
Courtesy of InterestingEngineering
AI Ciptakan Hewan Digital yang Kembangkan Penglihatan Fungsional Seperti di Alam
Menunjukkan bagaimana AI dapat digunakan untuk menelusuri dan memahami evolusi sistem penglihatan mulai dari sensitivitas cahaya sederhana hingga kemampuan mengenali objek tanpa arahan langsung, sekaligus membuka masa depan pengembangan teknologi yang terinspirasi dari solusi evolusioner.
16 Feb 2026, 11.37 WIB
101 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Penelitian menunjukkan bahwa evolusi dapat dipelajari dan direplikasi melalui AI.
- Hewan buatan dapat mengembangkan sistem penglihatan yang mirip dengan organisme nyata.
- Metode yang digunakan dalam penelitian ini memiliki potensi untuk diterapkan dalam teknologi dan rekayasa.
Lund, Swedia - Para peneliti dari Swedia berhasil menciptakan hewan buatan di dunia digital yang secara bertahap berkembang dari makhluk sensitif cahaya sederhana menjadi makhluk dengan kemampuan penglihatan yang lengkap. Proses ini berlangsung tanpa diberikan instruksi khusus tentang bagaimana mata harus terbentuk, namun simulasi ini meniru proses evolusi alami.
Dalam dunia buatan tersebut, hewan-hewan digital diberikan tugas untuk navigasi, menghindari rintangan, dan mencari makanan. Generasi demi generasi mengalami variasi dan yang paling mampu bertahan akan meneruskan sifatnya, serupa dengan proses seleksi alam di kehidupan nyata.
Menariknya, jenis mata yang muncul di simulasi sangat mirip dengan yang ditemukan di alam, seperti mata kamera, mata majemuk, dan fotoreseptor tersebar. Hal ini menunjukkan bahwa evolusi digital mengikuti pola-pola yang sama dengan dunia nyata meskipun lingkungan yang dibuat sangat sederhana.
Penelitian ini tidak hanya membuka wawasan baru tentang bagaimana sistem penglihatan bisa terbentuk, tetapi juga memberi alat bagi para ilmuwan untuk menjelajahi pertanyaan besar tentang evolusi dan mengapa beberapa solusi evolusioner lebih umum daripada yang lain.
Lebih jauh lagi, prinsip-prinsip evolusi yang digunakan dalam simulasi ini dapat diadaptasi dalam pengembangan teknologi yang lebih robust, efisien, dan adaptif, memberi harapan bagi kemajuan teknologi dengan inspirasi dari mekanisme alam.
Referensi:
[1] https://www.interestingengineering.com/ai-robotics/ai-creates-artificial-animal-functioning-visions
[1] https://www.interestingengineering.com/ai-robotics/ai-creates-artificial-animal-functioning-visions
Analisis Ahli
Dan-Eric Nilsson
"AI memungkinkan kita untuk mengikuti evolusi sistem penglihatan secara keseluruhan tanpa intervensi, sebuah terobosan yang membuka wawasan baru dalam ilmu evolusi dan teknologi."
Analisis Kami
"Pendekatan ini sangat menjanjikan karena mampu mereplikasi proses evolusi biologis tanpa panduan eksplisit, menegaskan bahwa prinsip-prinsip dasar evolusi cukup kuat untuk diaplikasikan di berbagai domain. Namun, kesederhanaan dunia digital yang digunakan masih perlu diperluas agar bisa merefleksikan kompleksitas alam secara lebih nyata dan mendalam."
Prediksi Kami
Di masa depan, metode ini akan memungkinkan penelusuran kemungkinan evolusi lain yang belum pernah terlihat di alam, serta penerapan prinsip evolusi ini dalam pembuatan teknologi yang lebih adaptif dan tahan lama.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang diteliti oleh para peneliti di Swedia?A
Para peneliti di Swedia meneliti bagaimana hewan buatan dapat mengembangkan sistem penglihatan dari awal tanpa instruksi.Q
Bagaimana hewan buatan ini mengembangkan penglihatan?A
Hewan buatan ini mengembangkan penglihatan dengan berevolusi dari struktur sensitif cahaya sederhana menjadi mata yang berfungsi melalui generasi.Q
Apa metode yang digunakan para peneliti dalam eksperimen ini?A
Metode yang digunakan adalah menciptakan hewan virtual dan melepaskannya ke dalam dunia sintetis, mengizinkan evolusi terjadi dengan cepat.Q
Apa implikasi dari penelitian ini bagi teknologi dan evolusi?A
Penelitian ini dapat membantu dalam pengembangan teknologi yang lebih efisien dan adaptif dengan mempelajari bagaimana evolusi menyelesaikan masalah.Q
Siapa Dan-Eric Nilsson dan apa perannya dalam penelitian ini?A
Dan-Eric Nilsson adalah seorang profesor di Lund University yang memimpin penelitian ini tentang perkembangan sistem penglihatan pada hewan buatan.




