Bitcoin awal pekan ini reli hingga mencapai Rp 1.21 juta ($72.578) ,05 namun mulai menurun sekitar 2% menjadi Rp 1.19 juta ($71.400) setelah pasar AS dibuka pada hari Kamis. Penurunan ini terjadi bersamaan dengan pelemahan pasar saham akibat ketegangan perang di Iran yang menyulitkan stabilitas pasar global.
Pasar saham AS pada hari Kamis mengalami koreksi, dengan Dow Jones turun 1,4%, S&P 500 turun 0,7%, sementara Nasdaq hanya turun 0,4% karena sektor perangkat lunak menguat signifikan. Bitcoin dan saham teknologi biasanya bergerak seiring tapi saat ini mulai menunjukkan divergensi yang belum pasti berlanjut atau tidak.
Trader dan analis memperkirakan pergerakan Bitcoin selanjutnya akan bergantung pada data ekonomi AS mendatang dan kondisi geopolitik. Aliran dana ETF Bitcoin yang meningkat menjadi sinyal positif, namun risiko ketidakpastian pasar dan potensi koreksi harga tetap ada.