Fokus

AI menciptakan hewan buatan yang seiring waktu mengembangkan penglihatan yang berfungsi tanpa instruksi

Share

Grup ini berfokus pada perkembangan teknologi dan inovasi di berbagai industri, termasuk kecerdasan buatan dan robotika.

19 Feb 2026, 18.39 WIB

Reliance Investasi Rp 10 Triliun Bangun Infrastruktur AI di India

Reliance Investasi Rp 10 Triliun Bangun Infrastruktur AI di India
Mukesh Ambani, pemimpin perusahaan besar Reliance di India, mengumumkan rencana investasi sekitar ₹10 triliun atau sekitar Rp 1.84 quadriliun (US$110 miliar) selama tujuh tahun berikutnya untuk membangun infrastruktur teknologi AI yang besar di India. Ini termasuk pembangunan data center dan jaringan komputasi khusus AI. Proyek ini sudah dimulai dengan pembangunan data center di Jamnagar, Gujarat, dan diharapkan kapasitasnya akan bertambah besar pada pertengahan 2026. Rencana ini menjadi bagian dari usaha untuk menguatkan teknologi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada layanan AI luar negeri. Selain Reliance, ada pula grup besar lain seperti Adani yang berencana menginvestasikan Rp 1.67 quadriliun (US$100 miliar) , serta pemerintah India yang memprediksi pengeluaran teknologi AI akan mencapai Rp 3.34 quadriliun (US$200 miliar) dalam dua tahun. Perusahaan global seperti OpenAI juga berkolaborasi dengan perusahaan India. Reliance juga mengembangkan layanan AI yang akan mudah diakses melalui platform Jio, termasuk dalam berbagai bahasa lokal India, supaya teknologi AI bisa lebih diterima luas oleh masyarakat dan berbagai sektor. Usaha ini juga didukung oleh sumber energi hijau yang cukup besar dari proyek-proyek surya di beberapa wilayah. Langkah ini menegaskan bagaimana perusahaan besar di India berlomba-lomba untuk mendominasi bidang teknologi AI yang diperkirakan akan menjadi peluang terbesar di masa depan. Investasi besar ini diharapkan dapat mendorong kemajuan teknologi sekaligus menjadikan India negara yang lebih mandiri secara teknologi.
16 Feb 2026, 11.37 WIB

AI Ciptakan Hewan Digital yang Kembangkan Penglihatan Fungsional Seperti di Alam

AI Ciptakan Hewan Digital yang Kembangkan Penglihatan Fungsional Seperti di Alam
Para peneliti dari Swedia berhasil menciptakan hewan buatan di dunia digital yang secara bertahap berkembang dari makhluk sensitif cahaya sederhana menjadi makhluk dengan kemampuan penglihatan yang lengkap. Proses ini berlangsung tanpa diberikan instruksi khusus tentang bagaimana mata harus terbentuk, namun simulasi ini meniru proses evolusi alami. Dalam dunia buatan tersebut, hewan-hewan digital diberikan tugas untuk navigasi, menghindari rintangan, dan mencari makanan. Generasi demi generasi mengalami variasi dan yang paling mampu bertahan akan meneruskan sifatnya, serupa dengan proses seleksi alam di kehidupan nyata. Menariknya, jenis mata yang muncul di simulasi sangat mirip dengan yang ditemukan di alam, seperti mata kamera, mata majemuk, dan fotoreseptor tersebar. Hal ini menunjukkan bahwa evolusi digital mengikuti pola-pola yang sama dengan dunia nyata meskipun lingkungan yang dibuat sangat sederhana. Penelitian ini tidak hanya membuka wawasan baru tentang bagaimana sistem penglihatan bisa terbentuk, tetapi juga memberi alat bagi para ilmuwan untuk menjelajahi pertanyaan besar tentang evolusi dan mengapa beberapa solusi evolusioner lebih umum daripada yang lain. Lebih jauh lagi, prinsip-prinsip evolusi yang digunakan dalam simulasi ini dapat diadaptasi dalam pengembangan teknologi yang lebih robust, efisien, dan adaptif, memberi harapan bagi kemajuan teknologi dengan inspirasi dari mekanisme alam.
12 Feb 2026, 01.00 WIB

Meta Luncurkan 'Dear Algo' di Threads untuk Kontrol Konten Lebih Personal

Meta Luncurkan 'Dear Algo' di Threads untuk Kontrol Konten Lebih Personal
Meta mengembangkan sebuah fitur baru bernama 'Dear Algo' pada aplikasi Threads yang memungkinkan pengguna di Amerika Serikat untuk menyesuaikan konten yang muncul di feed mereka. Dengan mengetik 'Dear Algo' diikuti dengan keinginan mereka, pengguna dapat meminta algoritma untuk menampilkan lebih banyak atau lebih sedikit topik tertentu sesuai minat pribadi. 'Dear Algo' awalnya terinspirasi dari kebiasaan pengguna yang membuat postingan serupa sebelum fitur resmi dirilis. Fitur ini sudah diuji di beberapa negara yaitu Australia, Kanada, Selandia Baru, dan Inggris dan saat ini resmi diterapkan di AS. Perubahan yang terjadi pada feed akan berlangsung selama tiga hari setelah permintaan dibuat. Pengguna juga dapat membagikan permintaan 'Dear Algo' milik pengguna lain agar isi feed mereka bisa serupa dengan apa yang diminta. Meta mengharapkan fitur ini membuat Threads menjadi lebih bersifat personal dan relevan, baik untuk mengikuti tren maupun minat khusus yang lebih 'niche'. Connor Hayes, yang saat ini memimpin pengembangan Threads, mengatakan bahwa tahun ini fokus Meta adalah menjadikan Threads lebih dinamis dan penting dalam kehidupan sehari-hari para penggunanya. Dengan lebih dari 400 juta pengguna aktif bulanan yang sudah tercapai, Meta terus meningkatkan fitur agar platform ini semakin bernilai bagi pengguna. Meskipun Meta telah mulai menampilkan iklan secara global di Threads, mereka tetap berhati-hati dalam mengembangkan keberadaan iklan agar tidak mengganggu pengalaman pengguna hingga aplikasi ini benar-benar bernilai tinggi baik bagi pengguna maupun pengiklan.
11 Feb 2026, 06.54 WIB

CEO Boston Dynamics Robert Playter Mundur, Tantangan Baru di Industri Robotika

CEO Boston Dynamics Robert Playter Mundur, Tantangan Baru di Industri Robotika
Robert Playter yang sudah lama memimpin Boston Dynamics mengumumkan pengunduran dirinya sebagai CEO secara mendadak dan akan meninggalkan perusahaan pada akhir Februari 2024. Selama kepemimpinannya, perusahaan ini telah mengalami banyak perubahan besar, termasuk akuisisi dari Softbank ke Hyundai dan pengembangan robot humanoid terbaru, Atlas, yang kini bertenaga listrik. Boston Dynamics sangat dikenal dengan robot-robot inovatifnya, seperti Spot, Stretch, dan Atlas. Perusahaan ini kini mulai memperluas penggunaan robot Atlas ke sektor industri dengan rencana menempatkannya di pabrik mobil Hyundai pada tahun 2028. Hal ini menjadi langkah besar dalam mengkomersialisasi teknologi robotik tingkat tinggi. Persaingan di bidang robotika kini semakin ketat dengan banyak perusahaan baru, termasuk Tesla dan Figure, yang mulai mengembangkan robot dan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk aplikasi dunia nyata. Keberadaan AI berperan penting karena mampu memberi robot kemampuan dunia nyata yang lebih baik untuk berbagai tugas. Setelah pengunduran diri Playter, Amanda McMaster, CFO perusahaan, ditunjuk sebagai CEO interim sementara dewan direksi mencari pengganti permanen. Keputusan ini diharapkan dapat menjaga kelangsungan dan stabilitas pengembangan produk serta strategi bisnis Boston Dynamics. Para pakar dan tokoh internal menyatakan bahwa peran Playter sangat krusial dalam membawa Boston Dynamics dari sebuah lab riset kecil menjadi pemimpin global di bidang robotika. Kini, tantangan berikutnya adalah bagaimana perusahaan ini dapat mempertahankan posisi pasar dan terus berinovasi di tengah persaingan yang semakin sengit.