Peluncuran Berhasil, SpaceX Bawa Empat Awak ke Stasiun Luar Angkasa ISS
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
15 Feb 2026
91 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Peluncuran Falcon 9 membawa empat awak ke ISS untuk misi ilmiah.
Misi Crew-12 adalah penerbangan jangka panjang ke-12 NASA menggunakan kendaraan SpaceX.
Kapsul Crew Dragon dirancang untuk beroperasi secara otonom dan dilengkapi teknologi keselamatan canggih.
Pada tanggal 13 Februari 2026, roket SpaceX Falcon 9 berhasil meluncur dari Cape Canaveral, Amerika Serikat, membawa empat awak internasional menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Misi ini adalah bagian dari kerjasama NASA dan SpaceX untuk menjelajahi luar angkasa dengan menggunakan teknologi roket terbaru.
Keempat awak terdiri dari dua astronot NASA asal Amerika Serikat, satu astronot dari Prancis, dan satu kosmonot Rusia. Mereka akan menjalankan misi selama delapan bulan di ISS untuk melakukan berbagai penelitian ilmiah dalam kondisi mikrogravitasi yang hanya bisa ditemukan di ruang angkasa.
Roket Falcon 9 yang digunakan terdiri dari dua tahap dan dilengkapi dengan kapsul otonom bernama 'Freedom'. Peluncuran berlangsung sekitar pukul 05.15 waktu setempat dan disiarkan langsung oleh NASA bersama SpaceX sehingga publik bisa menyaksikan pemandangan dramatis peluncuran roket yang melesat ke langit pagi.
Setelah sembilan menit, tahap kedua roket mencapai kecepatan sekitar 27.360 km/jam dan melepaskan kapsul Crew Dragon menuju orbit. Tahap pertama roket yang dapat digunakan ulang dengan selamat mendarat kembali di Cape Canaveral, menandai sukses besar dalam usaha mengurangi biaya peluncuran luar angkasa.
Perjalanan ke ISS diperkirakan memakan waktu sekitar 34 jam dan keempat awak akan tiba pada sore hari tanggal 14 Februari 2026. Misi ini menandai penerbangan panjang ke-12 NASA ke ISS dengan kendaraan SpaceX, memperlihatkan kemajuan teknologi dan kolaborasi internasional dalam menjelajah ruang angkasa.
Analisis Ahli
Dr. Robert Zubrin (Ahli eksplorasi Mars dan antariksa)
Peluncuran ini merupakan tonggak penting dalam memperkirakan masa depan eksplorasi manusia di luar orbit Bumi, dimana teknologi reusable seperti Falcon 9 sangat vital untuk menekan biaya sehingga misi jangka panjang menjadi terjangkau.

