Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus

Biotek Tiongkok Melesat

Share

Sekumpulan artikel ini membahas kemajuan signifikan dalam industri farmasi dan bioteknologi Tiongkok, mulai dari penerapan AI dalam riset obat, perjanjian bisnis besar senilai miliaran dolar, peningkatan penjualan perusahaan, hingga tantangan kesenjangan pengembangan obat yang berpotensi memengaruhi kesehatan pasien.

05 Mar 2026, 17.59 WIB

Pelonggaran Regulasi Diperlukan untuk Bangkitkan Investasi Asing di Kesehatan Tiongkok

Pelonggaran Regulasi Diperlukan untuk Bangkitkan Investasi Asing di Kesehatan Tiongkok
Investor asing mulai kembali melirik sektor kesehatan di Tiongkok karena dukungan pemerintah terhadap biomedis dan kecerdasan buatan. Nisa Leung, venture capitalist, menyoroti pentingnya dukungan regulasi untuk mendorong pertumbuhan sektor ini. Salah satu contoh sukses adalah IPO Insilico Medicine di Hong Kong yang berhasil menghimpun 2,28 miliar HKD. Namun, proses persetujuan IPO di China Securities Regulatory Commission masih mengalami banyak hambatan yang melambatkan pencatatan perusahaan biotech baru. Jika aturan IPO dan pengambilalihan dilembagakan secara lebih longgar, sektor bioteknologi dan kesehatan di Tiongkok dan Hong Kong bisa berkembang pesat dan menarik lebih banyak investor asing. Hal ini akan membawa dampak signifikan pada inovasi dan ekspansi perusahaan di pasar global.
04 Mar 2026, 16.52 WIB

Percepat Kerjasama, China Raup Miliaran dari Kesepakatan Farmasi Global

Percepat Kerjasama, China Raup Miliaran dari Kesepakatan Farmasi Global
Perusahaan farmasi China seperti Sino Biopharmaceutical dan Antengene Corporation baru-baru ini menandatangani kesepakatan outlicensing besar dengan perusahaan farmasi global Sanofi dan UCB, masing-masing senilai lebih dari 1 miliar dolar AS. Kesepakatan ini mengindikasikan percepatan dan peningkatan nilai transaksi lintas batas yang melibatkan perusahaan farmasi China pada tahun ini. Data dari JPMorgan Chase menunjukkan bahwa transaksi lintas batas oleh perusahaan China pada awal 2026 sudah melebihi tiap kuartal tahun sebelumnya, dengan total nilai kesepakatan mencapai 52 miliar dolar AS dari 41 transaksi. Keberhasilan ini menunjukkan ketertarikan kuat perusahaan farmasi multinasional untuk menjalin kemitraan jangka panjang berdasarkan inovasi dan kandidat obat dari China. Meskipun pasar menaruh perhatian pada kemungkinan dukungan pemerintah China selama sesi legislatif tahunan, pengaruhnya diperkirakan terbatas pada dukungan moral saja. Tren ini mengindikasikan pergeseran strategi industri farmasi China ke arah globalisasi dan inovasi yang lebih tinggi, berpotensi membentuk lanskap pasar obat internasional di masa depan.
04 Mar 2026, 07.44 WIB

Dukungan Politikal dan Penyesuaian Kecil Kebijakan Sektor Kesehatan China 2024

Dukungan Politikal dan Penyesuaian Kecil Kebijakan Sektor Kesehatan China 2024
Para investor mengamati pertemuan dua sesi tahunan di Beijing untuk melihat kemungkinan tindakan pemerintah dalam mengatasi harga obat dan sistem pembayaran obat yang baru diperkenalkan. Namun, sektor asuransi untuk pengobatan inovatif yang mahal masih menghadapi tantangan besar dalam penerimaan pasar. Analis memperkirakan tidak akan ada kebijakan besar yang diumumkan dan yang muncul lebih bersifat dukungan moral. Analis dari Macquarie, Nomura, dan Jefferies menilai fokus kebijakan hanya akan berupa penyempurnaan kecil pada pengadaan volume-based procurement dan asuransi komersial tanpa dampak signifikan yang dapat mengubah laporan keuangan perusahaan secara langsung. Rapat juga akan membahas rencana lima tahun kelima belas yang mendukung pengembangan obat dan biomanufaktur sebagai sektor ekonomi baru. Tingkat perubahan yang diharapkan relatif terbatas dan bertahap. Pertemuan ini menandai dukungan pemerintah terhadap inovasi farmasi dan pengembangan industri bioteknologi, namun dengan pendekatan berhati-hati untuk menjaga stabilitas pasar. Penyesuaian kebijakan kecil menunjukkan bahwa sektor ini akan tetap berkembang secara moderat dengan sedikit gangguan. Ke depannya, fokus akan tetap pada inisiatif inovatif, tetapi perubahan signifikan memerlukan waktu lebih lama.
03 Mar 2026, 19.41 WIB

XtalPi Targetkan Keuntungan Pertama Rp 242.15 miliar (US$14,5 Juta) pada 2025 dari Bisnis Inti AI

XtalPi Targetkan Keuntungan Pertama Rp 242.15 miliar (US$14,5 Juta)  pada 2025 dari Bisnis Inti AI
XtalPi Holdings, perusahaan riset obat berbasis kecerdasan buatan di Shenzhen, memproyeksikan laba bersih pertama sebesar minimal 100 juta yuan pada tahun 2025 yang menandai perubahan dari status kerugian tahun 2024. Mereka mengantisipasi pertumbuhan pendapatan yang signifikan dengan penurunan kerugian pada operasi inti mereka sebagai faktor pendorong utama. Perusahaan mencatat pendapatan sebanyak 780 juta yuan untuk tahun yang berakhir Desember 2024, meningkat hampir 193 persen dari tahun sebelumnya. Pemulihan ini didukung oleh penyempitan kerugian di bidang robotika cerdas dan penemuan obat, serta keuntungan besar dari aset keuangan yang diperkirakan lebih dari 500 juta yuan. Proyeksi keuntungan ini menandai tonggak penting bagi XtalPi yang berpotensi mendorong reputasi dan posisi mereka dalam industri AI dan penelitian obat. Namun, saham perusahaan turun 2 persen setelah pengumuman, menunjukkan volatilitas pasar yang harus diawasi ke depan.
01 Mar 2026, 11.00 WIB

Perusahaan Farmasi Cina Catat Laba Meningkat Berkat Obat Inovatif dan Lisensi Global

Perusahaan Farmasi Cina Catat Laba Meningkat Berkat Obat Inovatif dan Lisensi Global
Perusahaan farmasi Cina yang terdaftar di Hong Kong diperkirakan akan membukukan laba penuh tahun 2025 yang didukung oleh penjualan obat inovatif dan kesepakatan lisensi dengan mitra global. Hal ini merupakan hasil dari investasi besar dalam penelitian dan pengembangan selama bertahun-tahun. Innovent Biologics, pelopor dalam penjualan obat untuk penurunan berat badan dan diabetes, diprediksi akan meraih laba sebesar 984 juta yuan pada 2025 setelah sebelumnya mengalami kerugian. Pendapatan perusahaan ini juga diperkirakan naik 45% mencapai 11,9 miliar yuan setelah meluncurkan enam produk baru tahun lalu. Pertumbuhan laba ini penting karena menandai pergeseran positif di tengah tekanan harga obat domestik. Keberhasilan Innovent dan perusahaan farmasi lain menunjukkan potensi pasar obat inovatif di Cina serta peluang kerja sama lisensi global yang dapat meningkatkan pendapatan di masa depan.
26 Feb 2026, 00.00 WIB

Inovasi Obat Murah dan Terobosan Baru dalam Pengobatan Kanker serta Obesitas

Obat biologis telah membantu banyak pasien kanker dan penyakit imun untuk hidup lebih sehat dan lebih lama, tetapi biaya tinggi menjadi masalah besar. Sejak 2015, FDA telah menyetujui lebih dari 90 biosimilar, obat dengan fungsi sama tapi harga lebih terjangkau, dan akan ada banyak lagi biosimilar yang menyusul dalam dua tahun ke depan. Hal ini penting untuk mengurangi biaya kesehatan dan membuat obat lebih mudah diakses. Pasar obat obesitas juga mengalami persaingan ketat antara perusahaan besar seperti Novo Nordisk dan Eli Lilly. Novo Nordisk sudah mengeluarkan versi pil dari obat obesitasnya Wegovy yang sangat populer. Kedua perusahaan juga berlomba mengembangkan obat oral generasi berikutnya yang mudah dikonsumsi dan produksi lebih murah. Para peneliti di University of Waterloo menciptakan bakteri yang bisa hidup di lingkungan dengan oksigen untuk membantu mengobati tumor padat yang sulit diobati. Mereka memasang 'saklar keamanan' pada bakteri ini agar hanya mulai aktif setelah tumbuh di tumor, mengurangi risiko efek samping di dalam tubuh pasien. Gilead mengakuisisi perusahaan bioteknologi Arcellx yang sedang mengembangkan terapi CAR-T untuk multiple myeloma dengan harga 7,8 miliar dollar. Ini menunjukkan minat tinggi dari perusahaan besar dalam mengembangkan terapi kanker yang inovatif dan berpotensi mendatangkan keuntungan besar dalam jangka panjang. FDA juga telah mengumumkan panduan baru untuk mempercepat dan menurunkan biaya pengembangan biosimilar, yang dapat menghemat hingga 100 juta dollar dan mempercepat obat masuk pasar. Meski begitu, tantangan dari harga obat yang kompleks dan persaingan dengan obat merek yang menurunkan harga setelah paten berakhir masih harus dihadapi.
23 Feb 2026, 14.15 WIB

Harbour BioMed Jalin Kemitraan Global Senilai 1,2 Miliar Dolar untuk Antibodi

Harbour BioMed, perusahaan bioteknologi berbasis di Shanghai, baru-baru ini mengumumkan kesepakatan besar dengan Solstice Oncology untuk mengembangkan dan memasarkan antibodi klinis HBM4003 di luar China. Kesepakatan ini senilai lebih dari 1,2 miliar dolar AS dan melibatkan lisensi eksklusif serta investasi ekuitas. Dalam kesepakatan ini, Harbour BioMed akan menerima pembayaran di muka sebesar 50 juta dolar AS, ditambah 5 juta dolar AS dalam pembayaran tunai jangka pendek, serta lebih dari 50 juta dolar AS dalam bentuk kepemilikan saham di Solstice Oncology. Selain itu, ada potensi pendapatan tambahan hingga 1,1 miliar dolar AS berdasarkan pencapaian milestone tertentu. Menurut Jingsong Wang, pendiri dan CEO Harbour BioMed, kemitraan ini lebih dari sekadar transaksi lisensi biasa. Perusahaan akan berperan aktif dalam membangun perusahaan bioteknologi global bersama investor yang berpengalaman dan fokus dalam pengembangan program antibodi unggulan mereka. Tujuan dari program antibodi HBM4003 adalah untuk menghasilkan efek penghancuran tumor serta mendukung pengembangan obat inovatif yang dapat digunakan untuk penyakit imunologi dan inflamasi. Hal ini menunjukkan potensi besar dalam bidang pengobatan kanker dan penyakit terkait sistem imun. Kesepakatan ini menggambarkan tren baru di mana perusahaan obat China tidak hanya menjual hak lisensi, tetapi juga membentuk kemitraan strategis jangka panjang yang memungkinkan mereka tetap terlibat secara aktif dalam pengembangan produk dan pasar global.
22 Feb 2026, 13.00 WIB

Penurunan Keuntungan Shandong Xinhua Setelah Lonjakan Saham Viral Ibuprofen

Shandong Xinhua Pharmaceutical adalah salah satu produsen utama obat demam dan penghilang rasa sakit, termasuk ibuprofen, di Cina. Pada akhir 2022, saham perusahaan sempat naik tajam karena tren tantangan tarian yang viral di platform media sosial Douyin, yang mengangkat produk ibuprofen di tengah pandemi Covid-19 yang sedang melanda. Lonjakan saham yang dramatis ini terjadi saat pemerintah Cina mulai melonggarkan kebijakan ketat zero-Covid, yang membuat suasana pasar menjadi lebih optimis dan mengangkat sentimen konsumen serta investor di awal 2023. Namun, sejak 2024, keuntungan perusahaan mulai menurun, yang disebabkan oleh penurunan harga produk untuk mempertahankan pangsa pasar yang semakin kompetitif. Penurunan keuntungan ini terus berlanjut hingga kuartal ketiga 2025, dengan penurunan laba bersih sebesar 26% dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini juga dipengaruhi oleh kelebihan pasokan dan melemahnya permintaan obat di pasar, yang tidak hanya berdampak pada Shandong Xinhua tetapi juga perusahaan farmasi lainnya. Hal ini menandai tantangan besar dalam industri farmasi saat ini untuk menyeimbangkan produksi dan permintaan pasar. Situasi tersebut menunjukkan bahwa meskipun tren media sosial dapat membawa dampak positif yang cepat, namun fundamental bisnis tetap menjadi kunci keberlanjutan. Shandong Xinhua harus memperbarui strategi mereka agar mampu bertahan dalam persaingan yang semakin ketat di masa depan.

Baca Juga

  • AI Global: Duel, Dana, dan Disrupsi

  • PP Tunas Mendunia

  • Promo Gadget Terbaik Minggu Ini

  • Serbuan AI Asia: Xiaomi, Huawei & Co.

  • Revolusi Material Energi China

  • Lompatan Nuklir AS

  • Teluk Terbakar

  • Gempuran Regulasi Crypto AS

  • Bitcoin di Ujung Konflik Iran

  • Cina Memimpin Revolusi AI & EV