
Yuval Rooz, CEO Digital Asset, menyatakan ada gap besar antara valuasi jaringan smart contract dengan penggunaan keuangan riil yang terjadi di dalamnya. Banyak platform saat ini lebih fokus pada token dan spekulasi ketimbang aliran nilai nyata yang berkelanjutan. Canton Network hadir dengan fokus pada kebutuhan institusi keuangan besar yang memerlukan privasi, kepatuhan, dan interoperabilitas.
Canton Network mendapatkan dukungan dari institusi besar seperti BNY, Nasdaq, dan S&P Global. Token Canton dirancang agar nilai token mencerminkan aktivitas ekonomi aktual, dimana setiap transaksi membakar token sehingga pasokan token berkurang seiring pertumbuhan penggunaan. Platform ini juga menolak model distribusi token yang hanya menguntungkan validator tanpa memperhitungkan aktivitas nyata pengguna jaringan.
Pendekatan ini berpotensi mengubah cara pasar menilai jaringan smart contract dengan lebih mengutamakan pendapatan dan penggunaan nyata daripada hanya total nilai yang terkunci (TVL). Rooz percaya jaringan yang mampu memberikan utilitas dan layanan keuangan riil akan bertahan dan berkembang, sementara jaringan yang hanya mengandalkan hype spekulasi akan kehilangan posisinya.