Ribuan orang di Shenzhen, China, mengantri untuk menginstal OpenClaw, software AI open-source yang disediakan gratis oleh Tencent. Keberagaman pengguna sangat luas, dari pengembang amatir hingga pensiunan insinyur dan ibu rumah tangga yang menggunakan AI untuk berbagai kebutuhan sehari-hari. Acara ini menunjukkan tren adopsi AI yang berkembang pesat meskipun ada risiko privasi.
Tencent sebagai perusahaan teknologi besar mengambil peran aktif dengan menyediakan instalasi OpenClaw secara gratis melalui unit cloud computing-nya. Sementara itu, layanan instalasi juga ditawarkan secara komersial di media sosial dengan biaya mulai dari puluhan hingga ratusan yuan. Penggunaan OpenClaw mencakup berbagai aktivitas seperti pemilihan saham, pembuatan laporan, pembuatan slide presentasi, penulisan email, dan coding.
Peningkatan cepat dalam penerimaan AI di kalangan masyarakat biasa menunjukkan bahwa teknologi ini tidak hanya bermanfaat bagi para profesional, tetapi juga bagi pengguna umum yang ingin mengurangi beban kerja. Hal ini berpotensi mempercepat transformasi digital di China, namun juga meningkatkan kebutuhan akan regulasi privasi dan keamanan data untuk mencegah penyalahgunaan.