Para peneliti di Empa, Swiss, telah mengembangkan elektrolit polimer berbasis silikon yang elastis dan lentur untuk baterai solid-state. Elektrolit ini berbeda dari kebanyakan elektrolit solid-state yang kaku dan tidak fleksibel, memungkinkan penggunaan pada baterai yang dapat menyesuaikan bentuk dan nyaman digunakan, khususnya dalam aplikasi medis seperti pacemaker. Penelitian ini memecahkan masalah utama polimer silikon yang biasanya tidak dapat menghantarkan ion dengan baik karena sifat nonpolarnya melalui penambahan gugus fungsional khusus.
Elektrolit silikon ini telah diuji dalam berbagai prototipe baterai, termasuk kecil seperti button cell dan berpotensi untuk baterai fleksibel yang lebih luas. Material ini dapat diproses menjadi film tipis beberapa mikrometer dan bisa diproduksi secara massal dengan biaya lebih murah dibandingkan elektrolit polimer konvensional. Selain lentur dan aman, elektrolit ini juga dapat dikombinasikan dengan berbagai bahan katoda, sehingga fleksibel untuk berbagai jenis aplikasi baterai.
Pengembangan elektrolit ini berpotensi meningkatkan keamanan serta kenyamanan penggunaan baterai untuk alat medis dan aplikasi portabel lainnya. Penelitian sedang berfokus pada peningkatan konduktivitas ionik sambil mempertahankan sifat elastisnya. Para peneliti juga sedang mencari mitra industri untuk mulai mengkomersialkan teknologi ini dan mengaplikasikannya dalam produksi baterai masa depan.