Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Roskomnadzor Perketat Blokir Telegram, Pengguna Rusia Alami Gangguan

Teknologi
Keamanan Siber
News Publisher
10 Feb 2026
1465 dibaca
1 menit
Roskomnadzor Perketat Blokir Telegram, Pengguna Rusia Alami Gangguan

TLDR

Pengguna Telegram di Rusia menghadapi pembatasan akses yang dapat mengganggu komunikasi.
Roskomnadzor berfokus pada pengawasan dan pembatasan aplikasi komunikasi yang dianggap tidak memenuhi standar keamanan.
Pendiri Telegram, Pavel Durov, sering mengkritik tindakan pemerintah terkait pembatasan kebebasan berbicara dan privasi.
Regulator komunikasi Rusia, Roskomnadzor, akan mulai memperlambat dan membatasi akses pengguna terhadap aplikasi Telegram mulai hari Selasa. Langkah ini diambil karena Telegram dianggap tidak cukup mencegah penipuan dan aktivitas kriminal di platformnya.Pengguna Telegram di Moskow, seperti Anna, mengalami kesulitan menggunakan aplikasi yang biasanya menjadi alat komunikasi utama mereka dengan teman dan keluarga. Mereka merasa khawatir harus beralih ke aplikasi lain yang kurang populer atau kurang nyaman.Sebelumnya, Roskomnadzor juga sudah membatasi panggilan di Telegram dan WhatsApp. Selain itu, pemerintah Rusia mengharuskan perangkat baru yang dijual di negara itu sudah terpasang aplikasi pesan pesan milik negara bernama Max.Pavel Durov, pendiri Telegram yang berasal dari Rusia, belum memberikan komentar langsung mengenai pembatasan ini, meski dia aktif mengkritik beberapa kebijakan sosial media di Eropa lewat akun Twitternya.Situasi ini menunjukkan semakin ketatnya kontrol pemerintah Rusia terhadap platform komunikasi digital, yang berdampak pada kebebasan berkomunikasi warga serta membuka peluang bagi aplikasi lokal tumbuh di tengah pelemahan aplikasi asing.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.