Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

YouTube Luncurkan Fitur Deteksi Deepfake untuk Lindungi Tokoh Publik

Teknologi
Kecerdasan Buatan
News Publisher
10 Mar 2026
87 dibaca
1 menit
YouTube Luncurkan Fitur Deteksi Deepfake untuk Lindungi Tokoh Publik

TLDR

YouTube meluncurkan fitur deteksi wajah untuk membantu publik figur mengawasi deepfake.
Kebijakan penghapusan konten melibatkan pertimbangan privasi dan kebebasan berekspresi.
Fitur ini terbatas untuk individu terkenal dan tidak mencakup semua orang secara umum.
YouTube meluncurkan fitur likeness detection yang memungkinkan pejabat publik, jurnalis, dan kandidat politik untuk melacak video deepfake yang menampilkan wajah mereka. Fitur ini mirip dengan sistem Content ID yang digunakan untuk hak cipta, tapi khusus mengenali wajah pengguna dalam video. Dengan fitur ini, pengguna dapat meminta penghapusan video deepfake yang tidak diinginkan berdasarkan kebijakan privasi YouTube.Untuk bergabung dalam program pilot ini, peserta harus mengirimkan rekaman video dan identitas resmi yang hanya akan digunakan untuk fitur deteksi tersebut. YouTube menegaskan bahwa penghapusan video tidak otomatis disetujui karena ada pengecualian untuk konten seperti parodi dan satire untuk melindungi kebebasan berpendapat. Selain itu, jumlah permintaan penghapusan saat ini masih rendah karena sebagian besar konten dianggap tidak merusak citra pengguna.YouTube menyadari tantangan regulasi konten AI dan membuka peluang monetisasi untuk deepfake di masa depan. Fitur ini awalnya terbatas untuk tokoh publik dan mereka yang menjadi berita, sehingga belum menyasar individu umum. Penanganan ini menjadi penting untuk mengurangi penyebaran konten palsu sekaligus mempertahankan ruang untuk kritik politik dan debat publik.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.