Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus

Sorotan Inovasi Global: Sains & Teknologi

Share

Kumpulan berita ini menghadirkan terobosan dan perkembangan terkini dalam sains dan teknologi, mulai dari material canggih dan energi terbarukan, penelitian biomedis, robotika, hingga penemuan astronomi dan pemantauan cuaca. Ada juga sorotan khusus pada inovasi lokal di Indonesia dan isu lingkungan global.

10 Feb 2026, 02.53 WIB

Komet C/2026 A1 (MAPS) Bisa Jadi Bintang Cerah di Siang Hari Jika Bertahan

Komet C/2026 A1 (MAPS) Bisa Jadi Bintang Cerah di Siang Hari Jika Bertahan
Astronom berhasil menemukan sebuah komet baru bernama C/2026 A1 (MAPS) yang ternyata sangat unik karena akan sangat dekat dengan matahari. Komet ini berukuran sekitar 2,4 kilometer dan ditemukan di gurun Atacama, Chile. Saat awal ditemukan, posisi komet ini masih dua kali jarak Bumi ke matahari. C/2026 A1 masuk dalam kelompok besar komet Kreutz yang dikenal dengan julukan 'sungrazer', yaitu komet yang melintas sangat dekat dengan matahari dan biasanya hancur karena panas dan tekanan gravitasi yang amat tinggi. Komet Kreutz diyakini berasal dari sebuah komet besar yang pecah ribuan tahun lalu. Pada tanggal 4 April nanti, komet ini akan mencapai jarak terdekatnya dengan matahari, sekitar 800 ribu kilometer, yang sangat dekat dibandingkan dengan planet terdekat matahari, Merkurius. Jika komet ini dapat bertahan dari kondisi ekstrem tersebut, maka ia bisa tampil sangat terang dan bahkan terlihat dengan mata telanjang meskipun di siang hari. Selain itu, komet ini berpotensi mengeluarkan ekor yang indah seperti beberapa komet terkenal sebelumnya seperti Comet Ikeya-Seki dan Comet Lovejoy. Pengamatan terbaik akan dilakukan dari belahan bumi selatan, tapi orang di daerah utara juga bisa melihatnya saat matahari terbenam. Walaupun ada kemungkinan komet ini hancur saat mendekati matahari, jika bertahan dan menjadi sangat terang, ini akan menjadi fenomena langit yang luar biasa yang bisa dinikmati oleh banyak orang. Sebuah komet lain bernama C/2025 R3 (PanSTARRS) juga diprediksi akan tampak jelas tak lama setelah itu.
Sebelumnya

Baca Juga

  • Gelombang AI dan Intrik Teknologi

  • Dari Reaktor ke Ramadan

  • Inovasi Global & Dinamika Nusantara

  • Galaksi Inovasi & Kebijakan

  • Radar Inovasi & GeopeoTek

  • Arena Kecerdasan Buatan Global

  • Radar Inovasi Harian

  • Teknologi Frontier: Sains, Energi & Keamanan

  • Mengapa Indeks Hang Seng Tech Berkinerja Buruk Sementara Saham AI Melonjak?

  • Spektrum AI: Wearable hingga Data Center