Meta Oversight Board menilai sistem Meta saat ini untuk mendeteksi dan memberi label konten AI atau deepfake tidak cukup efektif, terutama saat konflik bersenjata seperti di Timur Tengah meningkat. Kasus video AI palsu yang menunjukkan kerusakan di Israel menjadi contoh nyata kelemahan tersebut.
Saat ini, Meta terlalu mengandalkan pengungkapan sukarela dan review eskalasi manual, yang tidak mampu menangani penyebaran cepat konten misinformasi lintas platform seperti TikTok, Facebook, dan Instagram. Board mendorong agar Meta mengadopsi standar baru, memperkuat deteksi AI, dan meningkatkan transparansi serta konsistensi pelabelan AI menggunakan standar C2PA.
Jika Meta mengikuti rekomendasi ini, diharapkan pelabelan konten AI bisa lebih transparan dan menyeluruh sehingga pengguna mendapatkan akses ke informasi yang lebih akurat dan aman, terutama di masa krisis. Namun, Meta tidak wajib melaksanakan rekomendasi tersebut, sehingga keberhasilan perubahan tergantung komitmen perusahaan.