
Harga RAM kini melonjak tajam, hingga enam kali lipat, akibat permintaan dari perusahaan-perusahaan AI besar yang membutuhkan memori dalam jumlah sangat besar untuk proses data mereka. Situasi ini menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga RAM yang berdampak pada banyak jenis perangkat, termasuk smartphone, laptop, dan konsol game yang kita gunakan sehari-hari.
Meski Anda tidak membeli RAM secara langsung, kenaikan harga ini tetap akan mempengaruhi Anda karena hampir semua perangkat elektronik modern membutuhkan RAM sebagai memori utama untuk menjalankan aplikasinya. Contohnya adalah smartphone yang menjadi barang kebutuhan utama serta berbagai gadget lain seperti konsol game, laptop, dan bahkan alat-alat rumah tangga yang kini sudah terhubung ke komputer.
Beberapa perusahaan ternama sudah mengonfirmasi dampak buruk dari kelangkaan RAM ini. Qualcomm memperkirakan produksi smartphone akan menurun dan harga perangkat akan naik, sementara Apple juga merasakan tekanan pada rantai pasokan yang bisa memaksa mereka menaikkan harga iPhone. Sementara itu, konsol game terbaru dari Sony dan Nintendo diperkirakan akan mengalami penundaan atau kenaikan harga karena masalah yang sama.
Selain smartphone dan konsol, laptop juga kena imbasnya. Banyak produsen laptop besar di dunia menaikkan harga antara 10 sampai 30 persen. Bahkan perusahaan yang menjual laptop modular seperti Framework juga harus menaikkan harga produknya untuk menutupi biaya RAM yang melonjak. Hal ini mempengaruhi keputusan pembelian konsumen dan bisa menghambat pertumbuhan pasar PC di tahun-tahun berikutnya.
Para produsen RAM seperti Micron, Samsung, dan SK Hynix sudah menyiapkan pembangunan pabrik baru untuk menambah pasokan, tetapi pabrik-pabrik tersebut baru akan beroperasi nyata sekitar tahun 2028. Ini berarti krisis RAM diperkirakan akan terus berlangsung setidaknya hingga beberapa tahun ke depan, dan konsumen harus siap menghadapi harga yang lebih mahal dan ketersediaan produk yang lebih terbatas.