
Harga bitcoin kembali menguat ke hampir 71,000 dolar setelah sempat turun ke area 69,000 dolar pada perdagangan awal hari Rabu di Amerika Serikat. Kripto lain seperti ether, solana, dan XRP juga mengalami lonjakan harga yang signifikan. Hal ini terjadi bersamaan dengan koreksi tajam harga minyak mentah yang turun Rp 50.10 ribu ($3) per barel secara cepat.
Harga minyak mentah WTI sempat melonjak hingga 120 dolar per barel akibat ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, sebelum turun kembali ke 85 dolar per barel pada waktu penulisan. Indeks Nasdaq berbalik menguat, dan saham terkait kripto menunjukkan performa campuran. Inflasi Februari tercatat naik 0,3% secara bulanan dan 2,4% secara tahunan, sesuai dengan ekspektasi para ekonom.
Ketegangan geopolitik dan fluktuasi harga minyak menjadi faktor utama yang menggerakkan pasar saham dan kripto minggu ini. Data inflasi yang akan datang bisa menunjukkan lonjakan akibat dampak perang AS-Iran, sehingga keputusan Federal Reserve dalam mengatur kebijakan moneter akan sangat diperhatikan oleh investor. Harga bitcoin dan pasar kripto kemungkinan sudah mengantisipasi dampak data inflasi bulan berikutnya.