Rolls-Royce dan SINTEF Kembangkan Mesin Pesawat Hibrida untuk Penerbangan Ramah Lingkungan
Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
17 Feb 2026
125 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Kolaborasi antara Rolls-Royce dan SINTEF bertujuan untuk mengembangkan mesin pesawat hybrid.
Teknologi hybrid dapat mengurangi emisi CO2 pada penerbangan domestik hingga 30 persen.
Pengembangan standar industri untuk komponen mesin hybrid yang beroperasi pada tegangan tinggi sangat diperlukan.
Industri penerbangan kini mengadopsi teknologi hibrida dari dunia otomotif untuk memerangi emisi karbon yang dihasilkan oleh pesawat. Rolls-Royce dan organisasi penelitian Norwegia SINTEF bekerja sama mengembangkan mesin pesawat yang menggabungkan tenaga listrik dan bahan bakar untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi emisi.
Mesin hibrida ini menggunakan motor listrik dan mesin pembakaran yang bersama-sama menggerakkan baling-baling pesawat. Dengan teknologi ini, emisi CO2 bisa ditekan hingga 30 persen, terutama pada penerbangan jarak pendek seperti rute Trondheim ke Oslo di Norwegia.
Salah satu tantangan terbesar adalah pada isolasi listrik stator mesin yang harus tahan terhadap tegangan dan frekuensi tinggi hingga 50 kHz, tetapi saat ini belum ada standar industri yang mengaturnya. Isolasi yang baik sangat penting untuk mencegah korsleting dan menjaga umur mesin agar aman dan kuat.
Selain Rolls-Royce dan SINTEF, perusahaan seperti GE Aerospace juga membuat kemajuan dengan menguji mesin turbofan yang bisa memanfaatkan energi listrik saat mesin berjalan. Ini menandai era baru dalam teknologi mesin pesawat yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Namun, baterai masih menjadi kendala berat untuk penerbangan jarak jauh karena bobotnya yang besar. Oleh karena itu, fokus utama pengembangan mesin hibrida ini adalah untuk penerbangan jarak pendek yang lebih mudah di-elektrifikasi sekaligus membantu mengurangi emisi di sektor penerbangan yang saat ini menyumbang sekitar empat persen emisi karbon Uni Eropa.
Analisis Ahli
Torstein Grav Aakre
Pengurangan emisi berasal dari prinsip kerja mesin hibrida yang memadukan energi listrik dan bahan bakar, khususnya efektif untuk penerbangan jarak pendek yang lebih mudah di-elektrifikasi.Astrid Røkke
Isolasi pada stator harus sangat tipis tapi tahan lama untuk mendukung kinerja mesin hibrida yang bekerja pada frekuensi dan tegangan sangat tinggi, tuntutan yang belum memiliki standar industri.

