Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bitcoin Capai Rekor Tertinggi Baru di Tengah Meredanya Ketegangan Perang Timur Tengah

Finansial
Mata Uang Kripto
News Publisher
05 Mar 2026
217 dibaca
1 menit
Bitcoin Capai Rekor Tertinggi Baru di Tengah Meredanya Ketegangan Perang Timur Tengah

AI summary

Bitcoin berhasil menembus level $72,000 setelah beberapa kali mengalami penolakan.
Sentimen pasar yang positif dan aliran ETF yang kuat berkontribusi pada pemulihan harga cryptocurrency.
Konflik di Iran mempengaruhi pasar global, namun situasi terlihat semakin stabil seiring waktu.
Bitcoin akhirnya menembus harga tertinggi sejak Februari dengan melampaui angka $72.000 setelah melewati resistensi berat di level $70.000 yang sebelumnya menolaknya beberapa kali. Kenaikan ini dipicu oleh perbaikan sentimen risiko global yang terjadi akibat meredanya ketegangan perang di Timur Tengah dan aliran dana yang kuat ke ETF crypto.Pergerakan pasar juga diikuti oleh kenaikan aset kripto lainnya seperti Ether, Dogecoin, Solana, dan XRP dengan lonjakan signifikan dalam perdagangan di kawasan Asia, khususnya Korea Selatan. Pasar saham Asia menunjukkan rebound tajam setelah minggu-minggu penuh tekanan dari eskalasi konflik yang sebelumnya memicu penurunan besar.Meskipun konflik di Timur Tengah belum usai, pasar mulai memposisikan harga dengan asumsi eskalasi lebih lanjut menjadi kurang mungkin, terutama dengan stabilisasi wilayah Selat Hormuz dan pengawalan tanker AS. Hal ini penting karena memperkecil risiko gangguan pasokan minyak, sehingga menambah kepercayaan investor dalam terus mendorong aset berisiko seperti cryptocurrency.

Experts Analysis

Andreas M. Antonopoulos
Kenaikan Bitcoin melewati ambang psikologis $70,000 adalah tanda kuat bahwa adopsi dan minat institusional semakin membaik, yang memperkuat perannya sebagai aset lindung nilai.
Cathy Wood
Pemulihan pasar kripto didukung oleh inovasi keuangan dan penguatan ETF, memberikan likuiditas dan kepercayaan bagi investor besar untuk kembali masuk.
Editorial Note
Kenaikan Bitcoin yang kuat ini menunjukkan bahwa pasar mulai menganggap risiko geopolitik sudah tercermin dalam harga dan kini berfokus pada fundamental ekonomi. Namun, volatilitas tetap tinggi dan investor harus tetap waspada terhadap potensi gangguan pasar akibat ketegangan yang belum mereda sepenuhnya.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.