Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus

Bitcoin di Pusaran ETF & Ketegangan Iran

Share

Kelompok artikel ini membahas fluktuasi harga Bitcoin yang dipicu oleh arus besar ke ETF, ketegangan geopolitik Iran, serta upaya regulasi stablecoin dan dampaknya pada pasar kripto.

06 Mar 2026, 17.29 WIB

Bitcoin Turun di Tengah Ketidakpastian Data AS dan Perang Iran

Bitcoin Turun di Tengah Ketidakpastian Data AS dan Perang Iran
Bitcoin menghadapi tekanan harga yang menurun, berpotensi turun di bawah 70.000 USD setelah mencapai puncak di 74.000 USD awal minggu. Penurunan ini didorong oleh kekhawatiran investor terhadap data makroekonomi dan konflik geopolitik yang sedang berlangsung. Data pekerjaan AS yang akan datang sangat penting karena dapat mempengaruhi kebijakan suku bunga Federal Reserve. Selain itu, konflik dengan Iran meningkatkan harga minyak dan memperkuat dolar AS, yang menekan pasar saham dan saham terkait kripto. Akibatnya, investor menunjukkan sikap hati-hati dengan mengurangi posisi risiko pada aset seperti Bitcoin dan saham kripto, menyebabkan volatilitas dan potensi penurunan harga. Situasi ini menegaskan pentingnya memonitor berita ekonomi dan geopolitik untuk pengambilan keputusan investasi.
06 Mar 2026, 15.10 WIB

Konflik Geopolitik Picu Kenaikan Bitcoin dan Ketegangan Pasar Obligasi AS

Konflik Geopolitik Picu Kenaikan Bitcoin dan Ketegangan Pasar Obligasi AS
Konflik militer antara AS, Israel, dan Iran memicu gejolak pasar global dengan Bitcoin melonjak ke atas Rp 1.17 miliar ($70,000) dan pasar ekuitas sempat anjlok akibat lonjakan harga minyak. Iran memblokir tanker minyak di Selat Hormuz, yang mengkhawatirkan kelangsungan pasokan minyak dunia. Harga minyak melonjak signifikan dan pasar obligasi Amerika Serikat menunjukkan kenaikan yield pada obligasi 2 dan 10 tahun, menandakan kekhawatiran inflasi yang meningkat dan kemungkinan berkurangnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve. Data ekonomi AS yang solid turut mendukung kebijakan moneter yang ketat. Situasi ini berpotensi menjaga yield obligasi tetap tinggi dan membatasi kenaikan lebih jauh pada aset berisiko seperti saham dan cryptocurrency. Investor kini menanti laporan nonfarm payrolls dan angka pertumbuhan upah Jumat nanti yang bisa memicu volatilitas tambahan.
06 Mar 2026, 12.35 WIB

Ketegangan Geopolitik Picu Kenaikan Yield dan Lonjakan Bitcoin di Pasar Global

Ketegangan Geopolitik Picu Kenaikan Yield dan Lonjakan Bitcoin di Pasar Global
Pasar keuangan global mengalami kegoncangan akibat konflik militer antara AS, Israel, dan Iran yang menyebabkan harga minyak naik tajam serta penurunan awal di pasar ekuitas dan Bitcoin. Bitcoin sempat turun ke kisaran 65.000 dolar AS namun berhasil memulihkan dirinya ke atas 70.000 dolar AS pada akhir minggu. Kenaikan harga minyak karena gangguan pasokan di Selat Hormuz dan respons cepat AS yang menjanjikan perlindungan untuk pengiriman minyak membantu menstabilkan pasar saham. Meski demikian, pasar obligasi menunjukkan kecemasan dengan kenaikan imbal hasil obligasi 10-tahun dari 3,93% ke 4,15% dan dua-tahun dari 3,37% ke hampir 3,60%. Data ekonomi AS yang kuat dalam sektor jasa dan penciptaan lapangan kerja mengurangi ekspektasi pemotongan suku bunga Fed tahun ini. Kenaikan harga energi dari konflik dan data ekonomi bakal menentukan prospek kebijakan moneter dan volatilitas pasar selanjutnya, terutama menunggu laporan nonfarm payroll yang akan datang.
06 Mar 2026, 12.21 WIB

Minimnya Minat Altcoin Kini Jadi Tanda Bullish Tersembunyi Pasar Crypto

Minimnya Minat Altcoin Kini Jadi Tanda Bullish Tersembunyi Pasar Crypto
Minimnya persepsi dan pembicaraan mengenai altseason di media sosial mencapai titik terendah selama dua tahun terakhir, menunjukkan penurunan minat di kalangan investor ritel terhadap altcoin. Data Santiment mengindikasikan bahwa ketika pembicaraan altseason sepi, akumulasi oleh investor besar biasanya meningkat. Harga altcoin utama seperti DOGE, Solana, dan Cardano telah turun sangat drastis sejak crash Oktober lalu sehingga sebagian besar modal berputar ke bitcoin dan stablecoin. Indikator seperti Crypto Fear and Greed Index menunjukkan kondisi pasar yang didominasi oleh rasa takut dan ketidakpastian, sementara data on-chain menunjukkan wallet besar bitcoin terus bertambah. Meskipun sentimen pasar sangat negatif dan apatis, akumulasi besar oleh pemegang bitcoin mengisyaratkan potensi pemulihan di masa depan. Namun, kondisi pasar altcoin masih menunggu stabilitas bitcoin dan belum menunjukkan tanda awal altseason, menandakan bahwa saat ini adalah fase persiapan pasar.
06 Mar 2026, 11.59 WIB

Bitcoin Ditolak di Rp 1.24 miliar ($74,000) , Apakah Rally Ini Bertahan atau Runtuh?

Bitcoin Ditolak di Rp 1.24 miliar ($74,000) , Apakah Rally Ini Bertahan atau Runtuh?
Bitcoin mencapai harga tertinggi Rp 1.24 miliar ($74,000) pada hari Kamis setelah rally sekitar 15% dari level Rp 1.07 miliar ($64,000) dalam lima hari, namun kemudian terkoreksi ke Rp 1.19 miliar ($70,987) . Penolakan harga terjadi di level Fibonacci retracement 61,8% dan di bawah moving average 50 hari yang sering menjadi resistance dalam tren turun. Tekanan rally sebelumnya sebagian besar dipicu oleh short squeeze yang menyebabkan likuidasi banyak posisi pendek, namun kondisi makro finansial dan geopolitik yang masih tidak stabil, termasuk dampak dari perang Iran dan kenaikan harga minyak, menjadi hambatan untuk kelanjutan penguatan Bitcoin. Level support utama di Rp 1.17 miliar ($70,000) saat ini sedang diuji; jika gagal bertahan, kemungkinan harga Bitcoin akan turun lebih jauh ke level dasar sekitar Rp 1.07 miliar ($64,000) . Kondisi ini menandakan bahwa pasar kripto masih dibayangi ketidakpastian dan memerlukan konfirmasi lebih lanjut untuk mengakhiri tren bearish.
06 Mar 2026, 04.47 WIB

Regulator AS Tetapkan Modal Sama untuk Sekuritas Token dan Tradisional

Regulator perbankan AS seperti Federal Reserve, OCC, dan FDIC mengeluarkan panduan yang menyatakan bahwa bank harus mempertahankan modal yang sama untuk sekuritas tokenized seperti halnya untuk sekuritas tradisional. Dokumen FAQ ini menjelaskan perlakuan modal dan penggunaan jaminan keuangan tanpa membedakan teknologi blockchain yang dipakai. Panduan ini menegaskan bahwa teknologi yang digunakan untuk sekuritas tokenized, baik permissioned maupun permissionless blockchain, tidak memengaruhi persyaratan modal dan perlakuan derivatif yang terkait. Ini memastikan sekuritas tokenized tidak menghadapi perlakuan modal yang lebih ketat dibanding sekuritas biasa. Dengan aturan ini, integrasi sekuritas berbasis token ke dalam sistem perbankan menjadi lebih mudah tanpa menambah beban regulasi modal. Hal ini akan mendorong adopsi teknologi blockchain di dunia keuangan dan mempercepat perkembangan ekosistem aset digital yang diatur.
06 Mar 2026, 01.59 WIB

Pengadilan AS Bekukan Aset BlockFills akibat Sengketa Dana Kripto Dominion

Sebuah perintah penahanan sementara dari pengadilan federal Amerika Serikat membekukan 70,6 Bitcoin milik Dominion Capital yang disimpan di platform crypto lender BlockFills karena gugatan penyalahgunaan aset. Dominion Capital menuduh BlockFills menyalahgunakan dana pelanggan dan menolak mengembalikan aset setelah penangguhan penarikan. Pengadilan memerintahkan agar BlockFills tidak boleh memindahkan atau menggunakan aset tersebut selama proses hukum berlangsung. BlockFills mengalami kerugian signifikan sebanyak sekitar 75 juta dolar akibat penurunan pasar kripto dan menghentikan penarikan serta penyetoran pelanggan sejak 11 Februari. CEO dan pendiri BlockFills, Nicholas Hammer, mundur dan digantikan oleh Joseph Perry selaku CEO interim. BlockFills yang didukung oleh Susquehanna adalah pemain aktif di pasar dengan volume perdagangan lebih dari 60 miliar dolar pada 2025 yang melayani 2.000 klien institusional. Kerugian besar yang dialami BlockFills dan tindakan hukum yang diterima menunjukkan risiko kegagalan perusahaan peminjaman kripto terhadap dana klien. Hal ini dapat memicu kebangkrutan dan menimbulkan kerugian besar bagi investor serta menimbulkan kebutuhan regulasi lebih ketat. Blokade hukum ini berpotensi menimbulkan dampak luas pada kepercayaan investor institusional di pasar kripto.
05 Mar 2026, 23.00 WIB

Tokenisasi Blockchain: Solusi Baru untuk Akses Investasi Global 24/7

Tokenisasi menggunakan teknologi blockchain untuk memungkinkan kepemilikan fraksional atas aset keuangan dan menyediakan akses investasi tanpa batas geografis dan waktu. Model ini mirip dengan bagaimana fintech memudahkan akses perbankan melalui smartphone. Contohnya termasuk BitGo IPO dan dana pasar uang tokenisasi dari BlackRock yang kini bisa diakses secara global. Data menunjukkan bahwa meskipun hanya sebagian kecil orang yang memiliki akun broker, populasi dengan dompet kripto jauh lebih besar di beberapa daerah seperti Pakistan. Kapitalisasi pasar tokenisasi aset yang mencapai 23,4 miliar dolar AS, ditambah penggunaan stablecoin yang stabil secara nilai, menunjukkan semakin besarnya kepercayaan dan penggunaan teknologi ini di pasar global. Teknologi tokenisasi memotong biaya dan waktu settlement investasi, memungkinkan siapa saja untuk ikut dalam pasar modal mulai dari kelas menengah global. Ini berpotensi mengubah lanskap keuangan dunia dan membawa inklusi keuangan bagi miliaran orang yang selama ini terpinggirkan dari akses investasi.
05 Mar 2026, 22.57 WIB

Bitcoin Mulai Melemah Meski Pasar Perangkat Lunak Menguat dan Ketegangan Geopolitik Meninggi

Bitcoin awal pekan ini reli hingga mencapai Rp 1.21 juta ($72.578) ,05 namun mulai menurun sekitar 2% menjadi Rp 1.19 juta ($71.400) setelah pasar AS dibuka pada hari Kamis. Penurunan ini terjadi bersamaan dengan pelemahan pasar saham akibat ketegangan perang di Iran yang menyulitkan stabilitas pasar global. Pasar saham AS pada hari Kamis mengalami koreksi, dengan Dow Jones turun 1,4%, S&P 500 turun 0,7%, sementara Nasdaq hanya turun 0,4% karena sektor perangkat lunak menguat signifikan. Bitcoin dan saham teknologi biasanya bergerak seiring tapi saat ini mulai menunjukkan divergensi yang belum pasti berlanjut atau tidak. Trader dan analis memperkirakan pergerakan Bitcoin selanjutnya akan bergantung pada data ekonomi AS mendatang dan kondisi geopolitik. Aliran dana ETF Bitcoin yang meningkat menjadi sinyal positif, namun risiko ketidakpastian pasar dan potensi koreksi harga tetap ada.
05 Mar 2026, 20.50 WIB

Investor Institusional Tetap Tenang Meski Harga Bitcoin Turun 23 Persen

Bitcoin mengalami penurunan harga sebesar 23% dari puncaknya sekitar Rp 2.09 juta ($125.000) pada Oktober menjadi sekitar Rp 1.21 juta ($72.370) , tanpa menyebabkan kepanikan signifikan di kalangan investor institusional. CoinShares melaporkan bahwa sebagian besar investor institusional hanya mengurangi eksposur secara moderat dan banyak yang mempertahankan posisi mereka. Faktor-faktor makro seperti kenaikan suku bunga dan dolar yang menguat serta likuidasi posisi leverage mempengaruhi harga bitcoin. Meskipun demikian, dana masuk ke produk ETF bitcoin tetap positif, yang menunjukkan penjualan lebih banyak oleh pemegang jangka panjang daripada keluarnya modal institusional baru. Situasi ini menunjukkan bahwa pasar bitcoin masih didukung oleh akumulasi dari endowment, dana pensiun, dan sovereign wealth fund. Kondisi ini membuka peluang bagi bitcoin untuk pulih lebih lanjut jika sentimen risiko membaik dan regulasi mendukung, meskipun volatilitas dan ketidakpastian tetap ada.
Sebelumnya
Setelahnya

Baca Juga

  • Polemik Kebijakan Crypto AS

  • Transformasi Teknologi: Nano, Energi, dan Robotika

  • Gelombang AI Global

  • Revolusi Mobile AI Barcelona 2026

  • Perjudian Geopolitik: Bursa Konflik

  • Gempuran Rudal dan Siber Iran

  • Bitcoin di Pusaran ETF & Ketegangan Iran

  • Inovasi Penunjang Koloni Lunar

  • Invasi Zero-Day: Dari Cisco hingga Broker Rusia

  • Guncangan Harga Gadget 2026