Roskomnadzor Perketat Blokir Telegram, Pengguna Rusia Alami Gangguan
Courtesy of TheVerge

Roskomnadzor Perketat Blokir Telegram, Pengguna Rusia Alami Gangguan

Memberikan informasi mengenai pengetatan pembatasan akses Telegram oleh pemerintah Rusia dan dampaknya terhadap pengguna di Rusia.

10 Feb 2026, 23.39 WIB
130 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Pengguna Telegram di Rusia menghadapi pembatasan akses yang dapat mengganggu komunikasi.
  • Roskomnadzor berfokus pada pengawasan dan pembatasan aplikasi komunikasi yang dianggap tidak memenuhi standar keamanan.
  • Pendiri Telegram, Pavel Durov, sering mengkritik tindakan pemerintah terkait pembatasan kebebasan berbicara dan privasi.
Moskow, Rusia - Regulator komunikasi Rusia, Roskomnadzor, akan mulai memperlambat dan membatasi akses pengguna terhadap aplikasi Telegram mulai hari Selasa. Langkah ini diambil karena Telegram dianggap tidak cukup mencegah penipuan dan aktivitas kriminal di platformnya.
Pengguna Telegram di Moskow, seperti Anna, mengalami kesulitan menggunakan aplikasi yang biasanya menjadi alat komunikasi utama mereka dengan teman dan keluarga. Mereka merasa khawatir harus beralih ke aplikasi lain yang kurang populer atau kurang nyaman.
Sebelumnya, Roskomnadzor juga sudah membatasi panggilan di Telegram dan WhatsApp. Selain itu, pemerintah Rusia mengharuskan perangkat baru yang dijual di negara itu sudah terpasang aplikasi pesan pesan milik negara bernama Max.
Pavel Durov, pendiri Telegram yang berasal dari Rusia, belum memberikan komentar langsung mengenai pembatasan ini, meski dia aktif mengkritik beberapa kebijakan sosial media di Eropa lewat akun Twitternya.
Situasi ini menunjukkan semakin ketatnya kontrol pemerintah Rusia terhadap platform komunikasi digital, yang berdampak pada kebebasan berkomunikasi warga serta membuka peluang bagi aplikasi lokal tumbuh di tengah pelemahan aplikasi asing.
Referensi:
[1] https://theverge.com/tech/876351/telegram-russia-restrictions

Analisis Ahli

Andrei Soldatov
"Pembatasan ini adalah bagian dari tren global di mana pemerintah menggunakan regulasi untuk mengendalikan komunikasi digital secara lebih ketat, yang seringkali menimbulkan dampak negatif pada kebebasan berinternet."
Pavel Durov
"Sebagai pendiri Telegram, Durov cenderung menganggap tindakan tersebut sebagai bentuk sensor pemerintah yang berlebihan dan berpotensi menghambat inovasi serta kebebasan berekspresi."

Analisis Kami

"Langkah Roskomnadzor bisa memperparah isolasi digital pengguna di Rusia karena Telegram merupakan alat komunikasi utama. Namun, sikap keras pemerintah ini juga membuka peluang besar bagi aplikasi lokal milik negara untuk mendapat pangsa pasar lebih luas, walaupun itu mungkin mengorbankan kebebasan berkomunikasi."

Prediksi Kami

Pembatasan akses yang terus meningkat kemungkinan akan memaksa pengguna Telegram di Rusia mencari alternatif atau mempersulit komunikasi sehari-hari, serta memperkuat kontrol pemerintah atas platform digital di negara tersebut.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang terjadi pada pengguna Telegram di Rusia?
A
Pengguna Telegram di Rusia mulai mengalami gangguan layanan setelah Roskomnadzor memperlambat dan membatasi akses ke aplikasi tersebut.
Q
Siapa yang mengatur pembatasan akses Telegram di Rusia?
A
Pembatasan akses Telegram di Rusia diatur oleh Roskomnadzor, badan komunikasi pemerintah Rusia.
Q
Apa alasan Roskomnadzor membatasi Telegram?
A
Roskomnadzor mengklaim bahwa Telegram tidak mengambil langkah yang cukup untuk mencegah penipuan dan aktivitas kriminal.
Q
Siapa Pavel Durov dan apa perannya dalam Telegram?
A
Pavel Durov adalah pendiri dan CEO Telegram, yang dikenal karena sikapnya terhadap kebebasan berekspresi dan privasi pengguna.
Q
Apa itu aplikasi Max dan hubungannya dengan Telegram?
A
Aplikasi Max adalah aplikasi pesan yang didukung negara yang diwajibkan untuk dipasang di perangkat baru yang dijual di Rusia, dan bersaing dengan Telegram.