konflik & Inovasi

  • Perjudian Geopolitik: Bursa Konflik

  • Kripto di Badai Global

  • Jejak Tata Surya Purba

  • Waspada Penipuan Digital

  • Arena Dominasi Digital & Geopolitik

  • Inovasi Penunjang Koloni Lunar

  • Revolusi Mobile AI Barcelona 2026

  • Panen THR Ojol 2026