Harga Bitcoin Naik Tajam Dipicu Turunnya Harga Minyak dan Gejolak Geopolitik
Courtesy of CoinDesk

Harga Bitcoin Naik Tajam Dipicu Turunnya Harga Minyak dan Gejolak Geopolitik

Menganalisis bagaimana pergerakan harga minyak dan ketegangan geopolitik mempengaruhi pasar kripto, saham, dan kebijakan moneter di Amerika Serikat, serta implikasinya bagi investor dan keputusan Federal Reserve ke depan.

11 Mar 2026, 21.21 WIB
222 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Fluktuasi harga Bitcoin dan aset kripto sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak.
  • Data inflasi CPI dapat memengaruhi keputusan yang diambil oleh Federal Reserve di masa depan.
  • Ketidakpastian geopolitik, seperti perang Iran, dapat menambah volatilitas di pasar keuangan.
Amerika Serikat - Harga bitcoin kembali menguat ke hampir 71,000 dolar setelah sempat turun ke area 69,000 dolar pada perdagangan awal hari Rabu di Amerika Serikat. Kripto lain seperti ether, solana, dan XRP juga mengalami lonjakan harga yang signifikan. Hal ini terjadi bersamaan dengan koreksi tajam harga minyak mentah yang turun Rp 50.10 ribu ($3) per barel secara cepat.
Harga minyak mentah WTI sempat melonjak hingga 120 dolar per barel akibat ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, sebelum turun kembali ke 85 dolar per barel pada waktu penulisan. Indeks Nasdaq berbalik menguat, dan saham terkait kripto menunjukkan performa campuran. Inflasi Februari tercatat naik 0,3% secara bulanan dan 2,4% secara tahunan, sesuai dengan ekspektasi para ekonom.
Ketegangan geopolitik dan fluktuasi harga minyak menjadi faktor utama yang menggerakkan pasar saham dan kripto minggu ini. Data inflasi yang akan datang bisa menunjukkan lonjakan akibat dampak perang AS-Iran, sehingga keputusan Federal Reserve dalam mengatur kebijakan moneter akan sangat diperhatikan oleh investor. Harga bitcoin dan pasar kripto kemungkinan sudah mengantisipasi dampak data inflasi bulan berikutnya.
Referensi:
[1] https://www.coindesk.com/markets/2026/03/11/bitcoin-reverses-overnight-losses-rising-to-above-usd70-000-as-oil-renews-decline

Analisis Ahli

Stephen Coltman
"Fed's choice will be critical; investors are closely watching the next Fed meeting for signs on how officials plan to react to inflation and geopolitical shocks."

Analisis Kami

"Pergerakan harga kripto yang mengikuti harga minyak dan pasar saham menunjukkan sensitivitas investor terhadap risiko geopolitik yang tinggi. Jika Federal Reserve mengambil sikap hawkish, pasar aset berisiko seperti kripto bisa mengalami tekanan tambahan meskipun potensi kenaikan harga minyak mendukung sektor energi."

Prediksi Kami

Ketegangan geopolitik dan fluktuasi harga minyak kemungkinan akan terus menjadi faktor utama yang mempengaruhi volatilitas pasar kripto dan pasar saham dalam waktu dekat, sementara Federal Reserve mungkin akan mengambil sikap yang lebih ketat dalam kebijakan moneter jika inflasi meningkat signifikan akibat kejutan minyak.