Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus

Bitcoin di Pusaran ETF & Ketegangan Iran

Share

Kelompok artikel ini membahas fluktuasi harga Bitcoin yang dipicu oleh arus besar ke ETF, ketegangan geopolitik Iran, serta upaya regulasi stablecoin dan dampaknya pada pasar kripto.

07 Mar 2026, 21.29 WIB

Volatilitas Bitcoin Meningkat Karena Ketegangan Global dan Penguatan Dolar

Volatilitas Bitcoin Meningkat Karena Ketegangan Global dan Penguatan Dolar
Harga bitcoin dan kripto utama lain turun tajam di akhir pekan meski masih mencatat kenaikan mingguan. Bitcoin sempat menyentuh level tertinggi Rp 1.24 juta ($74.000) tetapi kembali ke sekitar Rp 1.14 juta ($68.000) setelah penurunan. Pola ini menunjukkan ketidakpastian pasar yang terus berlanjut. Penguatan dolar AS didorong oleh ketegangan di Timur Tengah dan ekspektasi inflasi tinggi yang membuat investor memilih aset aman. Data Glassnode menunjukkan sekitar 43% pasokan bitcoin dalam kerugian, menciptakan potensi tekanan jual saat harga menguat. Selain itu, ada peningkatan besar pada aliran masuk stablecoin yang menandakan modal segar belum sepenuhnya beraksi. Situasi geopolitik yang tidak stabil dan kondisi makro ekonomi seperti inflasi dan kebijakan Fed yang ketat akan terus menekan pasar kripto dalam waktu dekat. Investor perlu mewaspadai resistensi harga dari pemegang yang ingin keluar, sementara modal baru dari stablecoin bisa menjadi faktor penentu pergerakan harga selanjutnya.
07 Mar 2026, 13.15 WIB

Bitcoin dan Kripto Tertekan Penguatan Dolar di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Bitcoin dan Kripto Tertekan Penguatan Dolar di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Harga Bitcoin dan kripto utama seperti Ether, Solana, Dogecoin, dan BNB mengalami penurunan akhir pekan yang signifikan, dengan Bitcoin turun 3,4% dalam 24 jam terakhir. Dolar AS menguat tajam akibat ketegangan geopolitik dan kekhawatiran inflasi yang mempengaruhi sentimen pasar. Data Glassnode menunjukkan 43% pasokan Bitcoin saat ini berada di posisi rugi, menciptakan hambatan bagi kenaikan harga lebih lanjut. Aliran masuk stablecoin melonjak 415%, menandakan adanya dana yang siap digunakan untuk membeli kripto jika kondisi pasar membaik. Ketegangan berlanjut di Timur Tengah dan kondisi makro ekonomi yang menantang seperti inflasi tinggi dan penguatan dolar diprediksi memperpanjang volatilitas pasar kripto. Investor perlu waspada pada dinamika global yang mempengaruhi harga Bitcoin dan aset digital lainnya.
07 Mar 2026, 12.44 WIB

Bitcoin Masuk Fase Bear Market Dalam, Harga Diprediksi Turun Lagi

Bitcoin Masuk Fase Bear Market Dalam, Harga Diprediksi Turun Lagi
Bitcoin saat ini berada dalam fase bear market yang dalam dengan harga sekitar 68.042,65 USD setelah turun hampir setengah dari rekor tertinggi 126.000 USD pada Oktober tahun lalu. Siklus harga Bitcoin terkait dengan halving yang terjadi setiap empat tahun menjadi faktor utama pengaruh pergerakan harga tersebut. Halving terakhir terjadi pada April 2024, mengurangi jumlah Bitcoin yang diperoleh oleh para penambang dan memicu siklus harga dimana puncak harga biasanya terjadi 16-18 bulan setelah halving. Investor individu yang cenderung membeli saat hype dan menjual saat panik memperkuat pola siklus harga ini secara terus menerus. Dampaknya, harga Bitcoin diperkirakan akan turun sekitar 30% lagi di tahun 2026 karena tekanan jual dari perusahaan dengan aset digital yang harus melunasi utang. Hal ini menunjukkan pasar crypto masih sangat spekulatif dan adopsi institusional yang lambat membuat Bitcoin belum menjadi aset safe haven.
07 Mar 2026, 04.00 WIB

Bitcoin dan Pengaruh Besar Faktor Makro di Tengah Adopsi Institusional

Bitcoin dan Pengaruh Besar Faktor Makro di Tengah Adopsi Institusional
Bitcoin sempat naik mendekati 74.000 dolar AS namun turun lagi di bawah 69.000 dolar AS dalam waktu singkat. Penguatan dolar AS dan konflik Iran menjadi faktor utama yang memicu tekanan jual. Ini menunjukkan bahwa faktor makro masih sangat dominan mempengaruhi harga kripto. Perkembangan institusional seperti Bank of New York Mellon menjadi kustodian untuk ETF Bitcoin Morgan Stanley dan Kraken yang mendapat akses ke sistem pembayaran Fed, menandai kemajuan infrastruktur kripto. Namun, berita positif ini kurang mampu menetralkan tekanan dari dinamika makroekonomi global. Penjualan terutama berasal dari investor jangka pendek yang melakukan pengambilan keuntungan. Di sisi lain, ETF Bitcoin di AS mulai menunjukkan aliran masuk modal setelah sepekan negatif. Ini mengindikasikan potensi pembentukan dasar yang lebih stabil untuk pergerakan harga jangka panjang.
07 Mar 2026, 03.19 WIB

Kenapa Bitcoin Turun Walau Banyak Kabar Baik? Pengaruh Ekonomi Global Lebih Kuat

Kenapa Bitcoin Turun Walau Banyak Kabar Baik? Pengaruh Ekonomi Global Lebih Kuat
Bitcoin sempat naik mendekati 74.000 dolar AS didukung oleh berbagai kabar baik soal integrasi kripto dengan keuangan tradisional. Perusahaan seperti Morgan Stanley, Bank of New York Mellon, dan Kraken membuat kemajuan penting, sementara investasi besar diumumkan Intercontinental Exchange ke OKX. Namun, harga Bitcoin akhirnya turun kembali ke bawah 69.000 dolar AS karena tekanan pasar makro. Penguatan dolar AS akibat meningkatnya ketegangan di Iran mengakibatkan kenaikan harga minyak dan kekhawatiran inflasi, memicu pergeseran harapan terhadap suku bunga yang berdampak negatif pada aset berisiko termasuk Bitcoin. Selain itu, krisis di pasar kredit swasta, terutama yang melibatkan BlackRock dan Blue Owl, menambah tekanan di pasar keuangan global yang membuat investor berhati-hati. Meskipun harga Bitcoin turun, indikator seperti aliran masuk dana spot Bitcoin ETF yang positif dan rendahnya tingkat pendanaan leverage menunjukkan pasar mulai mengurangi spekulasi berlebihan. Hal ini dapat membentuk dasar yang lebih kuat untuk potensi kenaikan yang lebih stabil di masa depan, namun volatilitas dan pengaruh faktor makro tetap menjadi risiko utama.
07 Mar 2026, 00.31 WIB

Tekanan Pasar Kredit Privat Bisa Memicu Guncangan Besar di Pasar Kripto

Pasar kredit privat global sedang mengalami tekanan besar dengan lonjakan penarikan dana yang memaksa BlackRock dan Blue Owl membatasi akses investor dan melikuidasi sejumlah pinjaman mereka. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena dana besar yang terlibat dan keterkaitannya dengan perbankan serta aset digital. Dana sebesar 26 miliar dolar AS dari BlackRock sedang dibatasi penarikannya dan Blue Owl menjual pinjaman senilai 1,4 miliar dolar AS demi memenuhi permintaan redemption. Pasar kredit privat terhubung erat dengan perbankan, dimana U.S. banks memberikan hampir 300 miliar dolar AS pinjaman ke provider kredit privat, dan 285 miliar dolar AS ke dana private equity. Ketegangan di pasar kredit tradisional ini dapat meluas ke pasar kripto melalui tokenisasi kredit privat di blockchain yang kini mencapai nilai hampir 5 miliar dolar AS. Kasus token mF-ONE menunjukkan bagaimana kasus kebangkrutan dapat menurunkan nilai token, menyebabkan likuidasi dan ketegangan likuiditas di platform DeFi yang semakin menghubungkan risiko ke pasar aset digital.
06 Mar 2026, 22.24 WIB

Bitcoin Capai 74 Ribu USD, Investor Jangka Pendek Ambil Untung dan Geopolitik Pengaruhi Harga

Bitcoin sempat mencapai rekor tertinggi satu bulan di angka 74.000 USD sebelum turun ke level sekitar 69.000 USD akibat aksi ambil untung dari investor jangka pendek. Data dari CryptoQuant menunjukkan lebih dari 27.000 BTC dipindahkan ke bursa dalam bentuk keuntungan, terutama oleh investor yang membeli dalam satu bulan terakhir. Komentar mantan Presiden Donald Trump terkait Iran dan eskalasi perang regional menyebabkan pasar menjadi lebih volatil dan mendorong harga minyak naik. Namun, optimisme terhadap pengesahan RUU Clarity Act serta permintaan institusional yang kuat terus mendukung pergerakan harga Bitcoin dan mendorong masuknya dana ke spot bitcoin ETF. Situasi ini menandakan pasar cryptocurrency masih sangat dipengaruhi oleh faktor politik dan regulasi serta sentimen investor jangka pendek yang cenderung reaktif. Ke depan, volatilitas diperkirakan tetap tinggi dengan dukungan institusional yang dapat menjaga tren naik Bitcoin dalam jangka menengah.
06 Mar 2026, 20.45 WIB

Pasar Tenaga Kerja AS Melemah, Peluang Pemangkasan Suku Bunga Meningkat 2026

Pasar tenaga kerja Amerika Serikat mengalami pelemahan tajam pada Februari dengan kehilangan 92.000 pekerjaan, bertolak belakang dari perkiraan penambahan 59.000 pekerjaan. Tingkat pengangguran naik menjadi 4,4% dari 4,3% pada Januari, mengindikasikan kondisi pasar tenaga kerja yang melemah. Harga minyak mentah WTI naik 6,2% mencapai 86 dolar AS per barel akibat ketegangan di Timur Tengah, sementara indeks saham seperti Nasdaq dan S&P 500 mengalami tekanan dan yield obligasi pemerintah turun. Data ini menunjukkan sentimen pasar yang mulai berhati-hati menjelang pertemuan Federal Reserve. Pasar memperkirakan kemungkinan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada rapat Maret, namun potensi pemangkasan suku bunga pada paruh pertama 2026 kembali muncul seiring melemahnya pasar tenaga kerja dan risiko inflasi yang dipengaruhi oleh kenaikan harga energi.
06 Mar 2026, 19.20 WIB

Harga Bitcoin Turun Disebabkan Ketidakpastian Konflik Timur Tengah dan Perubahan Pasar

Harga Bitcoin turun 3,7% dalam 24 jam terakhir, setelah sempat mencapai puncaknya di 74.000 dolar AS pada pertengahan minggu. Indeks CoinDesk 20 juga mengalami penurunan sebesar 3,5% saat momentum rally mulai mendingin. Penurunan ini disebabkan oleh tekanan jual dari trader jangka pendek yang mengambil keuntungan, sementara permintaan institusional melalui akumulasi spot Bitcoin masih tinggi. Data pasar derivatif menunjukkan sentimen negatif dengan posisi short yang menguat dan tingkat pendanaan yang negatif. Konflik di Timur Tengah yang meningkatkan harga minyak hingga lebih dari 22% menimbulkan kekhawatiran inflasi, mempengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga AS. Ini menunjukan volatilitas akan terus berlanjut dan data pekerjaan AS yang akan dirilis memberi dampak penting terhadap keputusan Fed.
06 Mar 2026, 18.29 WIB

Pasar Kripto Tertekan Oleh Gejolak Geopolitik dan Kenaikan Harga Minyak

Pasar kripto mengalami tekanan dengan bitcoin yang hanya sedikit di atas level 70.000 USD setelah gagal mempertahankan level tertinggi 74.000 USD. Penurunan harga seiring dengan penurunan pasar saham AS dan kondisi likuiditas yang rendah. Hal ini menunjukkan adanya kerentanan di pasar kripto terhadap faktor eksternal. Konflik di Timur Tengah mendorong harga minyak Brent mencapai 85 USD per barel, meningkat sekitar 42% sejak awal tahun. Kenaikan harga energi dan ketidakpastian geopolitik mendorong pasar uang mempertimbangkan kenaikan suku bunga ECB pada akhir tahun, berbalik dari prediksi pemotongan suku bunga tahun 2025. Kenaikan suku bunga biasanya memberi tekanan pada pasar aset berisiko seperti kripto. Sentimen di media sosial untuk altcoin menunjukkan penurunan signifikan menurut data Santiment, menandakan melemahnya minat spekulatif tempat tersebut. Investor menjadi lebih waspada dengan risiko pasar yang meningkat, sehingga potensi volatilitas dan penurunan harga cukup besar ke depan. Situasi ini dapat memperlambat momentum pertumbuhan pasar kripto dalam waktu dekat.
Sebelumnya
Setelahnya

Baca Juga

  • Gelombang AI Global

  • Revolusi Mobile AI Barcelona 2026

  • Perjudian Geopolitik: Bursa Konflik

  • Gempuran Rudal dan Siber Iran

  • Bitcoin di Pusaran ETF & Ketegangan Iran

  • Inovasi Penunjang Koloni Lunar

  • Transformasi Teknologi: Nano, Energi, dan Robotika

  • Invasi Zero-Day: Dari Cisco hingga Broker Rusia

  • Guncangan Harga Gadget 2026

  • Gejolak Bumi Nusantara